Skip to content
Teknologi

Indonesia Dinilai Harus Adopsi 6G, Kripto Kuantum, NTN agar Tak Tertinggal

Matthew Smith - wartanaya.com 4 mins read

Negara ini dinilai perlu segera mengimplementasikan sejumlah teknologi mutakhir guna tidak tertinggal dalam persaingan transformasi digital global. Teknologi

Indonesia Dinilai Harus Adopsi 6G, Kripto Kuantum, NTN agar Tak Tertinggal

Indonesia Diperlukan Gerak Cepat Mengadopsi Teknologi Masa Depan

Wartanaya.com – Negara ini dinilai perlu segera mengimplementasikan sejumlah teknologi mutakhir guna tidak tertinggal dalam persaingan transformasi digital global. Teknologi tersebut meliputi jaringan 6G, kripto kuantum, serta satelit non-terestrial atau yang dikenal sebagai non-terrestrial network (NTN). Selain itu, penguatan kapasitas data center juga menjadi prioritas utama, terutama di tengah maraknya tren kecerdasan buatan atau AI.

Visi Sarwoto Atmosutarno untuk Fondasi Digital

Sarwoto Atmosutarno, selaku Ketua Umum Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel), menegaskan hal ini dalam forum Digital Transformation Indonesia Conference & Expo (DTI-CX) 2026. Menurutnya, konektivitas digital merupakan elemen fundamental untuk mewujudkan transformasi digital nasional. Oleh karena itu, Indonesia harus memiliki fondasi konektivitas yang kuat dan membangun kolaborasi antara pemerintah, industri, dan masyarakat.

“Indonesia harus loncat segera ke 5G, Indonesia harus loncat segera ke kripto kuantum, kemudian Indonesia harus loncat juga ke satelit yang non-terrestrial network, jadi bukan hanya orbital tiga stasiun tetapi juga NTN istilahnya. Kita juga harus loncat ke persediaan data center yang kapasitasnya memenuhi kebutuhan,” ujar Sarwoto dalam acara DTI-CX, dikutip dari keterangan pers, Kamis (6/8).

Pada kesempatan tersebut, ia menyebut Indonesia harus mengadopsi 5G. Namun, pada kesempatan lainnya, Sarwoto menilai Indonesia perlu mulai mempersiapkan adopsi teknologi 6G. Bulan lalu, Sarwoto mengatakan persiapan menuju teknologi 6G perlu dilakukan mulai sekarang. Dengan demikian, Indonesia memiliki waktu yang cukup untuk menyiapkan berbagai kebutuhan pendukung ketika teknologi tersebut mulai diterapkan secara global.

Meski demikian, persiapan menuju teknologi 6G tidak berarti mengesampingkan pembangunan jaringan 5G yang saat ini masih terus berkembang.

Kripto Kuantum dan NTN: Solusi Keamanan dan Konektivitas

Sementara itu, kripto kuantum adalah teknologi keamanan yang dirancang agar sistem enkripsi tetap aman ketika komputer kuantum sudah mampu memecahkan algoritma kriptografi yang digunakan saat ini.

Komputer kuantum ialah teknologi komputasi yang memanfaatkan prinsip-prinsip mekanika kuantum untuk memproses informasi. Berbeda dengan komputer konvensional yang menggunakan bit, bernilai 0 atau 1, komputer kuantum menggunakan qubit (quantum bit) yang dapat berada dalam kombinasi keadaan 0 dan 1 secara bersamaan (superposition) dan saling terhubung (entanglement), sehingga bisa menyelesaikan jenis perhitungan tertentu jauh lebih cepat.

Kemudian, dikutip dari laman 3GPP, NTN adalah jaringan atau segmen jaringan yang menggunakan Sistem Pesawat Tanpa Awak (UAS) yang beroperasi biasanya pada ketinggian antara 8 dan 50 km, termasuk Platform Ketinggian Tinggi (HAP) atau satelit dalam berbagai konstelasi untuk membawa node relai peralatan transmisi atau stasiun pangkalan.

Penguatan Data Center dan Ekosistem Digital

Dalam acara DTI-CX, Sarwoto juga mengatakan, kebutuhan penyimpanan dan pengelolaan data di Indonesia terus meningkat, tidak hanya berasal dari masyarakat, tetapi juga pemerintah. Oleh karena itu, kapasitas pusat data dinilai perlu terus diperkuat.

Sarwoto menambahkan, Indonesia harus mampu membangun ekosistem digital yang tidak hanya berkembang dari sisi teknologi, tetapi juga memiliki nilai strategis bagi kedaulatan bangsa.

Peran Energi dalam Pengembangan AI dan Data Center

Pada kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai pasokan energi menjadi faktor utama yang menentukan kemampuan Indonesia mengembangkan pusat data dan kecerdasan buatan atau AI.

Menurutnya, keunggulan sumber daya energi dan letak geografis Indonesia dapat menjadi modal untuk menjadikan Tanah Air sebagai pusat infrastruktur digital di kawasan ASEAN.

Airlangga mengatakan perkembangan AI, komputasi kuantum, dan ekonomi digital tidak hanya bergantung pada infrastruktur telekomunikasi, tetapi juga pada ketersediaan energi yang memadai. “Quantum computing dan AI tidak bisa didirikan tanpa tanah, tanpa air, dan tanpa energi,” kata dia.

Ia menjelaskan Indonesia memiliki keunggulan karena mempunyai beragam sumber energi domestik, mulai dari batu bara, tenaga air, panas bumi, hingga energi surya. Pemerintah juga mendorong pemanfaatan energi matahari melalui pembangunan pembangkit listrik tenaga surya yang didukung hilirisasi silika sebagai bahan baku panel surya.

Menurut Airlangga, pemerintah menargetkan pengembangan kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) hingga 100 gigawatt (GW). Salah satu skemanya ialah memanfaatkan lahan di sekitar 80 ribu desa untuk pembangunan pembangkit skala kecil yang terhubung melalui jaringan listrik pintar atau smart grid.

Ia menilai pembangunan smart grid dan interkoneksi listrik antarpulau menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan. Selama ini Indonesia telah

Frequently Asked Questions

What is Indonesia Dinilai Harus Adopsi 6G Kripto?

Indonesia Dinilai Harus Adopsi 6G Kripto is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Indonesia Dinilai Harus Adopsi 6G Kripto matter?

Indonesia Dinilai Harus Adopsi 6G Kripto matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Join the discussion