Skip to content
Teknologi

Infranexia Catatkan Lonjakan Pendapatan Pasca-Spin Off dari Telkom Group

Patricia Miller - wartanaya.com 4 mins read

Langkah strategis PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk dalam memisahkan bisnis dan aset wholesale fiber connectivity mulai memberikan hasil nyata. Tepatnya enam

Infranexia Catatkan Lonjakan Pendapatan Pasca-Spin Off dari Telkom Group

InfraNexia Tampil Kuat dengan Pertumbuhan Pendapatan Signifikan Setelah Pemisahan dari Telkom

Wartanaya.com – Langkah strategis PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk dalam memisahkan bisnis dan aset wholesale fiber connectivity mulai memberikan hasil nyata. Tepatnya enam bulan setelah proses pengalihan resmi dimulai pada 1 Januari 2026, PT Telkom Infrastruktur Indonesia atau yang dikenal sebagai InfraNexia berhasil mencatatkan peningkatan pendapatan yang menggembirakan.

Dari pelanggan yang berada di luar lingkaran TelkomGroup, pendapatan melonjak sebesar 31% secara tahunan dan menyentuh angka Rp 939 miliar pada semester pertama tahun ini. Angka ini menjadi sinyal positif bahwa pembentukan InfraNexia sebagai entitas khusus untuk mengelola infrastruktur digital telah berhasil menarik minat pasar eksternal.

Performa Keuangan Semester Pertama 2026

Secara total, InfraNexia berhasil meraup pendapatan sebesar Rp 7,7 triliun sepanjang semester I 2026. Meskipun sebagian besar pendapatan masih berasal dari ekosistem TelkomGroup, kontribusi dari pelanggan eksternal menunjukkan tren yang semakin menguat. Hal ini mencerminkan kepercayaan yang terus meningkat dari berbagai pihak, mulai dari operator telekomunikasi, penyedia layanan internet, perusahaan digital, hingga segmen korporasi terhadap layanan infrastruktur yang ditawarkan.

Dari sisi profitabilitas, perusahaan berhasil mencatatkan margin EBITDA sebesar 54,5% pada periode yang sama. Pencapaian ini tidak lepas dari disiplin operasional yang ketat, efisiensi biaya, digitalisasi proses bisnis, serta pengelolaan aset yang semakin terintegrasi.

Strategi Transformasi dan Fondasi Bisnis

Kinerja gemilang ini merupakan hasil dari rangkaian aksi korporasi yang dimulai sejak akhir tahun 2025. Pada 12 Desember 2025, pemegang saham independen Telkom dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) memberikan persetujuan untuk memisahkan sebagian bisnis dan aset Wholesale Fiber Connectivity ke InfraNexia.

Enam hari kemudian, tepatnya pada 18 Desember 2025, Telkom dan InfraNexia menandatangani akta pemisahan sebagai tindak lanjut persetujuan pemegang saham. Melalui transaksi tahap pertama ini, InfraNexia mendapatkan hak pengelolaan lebih dari 50% total aset jaringan fiber milik Telkom yang meliputi jaringan access, aggregation, backbone, serta berbagai infrastruktur pendukung lainnya. Nilai transaksi yang dicapai mencapai Rp 35,8 triliun.

Persetujuan tersebut menjadi fondasi bagi Telkom dalam menjalankan strategi transformasi TLKM 30. Tujuannya adalah membangun struktur usaha yang lebih fokus sekaligus mengoptimalkan pengelolaan aset infrastruktur digital yang dimiliki.

Pertumbuhan Operasional dan Visi Ke Depan

Dari perspektif operasional, segmen Wholesale Network yang terdiri dari Metronexia, Wavenexia, dan IP Nexia juga mengalami pertumbuhan pendapatan sebesar 12,7% secara tahunan. Peningkatan ini didorong oleh kebutuhan kapasitas jaringan inti yang semakin tinggi seiring akselerasi aktivitas digital di berbagai sektor.

Sementara itu, segmen FTTx dan Infrastructure Sharing terus diperkuat untuk mendorong model berbagi infrastruktur yang lebih efisien. Langkah ini sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dengan berbagai pelaku industri di Indonesia.

Direktur Utama InfraNexia, Lukman Hakim Abd. Rauf, menilai bahwa pertumbuhan pendapatan eksternal menunjukkan bahwa proses transformasi bisnis yang dijalankan perusahaan mulai meningkatkan daya saing. Dalam pernyataannya yang dikutip pada Rabu (5/8), ia menjelaskan:

“Selain memperbesar skala bisnis, fokus kami juga terus memastikan aset dan kapabilitas yang dimiliki dapat dikelola secara lebih produktif, efisien, dan relevan dengan kebutuhan industri.”

Sementara itu, Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, sebelumnya telah menyatakan bahwa pemisahan bisnis wholesale fiber merupakan bagian integral dari strategi transformasi perusahaan. Ia menekankan bahwa melalui InfraNexia sebagai entitas yang berfokus penuh pada pengelolaan dan pengembangan bisnis infrastruktur fiber, mereka dapat mempercepat penetrasi jaringan, meningkatkan tata kelola wholesale business model, dan membuka peluang kemitraan strategis yang mendukung pemerataan konektivitas digital nasional secara lebih efisien.

Sejak pengalihan sebagian bisnis dan aset tersebut efektif berlaku pada 1 Januari 2026, InfraNexia memasuki fase baru dengan skala operasi yang jauh lebih besar. Perusahaan kini berperan sebagai entitas yang mengelola infrastruktur digital TelkomGroup secara lebih fokus, sekaligus membuka peluang monetisasi aset dan kolaborasi dengan pelanggan eksternal.

Lukman menambahkan bahwa semester pertama 2026 menjadi periode penting bagi perusahaan untuk membangun fondasi sebagai penyedia infrastruktur digital yang semakin kompetitif. Ke depannya, InfraNexia akan terus memperkuat posisinya di pasar dengan memanfaatkan potensi pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.

Frequently Asked Questions

What is Infranexia Catatkan Lonjakan Pendapatan Pasca Spin?

Infranexia Catatkan Lonjakan Pendapatan Pasca Spin is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Infranexia Catatkan Lonjakan Pendapatan Pasca Spin matter?

Infranexia Catatkan Lonjakan Pendapatan Pasca Spin matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Join the discussion