Skip to content
Internasional

Jejak Karier PM Baru Inggris Andy Burnham: Menkes hingga Wali Kota Manchester

Matthew Smith - wartanaya.com 3 mins read

Andy Burnham resmi dilantik sebagai Perdana Menteri Inggris, menandai akhir dari kepemimpinan Keir Starmer yang telah memimpin negara tersebut sejak 2024

Jejak Karier PM Baru Inggris Andy Burnham: Menkes hingga Wali Kota Manchester

Jejak Karier PM Baru Inggris Andy Burnham: Dari Menkes ke Manchester

Wartanaya.com – Andy Burnham resmi dilantik sebagai Perdana Menteri Inggris, menandai akhir dari kepemimpinan Keir Starmer yang telah memimpin negara tersebut sejak 2024. Proses pelantikan berlangsung pada Senin, 20 Juli, ketika sang politikus Partai Buruh menerima undangan dari Raja Charles III menuju Istana Buckingham. Langkah selanjutnya adalah pembentukan kabinet baru untuk menghadapi berbagai tantangan nasional.

Sehari kemudian, tepatnya Selasa 21 Juli, Burnham mengumumkan susunan kabinetnya. Dalam pidato perdananya, ia menyampaikan komitmen untuk melakukan transformasi besar bagi Inggris.

“Kami akan menjadikan momen ini sebagai titik balik bagi Inggris, menghadirkan perubahan terbesar dalam 40 tahun terakhir,” ujar Burnham seperti dilaporkan Antara pada hari Selasa.

Naiknya Burnham ke posisi tertinggi eksekutif ini tidak lepas dari tekanan yang terus meningkat terhadap Starmer. Sebagai pemimpin baru, ia harus menghadapi berbagai tantangan kompleks, termasuk pertumbuhan ekonomi yang belum sesuai target dan polarisasi politik yang semakin tajam di kalangan masyarakat.

Perjalanan Hidup dan Pendidikan

Politikus kelahiran Aintree, Lancashire pada 7 Januari 1970 ini memiliki latar belakang keluarga yang sederhana. Ayahnya bekerja sebagai teknisi telepon, sementara ibunya bertugas sebagai resepsionis di sebuah fasilitas kesehatan. Perjalanan hidup yang humble ini membentuk karakter politikus yang dikenal dekat dengan rakyat kecil.

Burnham menyelesaikan pendidikan sarjana sastra Inggris di Fitzwilliam College, Universitas Cambridge. Setelah lulus, ia memulai karier sebagai jurnalis di majalah Tank World antara tahun 1991 hingga 1994. Publikasi tersebut fokus membahas kapal tanker dan sistem transportasi intermodal, pengalaman yang kelak menjadi fondasi kariernya.

Karier Politik Menuju Puncak

Setelah berkarier di dunia jurnalistik, Burnham beralih menjadi periset untuk Tessa Jowell, seorang anggota parlemen dari Partai Buruh. Pada tahun 1995, ia resmi bergabung dengan Serikat Pekerja Transportasi dan Umum. Dua tahun kemudian, tepatnya 1998, ia dipercaya menjadi penasihat Chris Smith, Menteri Kebudayaan, Media, dan Olahraga Inggris.

Pengalaman sebagai penasihat menjadi batu loncatan bagi Burnham untuk terjun ke kancah politik. Pada tahun 2001, ia berhasil terpilih sebagai anggota parlemen. Karier politiknya terus melaju pesat, dan pada tahun 2006, di bawah pemerintahan Tony Blair, ia diangkat menjadi Menteri Muda dengan tanggung jawab khusus atas Undang-Undang Kartu Identitas.

Perubahan kepemimpinan nasional juga memengaruhi jalur karier Burnham. Pada tahun 2008, ia menjabat sebagai Menteri Negara untuk Kebudayaan, Media dan Olahraga di era Gordon Brown. Hanya dalam satu tahun, ia kembali mendapat promosi menjadi Menteri Kesehatan Inggris pada tahun 2009. Jejak Karier PM Baru Inggris ini menunjukkan konsistensi dalam meningkatkan posisi strategis.

Saat memegang jabatan Menkes, Burnham aktif mengoordinasikan respons terhadap wabah flu babi dan mengawasi program vaksinasi H1N1. Namun, setelah Partai Buruh kalah dalam Pemilihan Umum 2010, ia kembali ke posisi oposisi. Ia sempat mencoba meraih posisi Ketua Umum Partai Buruh, namun harus mengakui kekalahan dari Ed Milliband.

Masa Kepemimpinan di Manchester

Sebelum kembali ke tingkat nasional, Burnham menjalani periode panjang di tingkat lokal. Ia menjadi anggota kabinet bayangan Partai Buruh di parlemen selama kepemimpinan Ed Milliband (2010-2015) dan Jeremy Corbyn (2015-2017). Pada tahun 2017, ia mengikuti kompetisi politik lokal dan berhasil memenangkan posisi Wali Kota Manchester Raya.

Wilayah yang dipimpinnya mencakup Kota Manchester dan sembilan distrik di sekitarnya. Selama masa jabatannya, Burnham dikenal karena reformasi transportasi umum melalui inisiatif Bee Network. Sistem bus dikembalikan ke model waralaba dan diintegrasikan dengan kereta lokal serta trem, menawarkan tarif yang lebih terjangkau bagi masyarakat.

Di bidang sosial, ia meluncurkan program A Bed Every Night yang menyediakan tempat tidur darurat bagi kaum tunawisma. Program ini kemudian diperluas dengan memberikan solusi perumahan permanen bagi mereka yang membutuhkan. Prestasi di Manchester menjadi modal penting dalam Jejak Karier PM Baru Inggris.

Kembali ke Panggung Nasional

Memasuki tahun 2026, nama Burnham mulai menjadi sorotan sebagai calon potensial pengganti PM Inggris. Popularitas Keir Starmer terus menurun, membuka peluang bagi Burnham untuk kembali ke pusat kekuasaan. Pada Mei 2026, ia memutuskan untuk mengikuti pemilihan sela di wilayah Makerfield, langkah yang diambil setelah Starmer mengumumkan pengunduran dirinya sebagai PM.

Burnham berhasil memenangkan pemilihan sela tersebut dan dinyatakan memenuhi syarat untuk mengikuti pemilihan pimpinan Partai Buruh. Kemenangan ini sekaligus menjadikannya calon Perdana Menteri Inggris berikutnya. Dengan pengalaman yang luas, dari Menkes hingga Wali Kota Manchester, Burnham siap memimpin Inggris ke era baru.

Join the discussion