Skip to content
Keuangan

Perkuat Bisnis Wealth Management, Bank Jago Bakal Rilis Produk Tabungan Emas

Patricia Thomas - wartanaya.com 4 mins read

PT Bank Jago Tbk (ARTO) tengah mempersiapkan langkah strategis guna memperkuat portofolio wealth management. Salah satu inisiatif yang akan segera

Perkuat Bisnis Wealth Management, Bank Jago Bakal Rilis Produk Tabungan Emas

Bank Jago Siapkan Produk Tabungan Emas Digital untuk Ekosistem Investasi

Wartanaya.com – PT Bank Jago Tbk (ARTO) tengah mempersiapkan langkah strategis guna memperkuat portofolio wealth management. Salah satu inisiatif yang akan segera diimplementasikan adalah peluncuran produk tabungan emas digital, yang diharapkan dapat memperluas alternatif investasi bagi para nasabah.

Layanan wealth management sendiri berfungsi sebagai solusi pengelolaan kekayaan yang memungkinkan nasabah mengembangkan aset melalui beragam instrumen investasi. Setiap produk yang ditawarkan disesuaikan dengan profil risiko serta tujuan keuangan individu.

Performa Keuangan yang Mengesankan

Merujuk pada laporan keuangan semester pertama tahun 2026, Bank Jago mencatatkan laba bersih setelah pajak sebesar Rp 189 miliar. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 49% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya mencapai Rp 127 miliar. Pertumbuhan laba tersebut didorong oleh ekspansi penyaluran kredit, penghimpunan dana pihak ketiga, serta perluasan basis nasabah.

Total aset perusahaan juga mengalami kenaikan hingga Rp 41,4 triliun pada akhir Juni 2026, tumbuh 28% secara tahunan dari Rp 32,4 triliun. Rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio tercatat stabil di angka 28,4%.

Dari sisi pendanaan, dana pihak ketiga mencapai Rp 27,6 triliun hingga akhir semester I 2026, naik 23% dari Rp 22,4 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Dana murah atau current account and savings account mendominasi dengan porsi 53% atau senilai Rp 14,6 triliun, sementara deposito berkontribusi 47% atau Rp 13,1 triliun.

Penyaluran kredit juga mencatatkan pertumbuhan 24% menjadi Rp 26,6 triliun dari Rp 21,4 triliun pada semester I 2025. Di tengah ekspansi tersebut, Bank Jago berhasil mempertahankan kualitas aset dengan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan gross sebesar 0,8%, lebih rendah dibandingkan rata-rata industri perbankan nasional.

Ekosistem Investasi yang Terus Berkembang

Nyoman Sukmawati, yang dikenal dengan panggilan Nyomi sebagai Head of Wealth Management Bank Jago, mengungkapkan bahwa hingga Juni 2026, aplikasi Bank Jago telah memiliki 14,7 juta pengguna. Dari total tersebut, sebanyak 3,6 juta nasabah telah terhubung dengan ekosistem investasi Bank Jago, yaitu Bibit dan Stockbit.

Nyomi menilai bahwa potensi pertumbuhan layanan investasi di Indonesia masih sangat luas. Pertumbuhan nasabah investasi pada tahun ini telah naik sekitar 20% dibandingkan tahun lalu yang mencapai 3 juta pengguna.

Ruang pertumbuhan yang besar, menurut dia, didukung oleh jumlah investor di Bursa Efek Indonesia yang kian banyak. Berdasarkan data BEI hingga semester pertama 2026, jumlah investor hampir mencapai 30 juta. Dari sini ARTO menangkap peluang membuka produk investasi di luar saham, reksadana dan obligasi yang telah ada.

“Kami sangat optimis melihat pertumbuhannya. Semakin banyak nanti nasabah yang juga akan mulai mencoba melihat, mendiversifikasi investasinya ke produk-produk seperti ini, reksadana, saham dan obligasi,” kata Nyomi dalam Forum Jurnalis Jagoan di Jakarta, Kamis (6/8).

Hingga semester pertama 2026, komposisi dana kelolaan atau asset under management nasabah di ekosistem tersebut didominasi saham dengan porsi 48,4%. Adapun reksa dana menyumbang 38,6% dan obligasi sekitar 13%.

Dari sisi aktivitas transaksi, saham juga menjadi instrumen yang paling aktif diperdagangkan dengan porsi 88% dari total volume transaksi. Sementara itu, reksa dana berkontribusi 11,9% dan sisanya berasal dari obligasi.

Eksplorasi Aset Emas Digital

Seiring meningkatnya minat investasi, ARTO juga mulai menyiapkan produk baru untuk memenuhi kebutuhan nasabah. Nyomi mengatakan, perseroan sedang melihat instrumen investasi lainnya yang tengah diminati masyarakat.

“Sebenarnya ada banyak yang lagi kita pelajari dan eksplorasi, tapi mungkin di beberapa pertemuan sebelumnya sudah pernah ada dimention juga ya, saat ini kita memang ada mengeksplor terutama di aset emas digital,” ujar Nyomi.

Dia mengatakan, ARTO secara rutin menghimpun masukan dari nasabah melalui berbagai kanal, termasuk media sosial. Berbagai masukan tersebut menjadi dasar perseroan dalam mengembangkan fitur maupun produk investasi baru.

Untuk perkembangan terbaru mengenai rencana peluncuran tabungan emas digital, Nyomi mengatakan hal itu masih dalam kajian internal, mencari mitra strategis serta menyelesaikan proses perizinan kepada regulator sebelum meluncurkan produk emas digital.

“Sesegera mungkin (peluncurannya),” kata Nyomi saat ditanya mengenai target peluncuran produk tersebut.

Frequently Asked Questions

What is Perkuat Bisnis Wealth Management Bank Jago?

Perkuat Bisnis Wealth Management Bank Jago is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Perkuat Bisnis Wealth Management Bank Jago matter?

Perkuat Bisnis Wealth Management Bank Jago matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Join the discussion