Tiga Dekade Mengabdi – Gajah Jinak Indra di Taman Nasional Way Kambas Mati
Tiga Dekade Mengabdi, Gajah Jinak Indra di Taman Nasional Way Kambas Mati Tiga Dekade Mengabdi - Balai Taman Nasional Way Kambas (TNWK) mengumumkan duka cita
Tiga Dekade Mengabdi, Gajah Jinak Indra di Taman Nasional Way Kambas Mati
Tiga Dekade Mengabdi – Balai Taman Nasional Way Kambas (TNWK) mengumumkan duka cita atas meninggalnya gajah jinak bernama Indra, yang telah mengabdikan diri selama lebih dari tiga dekade dalam upaya menjaga konservasi gajah sumatra di Lampung.
Indra, seekor gajah jantan berusia 42 tahun, lahir di Desa Karang Sari, Lampung Timur, dan bergabung dengan Pusat Latihan Gajah TNWK sejak 1995. Sebagai hewan yang terlibat dalam berbagai misi konservasi, Indra menjadi simbol keberhasilan program perlindungan satwa di kawasan tersebut.
Kematian Akibat Cedera Lama
Kematian Indra disinyalir dipicu oleh kondisi kesehatan yang memburuk sejak kecelakaan yang dialaminya pada tahun 2017. Saat kejadian, kendaraan yang membawanya mengalami kecelakaan lalu lintas, menyebabkan trauma fisik berat pada hewan tersebut.
“Dedikasinya dalam berbagai kegiatan lapangan dan penanganan konflik satwa liar telah memberikan kontribusi nyata,” ujar Zaidi, dikutip dari keterangan resmi pada Jumat (26/6).
Sejak cedera, Indra diangkat dari tugas di lapangan. “Tim dokter hewan dan perawat satwa di TNWK memberikan perawatan intensif, terapi, serta pemantauan harian untuk menjaga kualitas hidupnya. Namun kondisi fisiknya terus menurun seiring bertambah usia,” tambah Zaidi.
Indra dikenal sebagai hewan yang memiliki ketangguhan dan semangat kerja tinggi. Ia berperan dalam berbagai operasi penting di medan lapangan, mulai dari evakuasi gajah liar, patroli perlindungan kawasan, hingga mitigasi konflik antara satwa dan manusia.
Kecelakaan yang Memulai Penurunan Kondisi
Kecelakaan pada 2017, saat Indra sedang menangani konflik satwa di Kawasan Taman Nasional Bukit Barisan, mengakibatkan kerusakan pada tulang belakang. Dugaan medis menyebutkan adanya gangguan pada bagian tersebut, yang secara bertahap mengganggu kemampuannya bergerak.
Pada hari Minggu (21/6) siang, Indra melakukan mandi rutin di area rawa. Saat akan dibawa ke kandang, hewan tersebut tiba-tiba jatuh dan tidak bisa berdiri lagi.
Tim darurat langsung mengambil tindakan mahout Siswo bersama tim penyelamat dan bantuan gajah jinak lainnya. Meski sempat diangkat ke posisi duduk beberapa menit, Indra kembali jatuh karena kelelahan berlebihan.
Karena kondisi tubuh yang rapuh dan medan rawa yang sulit, tim dokter hewan melakukan evakuasi darurat secara intensif di lokasi. Setelah berjuang lebih dari 20 jam, Indra dinyatakan wafat pada Senin (22/6) p
