Skip to content
Bursa

Manajemen Ungkap Kabar Terbaru soal Rencana IPO Anak Usaha DEWA Gayo Mineral

Elizabeth Anderson - wartanaya.com 4 mins read

Manajemen PT Darma Henwa Tbk (DEWA) memberikan klarifikasi mengenai kabar terbaru seputar PT Gayo Resources Mineral (GMR) yang berencana menggelar initial

Manajemen Ungkap Kabar Terbaru soal Rencana IPO Anak Usaha DEWA Gayo Mineral

DEWA Berikan Pembaruan Terkait Rencana IPO PT Gayo Resources Mineral

Wartanaya.com – Manajemen PT Darma Henwa Tbk (DEWA) memberikan klarifikasi mengenai kabar terbaru seputar PT Gayo Resources Mineral (GMR) yang berencana menggelar initial public offering (IPO). Sebagai anak usaha DEWA yang berfokus pada sektor pertambangan emas dan tembaga, GMR berpusat di wilayah Aceh.

Ricardo Silaen, Direktur DEWA, mengonfirmasi bahwa GMR masih menjalani proses penyelesaian eksplorasi. Setelah tahapan ini selesai, perusahaan akan segera mencari pendanaan untuk mendukung pengembangan proyek yang sedang berjalan.

Belum Ada Jadwal Pasti untuk IPO

Meskipun IPO masuk dalam daftar opsi pendanaan, Ricardo menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada penentuan waktu yang pasti. “Untuk IPO belum ada timeline yang fixed,” ujarnya kepada Katadata.co.id pada Kamis (6/8).

GMR merupakan anak usaha yang sahamnya 99,75% dimiliki langsung oleh DEWA. Saat ini, perusahaan tersebut belum memasuki fase operasi komersial secara penuh.

Ricardo sebelumnya telah menyampaikan bahwa DEWA sedang menyiapkan pengembangan GMR sebagai proyek jangka menengah hingga panjang. Kebutuhan pendanaan untuk ekspansi serta monetisasi aset menjadikan IPO sebagai salah satu alternatif yang sedang dipertimbangkan.

“Salah satu metode untuk mengembangkan perusahaan adalah melalui funding. Untuk monetisasi, tentu saja IPO menjadi salah satu opsi yang sedang kami pertimbangkan,” ujar Ricardo dalam siaran YouTube Samuel Sekuritas bertajuk Prospek DEWA hingga IPO Anak Usaha, dikutip pada Jumat (10/4).

Nilai Aset GMR Mencapai Rp 7 Triliun

Ricardo menjelaskan bahwa GMR memegang izin usaha pertambangan (IUP) eksplorasi dengan luas area sekitar 34.550 hektare. Perseroan telah melaksanakan pengeboran di beberapa titik prioritas, termasuk kawasan Tengkereng Atas.

Berdasarkan hasil eksplorasi, DEWA telah melakukan penilaian aset melalui Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP). Nilai bruto (gross valuation) GMR diperkirakan mencapai Rp 7 triliun. Setelah dikurangi biaya akuisisi, liabilitas, dan penyesuaian aset lainnya, perseroan membukukan negative goodwill sebesar Rp 4,5 triliun.

Mukson Arif Rosyidi, Direktur sekaligus Corporate Secretary DEWA, pernah menyampaikan bahwa pengembangan GMR menuju tahap komersial memerlukan investasi yang signifikan. Oleh karena itu, perseroan mempertimbangkan berbagai sumber pendanaan eksternal.

“Salah satu opsi yang dipertimbangkan dalam sumber pendanaan adalah penawaran umum perdana (IPO) saham, sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku,” tulis Mukson dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Senin (20/4).

Mukson menambahkan bahwa IPO bukan satu-satunya opsi yang sedang dipertimbangkan. Perseroan juga mengkaji berbagai alternatif pendanaan lain. Hingga saat ini, belum ada keputusan maupun langkah konkret terkait pelaksanaan IPO GMR, termasuk target waktunya.

DEWA Perluas Portofolio Bisnis

Di sisi lain, DEWA mulai memperluas portofolio bisnis di luar usaha utamanya sebagai kontraktor pertambangan. Perseroan membentuk tiga anak usaha baru yang akan bergerak di bidang kelistrikan, infrastruktur kepelabuhanan, serta pariwisata dan perhotelan.

Ketiga entitas tersebut adalah PT DH Listrik, PT DH Infrastruktur, dan PT DH Arunika Hospitality. Langkah ini menjadi bagian dari strategi diversifikasi untuk menciptakan sumber pendapatan baru di luar bisnis kontraktor pertambangan batu bara dan mineral.

“Langkah ini diharapkan dapat mendukung keberlangsungan usaha (going concern) perseroan dalam jangka panjang dengan menciptakan sumber pendapatan baru, serta memperluas peluang dalam memperoleh proyek-proyek baru di masa mendatang,” tulis manajemen DEWA dalam keterbukaan informasi BEI yang dikutip Senin (20/7).

PT DH Listrik akan bergerak di bidang pembangkitan dan penyediaan tenaga listrik beserta kegiatan penunjangnya. Perusahaan ini dimiliki PT DH Investindo sebesar 99,9% dan PT Cipta Multi Prima sebesar 0,1%.

Sementara itu, PT DH Infrastruktur akan menjalankan usaha di bidang pelayanan kepelabuhanan, pergudangan, angkutan laut barang, serta jasa transportasi perairan dan darat. Struktur kepemilikan perusahaan ini sama dengan DH Listrik.

Adapun PT DH Arunika Hospitality akan mengembangkan bisnis pariwisata dan perhotelan, termasuk jasa pengelolaan hotel, penyediaan makanan dan minuman, jasa kebersihan, konsultasi manajemen, hingga penyediaan tenaga kerja. Anak usaha ini dimiliki langsung oleh DEWA sebesar 99,9% dan PT Cipta Multi

Frequently Asked Questions

What is Manajemen Ungkap Kabar Terbaru soal Rencana?

Manajemen Ungkap Kabar Terbaru soal Rencana is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Manajemen Ungkap Kabar Terbaru soal Rencana matter?

Manajemen Ungkap Kabar Terbaru soal Rencana matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Join the discussion