Skip to content
Energi Baru

Special Plan: Bisnis Surya Pertamina NRE Tancap Gas di Filipina

Lisa Davis - wartanaya.com 3 mins read

Bisnis Surya Pertamina NRE Berjalan Lancar di Filipina Special Plan - Dalam upaya memperkuat keberadaannya di pasar energi hijau internasional, Pertamina New

Special Plan: Bisnis Surya Pertamina NRE Tancap Gas di Filipina

Bisnis Surya Pertamina NRE Berjalan Lancar di Filipina

Special Plan – Dalam upaya memperkuat keberadaannya di pasar energi hijau internasional, Pertamina New and Renewable Energy (NRE) melalui Special Plan bergerak cepat dalam mengembangkan proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Filipina. Kemitraan strategis dengan Citicore Renewable Energy Corporation (CREC) telah mempercepat pembangunan infrastruktur energi bersih, dengan kapasitas PLTS yang diusahakan bersama mencapai 1,2 gigawatt (GW) hingga saat ini. Target pertumbuhan industri surya di sana pun meningkat, diharapkan mencapai 2,4 GW akhir tahun ini, yang menunjukkan komitmen Pertamina NRE untuk menghadirkan solusi energi berkelanjutan di wilayah Asia Tenggara.

Strategi Ekspansi dan Kolaborasi dalam Special Plan

Kemitraan Pertamina NRE dan CREC semakin menguatkan visi ekspansi energi terbarukan di Filipina. Dengan mengakuisisi 20 persen saham CREC pada Juni 2025 sebesar US$120 juta, Pertamina NRE memperkuat posisinya sebagai mitra kunci dalam program Green Energy Auction Program (GEAP) yang dikelola Departemen Energi Filipina. Program ini memungkinkan sektor swasta mengakses dana besar untuk proyek PLTS, yang sejalan dengan tujuan Special Plan Pertamina NRE untuk mempercepat transisi ke energi bersih.

“Kapasitas PLTS yang sudah kita bangun bersama sekarang ada di angka 1,2 GW. Tahun ini, kita berharap tambahan sekitar 1,2 GW, sehingga bisa mencapai 2,4 GW akhir tahun,” ujar John Anis, CEO Pertamina NRE, dalam Indonesia Solar Summit 2026, Selasa (14/7).

Pernyataan ini menggarisbawahi keberhasilan Special Plan dalam mempercepat progres proyek energi surya di Filipina, di mana Pertamina NRE berperan aktif dalam menciptakan ekosistem yang stabil untuk investasi energi hijau. Kolaborasi ini tidak hanya menguntungkan CREC, tetapi juga meningkatkan kapasitas Pertamina NRE di pasar internasional.

Perkembangan Infrastruktur Energi di Filipina

Selain proyek PLTS, Special Plan Pertamina NRE juga mendorong pengembangan teknologi dan manajemen energi terbarukan di Filipina. Dengan dukungan pemerintah setempat, CREC telah menerima sejumlah besar kontrak lelang yang berkontribusi pada peningkatan kapasitas energi terbarukan nasional. Program GEAP menjadi pilar utama bagi ekspansi ini, karena menyediakan mekanisme transparan dan berkelanjutan untuk pembangunan infrastruktur hijau.

“Pertamina NRE percaya bahwa Special Plan akan menjadi fondasi untuk pengembangan energi surya di Filipina dan Asia Tenggara secara keseluruhan,” tambah John Anis.

Ia menekankan bahwa strategi ini menekankan keberlanjutan lingkungan, efisiensi biaya, serta keandalan pasokan energi. Kehadiran Pertamina NRE di Filipina juga menambah daya saing industri lokal, seiring dengan peningkatan permintaan energi bersih di tengah upaya pemerintah untuk menurunkan emisi karbon.

Target Kinerja dan Potensi Pasar

Dalam lima tahun terakhir, CREC mencatat peningkatan kapasitas energi terbarukan hingga sekitar 1 GW per tahun, yang jauh lebih cepat dari proyeksi awal. Ini membuktikan bahwa pasar energi hijau di Filipina terus berkembang, dengan Special Plan menjadi faktor pendorong utama. Pertamina NRE optimis bahwa kolaborasi ini akan mempercepat pematangan industri, seiring dengan adanya kebijakan yang mendukung keberlanjutan lingkungan.

Perusahaan juga menyoroti pentingnya sistem tarif yang kompetitif sebagai salah satu keunggulan pasar Filipina. Hal ini memungkinkan proyek PLTS tumbuh pesat, dengan modal yang berasal dari kebijakan pemerintah serta investasi swasta. Dalam konteks Special Plan, Pertamina NRE menekankan bahwa peningkatan kapasitas ini adalah langkah strategis untuk memperkuat keberlanjutan industri di tingkat global.

Proyek Domestik dan Harapan Masa Depan

Sementara itu, Pertamina NRE masih fokus pada pengembangan PLTS di Indonesia sebelum memperluas operasi ke luar negeri. Saat ini, kapasitas PLTS nasional mencapai 50-60 megawatt (MW), terutama berupa proyek captive di lingkungan Pertamina. Fasilitas berkapasitas 26 MW di Pertamina Hulu Rokan menjadi salah satu contoh keberhasilan dalam pemanfaatan energi surya di dalam negeri.

“Pabrik panel surya sudah ada di Cikarang, Jawa Barat, tapi kami masih menunggu momentum pasar yang lebih stabil,” kata John Anis.

Ia menyoroti bahwa keberhasilan Special Plan di Filipina berpotensi menjadi model bagi pengembangan energi terbarukan di Indonesia, terutama dalam menghadapi tantangan pasar yang terus berubah. Pertamina NRE juga mengharapkan kepastian hukum dan insentif pemerintah menjadi pendorong utama pertumbuhan industri energi hijau nasional.

Dengan Special Plan sebagai strategi inti, Pertamina NRE optimis bahwa progres di Filipina akan mempercepat pengembangan PLTS di dalam negeri. Kehadiran perusahaan di luar negeri, khususnya di Filipina, menjadi bukti bahwa Indonesia mampu berkontribusi dalam keberlanjutan energi global. Proyek ini tidak hanya memperkuat kemitraan dengan CREC, tetapi juga menunjukkan komitmen Pertamina NRE untuk menjadi pemain utama dalam industri energi bersih.

Join the discussion