Skip to content
Internasional

Trump Sebut AS Bakal Serang Pickaxe Mountain Iran, Dekat Fasilitas Nuklir Natanz

Anthony Rodriguez - wartanaya.com 2 mins read

Ketegangan antara Washington dan Teheran terus meningkat seiring pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada hari Selasa, tanggal 21 Juli. Dalam

Trump Sebut AS Bakal Serang Pickaxe Mountain Iran, Dekat Fasilitas Nuklir Natanz

Ketegangan AS-Iran Memuncak: Trump Umumkan Serangan ke Pickaxe Mountain

Wartanaya.com – Ketegangan antara Washington dan Teheran terus meningkat seiring pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada hari Selasa, tanggal 21 Juli. Dalam pengumumannya, Trump memastikan bahwa pasukan militernya akan segera melakukan serangan terhadap wilayah Pickaxe Mountain atau Gunung Beliung. Lokasi strategis ini terletak tidak jauh dari kompleks pengayaan uranium Natanz yang sempat mengalami kerusakan signifikan sebelumnya.

Konteks Eskalasi Militer

Pernyataan tersebut muncul di tengah situasi ketegangan yang semakin memanas. Sebelumnya, angkatan udara AS telah melaksanakan serangkaian serangan selama sepuluh malam berturut-turut ke wilayah Iran. Serangan-serangan ini bertujuan melemahkan kemampuan militer Iran dalam mengancam jalur pelayaran vital di Selat Hormuz.

Eskalasi ini bermula setelah tiga personel militer Amerika Serikat kehilangan nyawa akibat serangan jarak jauh dari Iran. Dua prajurit tewas di Yordania, sementara satu lainnya meninggal dunia di Irak.

Pentingnya Pickaxe Mountain

Pickaxe Mountain dikenal sebagai kawasan pertahanan yang sangat kuat dengan dua kompleks terowongan bawah tanah yang sangat dalam. Para ahli menilai fasilitas yang terhubung dengan program nuklir Iran ini berada di luar jangkauan bom penghancur bunker paling canggih milik Amerika Serikat. Namun, Trump menegaskan bahwa kawasan tersebut kini menjadi target utama dalam operasi militer AS.

Trump bersumpah untuk membalas kematian para prajurit tersebut dan menyatakan bakal menghantam Iran dengan sangat keras.

Konfirmasi Korban dan Target Serangan

Departemen Pertahanan AS atau Pentagon mengonfirmasi identitas dua prajurit yang gugur dalam serangan Iran terhadap Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Yordania. Mereka adalah Prajurit Dua Isabella Gonzales berusia 19 tahun dan Letnan Satu Tyler James Feehan berusia 25 tahun.

Sementara itu, Komando Pusat AS atau Centcom melaporkan bahwa serangan udara Washington sejauh ini menyasar berbagai titik vital. Target-target tersebut meliputi pusat komando, fasilitas pertahanan maritim, situs peluncuran rudal dan pesawat nirawak, serta sistem pertahanan udara Iran.

Respons Iran dan Eskalasi Regional

Serangan malam sebelumnya dilaporkan menghantam sejumlah kota penting di Iran, termasuk Tabriz, Chabahar, Konarak, Bandar Mahshahr, dan Bandar Imam Khomeini.

Menanggapi gelombang serangan udara AS, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa negaranya kini berada dalam kondisi perang berskala penuh melawan Amerika Serikat. Kantor berita resmi Iran, IRNA, melaporkan bahwa pihak Teheran merespons serangan AS dengan menyerang kapal-kapal tanker minyak di Selat Hormuz serta menargetkan aset-aset militer Amerika di Bahrain dan Kuwait.

Ketegangan tersebut juga meluas ke negara-negara tetangga di kawasan Timur Tengah. Militer Yordania mengonfirmasi telah menembak jatuh beberapa rudal Iran yang melintas di wilayah udaranya. Sementara Angkatan Bersenjata Kuwait dan Bahrain melaporkan berhasil mencegat dan mengantisipasi ancaman serangan drone Iran.

Meskipun kesepakatan gencatan senjata sebelumnya telah berakhir dan aksi saling balas terus berlangsung di kawasan Selat Hormuz, saluran diplomatik antara kedua pihak dilaporkan belum sepenuhnya terputus. Pesan-pesan diplomatik masih terus dipertukarkan oleh AS dan Iran melalui negara-negara perantara.

Join the discussion