Skip to content
Nasional

Latest Program: Buntut Lima Calon Manajer Meninggal, Kemenhan Hapus Latihan Militer Kopdes

Richard Jackson - wartanaya.com 2 mins read

Buntut Lima Calon Manajer Meninggal, Kemenhan Hapus Latihan Militer Kopdes Latest Program - Kementerian Pertahanan mengambil langkah untuk menghentikan

Latest Program: Buntut Lima Calon Manajer Meninggal, Kemenhan Hapus Latihan Militer Kopdes

Buntut Lima Calon Manajer Meninggal, Kemenhan Hapus Latihan Militer Kopdes

Latest Program – Kementerian Pertahanan mengambil langkah untuk menghentikan pelatihan militer yang melibatkan senjata dan taktik di program Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih. Keputusan ini diambil setelah lima calon manajer Kopdes meninggal dunia setelah mengikuti latihan tersebut.

Revisi Program SPPI

Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan menyatakan program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) telah diubah. Fokus utama kini adalah memberikan pendidikan dan pelatihan dalam lingkungan kelas, seperti mengenai nasionalisme, patriotisme, dan kedisiplinan.

“Durasi pendidikan juga dipersingkat. Sebelumnya, masa pelatihan mirip dengan komponen cadangan, yaitu sebulan. Kini, pendidikan bela negara diperpendek menjadi dua pekan,” ujar Donny di Gedung DPR, Rabu (1/7).

Pelatihan Manajerial dalam Dua Minggu

Donny menambahkan, dua minggu terakhir akan digunakan untuk melatih peserta SPPI dalam aspek manajerial. Menurutnya, durasi pelatihan ini akan disesuaikan dengan arah program masing-masing peserta.

Program Utama yang Menyerap Lulusan SPPI

Terdapat tiga program utama yang menjadi prioritas pemerintah dalam penerimaan lulusan SPPI, yaitu Makan Bergizi Gratis, Kopdes Merah Putih, dan Koperasi Nelayan Merah Putih. Setiap kementerian yang mengelola program tersebut akan menyediakan modul khusus untuk peserta.

“Meski tempat pelatihan tetap berlangsung di enam satuan pendidikan TNI, durasi pelatihan berubah,” tambahnya.

Penguatan Pemeriksaan Kesehatan

Donny juga berencana meningkatkan pengawasan terhadap layanan kesehatan di setiap satuan pendidikan. Saat ini, SPPI telah menyediakan dokter, perawat, tim medis, ambulans, serta standar prosedur operasi kesehatan di semua lokasi.

Investigasi Penyebab Kematian

Untuk mengetahui penyebab kematian lima peserta SPPI, Donny mengungkapkan akan dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Dua dari lima korban meninggal dikaitkan dengan penularan penyakit paru-paru.

“Kami ingin investigasi ini secepatnya rampung, karena hasilnya penting untuk memastikan pelaksanaan pendidikan berjalan lancar,” tuturnya.

Donny belum menentukan tenggat waktu pasti untuk menyelesaikan penyelidikan tersebut, meski diperkirakan akan selesai dalam waktu dekat.

Join the discussion