Skip to content
Nasional

Nanik S Deyang Sebut Dirinya Diminta Prabowo Pimpin Dewan Pengawas BGN

Lisa Davis - wartanaya.com 2 mins read

Nanik S Deyang Sebut Dirinya menerima tawaran penting dari Presiden Prabowo Subianto untuk memimpin Dewan Pengawas Badan Gizi Nasional (BGN). Keputusan ini

Nanik S Deyang Sebut Dirinya Diminta Prabowo Pimpin Dewan Pengawas BGN

Nanik S Deyang Terima Tawaran Prabowo Jadi Ketua Dewan Pengawas BGN

Wartanaya.com – Nanik S Deyang Sebut Dirinya menerima tawaran penting dari Presiden Prabowo Subianto untuk memimpin Dewan Pengawas Badan Gizi Nasional (BGN). Keputusan ini muncul setelah ia resmi mengundurkan diri dari jabatan Kepala BGN. Meskipun meninggalkan posisi eksekutif, Nanik tetap akan berkontribusi dalam pengawasan lembaga tersebut melalui peran barunya.

Pengumuman ini disampaikan melalui akun Facebook pada Rabu, 22 Juli. Dalam pernyataannya, Nanik mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo menyetujui pengunduran dirinya namun sekaligus memberikan tugas baru yang sangat berarti. Tawaran untuk memimpin dewan pengawas menunjukkan kepercayaan tinggi dari pimpinan negara terhadap kapabilitas dan integritasnya.

“Presiden menyetujui (pengunduran diri), namun saya diminta tetap ikut mengawasi BGN,” kata Nanik dalam pernyataannya.

Motivasi Mundur dan Perjalanan Berobat

Nanik menjelaskan bahwa kondisi kesehatan menjadi faktor utama dalam keputusannya untuk mundur dari jabatan. Ia berencana melakukan perjalanan ke luar negeri pada hari yang sama untuk menjalani pengobatan intensif. Langkah ini diambil dengan tujuan agar proses pemulihan dapat berjalan optimal dan lebih efektif.

Menurut penjelasan yang disampaikan, keputusan untuk berobat ke luar negeri bukan karena meragukan kualitas tenaga medis Indonesia. Nanik telah menerima penjelasan medis lengkap mengenai kondisi arteri jantungnya yang mengalami sumbatan. Sumbatan tersebut terjadi akibat kombinasi kolesterol tinggi dan tekanan stres yang sangat berat selama menjalankan tugas.

“Saya sampai tidak bisa tidur kalau ingat ini duit negara, duit rakyat harus benar dijalankan dan tidak boleh saya kecolongan,” ujar Nanik.

Trauma dan Ancaman Selama Menjabat

Nanik mengakui bahwa program yang dipimpinnya melibatkan anggaran sangat besar, sehingga menimbulkan ketakutan dan trauma tersendiri. Selain itu, ia juga sering menerima ancaman terkait jabatannya. Demi menjaga kesehatan mental, ia bahkan telah membuang nomor ponsel yang biasa digunakannya selama masa jabatan.

Di tengah proses pemulihan, Nanik menyampaikan permohonan doa kepada masyarakat dan rekan-rekan agar pengobatannya berhasil. Ia juga memberikan perumpamaan yang menarik tentang kehidupan yang tidak selalu manis bagi mereka yang berada di posisi strategis.

“Bila Anda berselimut madu, maka jangan dikira Anda akan punya hidup yang manis, di situ Anda akan ‘diserang’ dari berbagai penjuru angin yang ingin menikmati madu yang Anda pegang,” kata dia.

Indikasi Calon Pengganti

Mengenai siapa yang akan menggantikan posisinya, Nanik memberikan petunjuk tanpa menyebutkan nama secara eksplisit. Ia menyebut sosok yang dekat dengannya dan mudah dijangkau sebagai calon pengganti yang potensial.

“Insyallah pengganti saya adalah ‘adik saya’, di mana saya bisa menjewer kalau misalnya terjadi hal-hal yang menyimpang,” katanya.

Dengan demikian, meskipun Nanik S Deyang resmi mengundurkan diri dari BGN, perannya sebagai Ketua Dewan Pengawas BGN yang dipimpinnya akan memastikan lembaga tersebut tetap mendapat pengawasan dari sosok yang familiar dan berpengalaman.

Join the discussion