Dasco Bertemu Pegiat Antikorupsi, Terima Masukan soal Pencegahan Korupsi
Dasco Bertemu Pegiat Antikorupsi Terima berbagai masukan berharga dalam pertemuan yang diselenggarakan di Gedung DPR Senayan, Jakarta, pada hari Selasa, 21
Dasco Bertemu Pegiat Antikorupsi Terima Masukan Strategis untuk Pencegahan Korupsi
Wartanaya.com – Dasco Bertemu Pegiat Antikorupsi Terima berbagai masukan berharga dalam pertemuan yang diselenggarakan di Gedung DPR Senayan, Jakarta, pada hari Selasa, 21 Juli. Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menghadirkan sejumlah tokoh kunci dan founding fathers Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk membahas strategi pencegahan korupsi yang lebih komprehensif. Selain itu, pertemuan ini juga menjadi forum penting untuk menerima masukan terkait Rancangan Undang-Undang Perampasan Aset yang saat ini sedang dalam tahap pembahasan di parlemen.
Acara yang berlangsung dengan suasana kondusif ini menghadirkan peserta-peserta berkualitas dari berbagai sektor. Para tokoh yang hadir antara lain Erry Riyana Hardjapamekas dan Chandra M. Hamzah sebagai Founding Fathers KPK, Bambang Harymurti yang kini menjabat sebagai Komisaris Tempo, serta Metta Dharmasaputra selaku CEO Katadata. Kehadiran mereka menunjukkan pentingnya kolaborasi antara legislatif dan tokoh antikorupsi dalam memperkuat upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.
Masukan Penting tentang Pencegahan Korupsi dan RUU Perampasan Aset
Dalam pertemuan banyak hal yang disampaikan, terutama terkait langkah-langkah dan pencegahan korupsi yang di mana tujuan utama untuk meningkatkan daya guna dan hasil guna terhadap upaya pemberantasan tindak pidana korupsi dan memberikan efek jera yang optimal. Serta berbagai masukan yang berkaitan dengan RUU Perampasan Aset yang saat sedang dibahas di DPR RI.
Menurut Dasco, seperti yang diunggah di akun Instagram @sufmi_dasco, pertemuan ini juga menyoroti pentingnya strategi baru dalam pemberantasan korupsi yang lebih berkeadilan dan tepat sasaran. Pendekatan ini sejalan dengan prinsip-prinsip yang terkandung dalam United Nations Convention Against Corruption (UNCAC), sebuah perjanjian internasional antikorupsi yang telah diadopsi oleh PBB sejak tahun 2003. Strategi ini diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia dalam melawan korupsi secara global.
Metta Dharmasaputra menyampaikan bahwa para tokoh dalam pertemuan tersebut juga menekankan pentingnya peniadaan berbagai bentuk kriminalisasi serta adanya kepastian hukum. Hal ini sesuai dengan pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyatakan bahwa kepastian hukum merupakan faktor krusial untuk mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen. Dengan adanya kepastian hukum, investasi dan pertumbuhan ekonomi dapat berjalan lebih optimal.
Dasco menyampaikan rasa terima kasihnya atas masukan dan inspirasi yang diberikan oleh para tokoh. Ia berjanji akan memberikan yang terbaik bersama-sama untuk Indonesia. Komitmen ini menunjukkan keseriusan DPR dalam mendengarkan aspirasi masyarakat melalui para pegiat antikorupsi yang telah berkontribusi besar dalam sejarah pemberantasan korupsi di Indonesia.
Selain pertemuan dengan tokoh antikorupsi, dalam rapat paripurna DPR pada hari yang sama, Dasco memberikan izin kepada Komisi III DPR untuk melanjutkan pembahasan RUU Perampasan Aset selama masa reses. Pembahasan tersebut akan dilakukan sesuai dengan mekanisme yang berlaku, memastikan bahwa proses legislatif berjalan dengan tertib dan efektif.
Teman-teman para anggota DPR, untuk para anggota komisi yang dalam masa reses ingin membahas undang-undang seperti RUU Satu Data dan lain-lain, terutama untuk Komisi III yang sudah mengajukan izin untuk membahas UU Perampasan Aset, kami persilakan dalam masa reses asalkan meminta izin sesuai mekanisme yang berlaku.
Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa menargetkan agar pembahasan RUU Perampasan Aset dapat diselesaikan pada tahun ini. DPR juga membuka peluang untuk menggelar rapat pembahasan RUU tersebut selama masa reses mengingat RUU ini merupakan program prioritas untuk tahun 2026. Target ini menunjukkan ambisi DPR untuk menyelesaikan legislasi penting sebelum berakhirnya periode saat ini.
Tentu karena ini prioritas 2026, kami akan berusaha maksimal tahun ini kita selesaikan.
Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi Dasco dan DPR dalam memperkuat kolaborasi dengan pegiat antikorupsi. Dengan menerima masukan secara terbuka, diharapkan upaya pencegahan korupsi dapat berjalan lebih efektif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat Indonesia.
