Skip to content
Internasional

New Policy: RI Cuma Kirim Dubes Hadiri Pemakaman Khamenei, Dino: Menyepelekan Undangan

Richard Wilson - wartanaya.com 3 mins read

Khamenei, Dino Soroti Kebijakan Baru New Policy kembali menjadi sorotan setelah Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal mengkritik kebijakan luar

New Policy: RI Cuma Kirim Dubes Hadiri Pemakaman Khamenei, Dino: Menyepelekan Undangan

RI Kirim Dubes ke Pemakaman Khamenei, Dino Soroti Kebijakan Baru

New Policy kembali menjadi sorotan setelah Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal mengkritik kebijakan luar negeri yang diterapkan pemerintah Indonesia. Dalam pernyataannya, Dino menyoroti bahwa pengiriman duta besar (dubes) sebagai satu-satunya perwakilan resmi ke pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dianggap sebagai tindakan yang kurang menghormati undangan dari Iran. Pemakaman tersebut berlangsung pada Kamis (9/7), dan Dino menegaskan bahwa kebijakan ini menunjukkan kurangnya komitmen Indonesia dalam menjaga hubungan diplomatik.

Kritik Dino terhadap Kebijakan Baru

Dino menilai bahwa kebijakan baru ini mencerminkan sikap lembih santai dalam menangani urusan internasional. Menurutnya, Indonesia seharusnya menunjukkan komitmen yang lebih kuat dengan mengirimkan perwakilan tingkat tinggi, seperti menteri atau wakil menteri, ke acara penghormatan tersebut. “Negara lain tidak ragu mengirimkan delegasi resmi hingga tingkat menteri, sementara kita hanya mengirimkan dubes,” ujarnya. Kritik ini muncul setelah kebijakan baru yang dijalankan Indonesia dianggap menyepelekan undangan resmi dari Iran, yang sebelumnya telah memberikan ajakan untuk menghadiri pemakaman Khamenei.

“Jangan sampai kita selalu lantang bicara tentang kebebasan beraktif, tapi bersembunyi begitu diminta menentukan sikap dalam situasi yang sensitif,” lanjut Dino dalam pernyataannya di Instagram. Pernyataan ini menggambarkan ketidakpuasan atas kebijakan luar negeri yang dianggap tidak konsisten dengan nilai-nilai yang selama ini dianut oleh Indonesia.

Kebijakan baru ini juga mencuri perhatian karena menjelma menjadi simbol dari perubahan pola hubungan diplomasi Indonesia. Dino menyoroti bahwa pengutusan dubes sebagai satu-satunya perwakilan dalam pemakaman Khamenei menunjukkan bahwa Indonesia mungkin memprioritaskan kepentingan domestik atau hubungan dengan negara-negara lain yang lebih dominan. “RI harus konsisten dalam memperkuat kemitraan dengan negara-negara Muslim,” imbuhnya. Hal ini mengingat bahwa Indonesia adalah salah satu negara berpenduduk mayoritas Muslim yang terbesar di dunia.

Respons Pemerintah dan Konteks Internasional

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Yvonne Wewengkang, menjelaskan bahwa undangan pemakaman Khamenei diterima pekan lalu, Kamis (2/7). Dalam keterangan resmi, Yvonne menyatakan bahwa pemerintah Indonesia menghargai kehadiran dubes di acara penghormatan tersebut. “Pemerintah Iran mengapresiasi kehadiran dubes RI dalam pemakaman ini,” tulisnya. Meski demikian, respons ini dinilai kurang memenuhi ekspektasi Dino, yang menginginkan perwakilan resmi lebih tinggi.

“Pada 4 Juli 2026 pagi waktu Teheran, dubes RI hadir dalam acara penghormatan dan doa bersama bagi jenazah almarhum yang disemayamkan di Grand Mosalla, Teheran,” tambah Yvonne. Ini menunjukkan bahwa meski ada perubahan dalam kebijakan baru, Indonesia tetap menjaga komunikasi dengan Iran, meski dalam skala yang lebih sederhana.

Rangkaian upacara penghormatan terhadap Ayatollah Khamenei berlangsung hampir selama seminggu, dari 3 hingga 9 Juli 2026. Pemakaman resmi diadakan pada hari terakhir, Kamis (9/7), yang menandai akhir dari rangkaian acara tersebut. Dino menilai bahwa kebijakan baru ini mungkin akan berdampak pada hubungan Indonesia dengan negara-negara Islam lainnya, terutama jika tidak disertai dengan upaya memperkuat koordinasi diplomatik.

Sementara itu, Pakistan dan beberapa negara lain di Asia Tenggara, seperti Malaysia, berencana mengirimkan perwakilan resmi seperti presiden atau menteri. Dino mengkritik bahwa Indonesia menjadi satu-satunya negara berpenduduk mayoritas Muslim yang belum mengirimkan delegasi tingkat tinggi. “Ini bisa menjadi langkah strategis untuk menunjukkan penghargaan terhadap hubungan dengan Iran,” katanya. Namun, menurut Dino, tindakan ini justru menunjukkan kebijakan luar negeri yang berubah dari konsisten menjadi lebih fleksibel.

Kebijakan baru yang diimplementasikan Indonesia dalam pemakaman Khamenei menjadi bukti bahwa pemerintah sedang mencoba menyesuaikan strategi diplomasi dengan kepentingan politik dan ekonomi yang lebih luas. Meski kehadiran dubes dianggap kurang memadai oleh Dino, Kemlu tetap menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kemitraan dengan Iran. Namun, kritik terhadap kebijakan baru ini menunjukkan bahwa masih ada ruang untuk meningkatkan keberhasilan diplomasi Indonesia dalam konteks global.

Join the discussion