Skip to content
Nasional

Polisi Tangkap Pelaku Teror Ancaman Bom di SDN Srengseng Sawah

Lisa Davis - wartanaya.com 2 mins read

Polisi Tangkap Pelaku Teror Ancaman Bom di SDN Srengseng Sawah Polisi Tangkap Pelaku Teror Ancaman Bom - Tim kepolisian berhasil menangkap seorang pelaku

Polisi Tangkap Pelaku Teror Ancaman Bom di SDN Srengseng Sawah

Polisi Tangkap Pelaku Teror Ancaman Bom di SDN Srengseng Sawah

Polisi Tangkap Pelaku Teror Ancaman Bom – Tim kepolisian berhasil menangkap seorang pelaku teror yang mengancam bom di SDN Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Senin (13/7) pukul 15.00 WIB. Pelaku berinisial MY, seorang pria berusia 34 tahun, telah dibawa ke Polres Metro Jakarta Selatan sebagai tersangka dalam kasus ancaman bom tersebut. Pencarian terhadap individu ini dilakukan setelah sekolah menerima pesan ancaman melalui WhatsApp yang menyatakan rencana meledakkan 11 titik bom dalam hitungan detik.

Detail Kasus Ancaman Bom

Kasus ancaman bom di SDN Srengseng Sawah ini memicu kepanikan di kalangan siswa dan warga sekitar. Dalam pesan ancaman, pelaku menyatakan bahwa bom akan meledak dalam waktu singkat, sehingga menyebabkan aktivitas belajar mengajar terhambat. Dalam kondisi darurat, sekolah segera mengambil langkah pencegahan dengan meminta para siswanya pulang sementara waktu. Kejadian ini menjadi perhatian publik karena menyangkut lingkungan pendidikan yang seharusnya aman dan nyaman bagi anak-anak.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, memberikan keterangan bahwa polisi masih mengejar indikasi serta motif di balik tindakan teror tersebut. Tersangka MY tinggal di wilayah dekat SDN Srengseng Sawah dan dianggap memiliki hubungan langsung dengan ancaman bom yang dilakukan. Menurut Budi, proses penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan kebenaran informasi yang diterima oleh pihak sekolah.

Proses Penyelidikan oleh Polisi

Setelah pihak sekolah melaporkan ancaman bom ke Polsek Jagakarsa sekitar pukul 07.30 WIB, tim penyelidik langsung melakukan investigasi. Kompol Nurma Dewi, Kapolsek Jagakarsa, menjelaskan bahwa pesan ancaman diterima melalui media digital dan diteruskan ke unit kepolisian setempat. Polisi memeriksa kemungkinan pelaku teroris yang berada di sekitar area sekolah serta mencari tanda-tanda keberadaan bom.

Menurut Nurma, pelaku hanya menyatakan rencana meledakkan bom tanpa menyebutkan detail lebih lanjut seperti lokasi atau waktu pasti. Hal ini memperlihatkan bahwa tindakan teror tersebut dilakukan dengan cara sederhana, tetapi efeknya sangat signifikan. Dalam konferensi pers, Budi menegaskan bahwa polisi sedang memeriksa latar belakang dan alasan di balik kejadian tersebut. Motif pelaku pun masih menjadi fokus utama dalam penyelidikan.

“Kepolisian telah melakukan pemeriksaan terhadap pelaku untuk mengungkap motif teror serta berbagai indikasi lainnya. Saat ini, semua informasi masih dalam proses penyelidikan,” ujar Nurma. “Dengan adanya ancaman ini, kita menekankan pentingnya kewaspadaan di lingkungan sekolah agar tidak terjadi kejadian serius.”

Beberapa warga sekitar mengungkapkan kekhawatiran mereka terhadap keamanan sekolah. Sejumlah orang tua siswa menyatakan bahwa kejadian ini memengaruhi suasana belajar di sekolah dan membuat mereka lebih waspada. Selain itu, kejadian ini juga menjadi peringatan bagi pihak berwenang tentang pentingnya pengawasan terhadap aktivitas teroris di sekitar area pendidikan.

Join the discussion