Net Sell Asing Rp 80 Triliun Ytd, Kapan Capital Outflow di RI Bakal Mereda?
Investor asing terus melakukan aksi jual bersih di bursa saham Tanah Air. Namun, para ahli meyakini bahwa tekanan capital outflow bisa berkurang jika siklus
Arus Modal Keluar dari Indonesia Diprediksi Mulai Mereda
Wartanaya.com – Investor asing terus melakukan aksi jual bersih di bursa saham Tanah Air. Namun, para ahli meyakini bahwa tekanan capital outflow bisa berkurang jika siklus kebijakan moneter ketat di negara-negara maju mulai menunjukkan tanda-tanda berakhir.
Istilah hawkish merujuk pada sikap bank sentral yang mempertahankan pendekatan moneter ketat. Langkah ini biasanya berupa kenaikan atau penahanan suku bunga pada level tinggi guna mengendalikan inflasi. Kebijakan semacam itu membuat investor lebih waspada karena likuiditas menyusut dan biaya pinjaman melonjak, sehingga mengurangi ketertarikan terhadap aset berisiko termasuk saham.
Dari awal tahun hingga sesi perdagangan hari Selasa (28/7), investor asing telah mencatatkan aksi jual bersih senilai Rp 80 triliun. Hanya pada perdagangan hari ini, angka net sell mencapai Rp 1,1 triliun.
Faktor Global dan Domestik Berperan Penting
Nafan Aji Gusta Utama, Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, menjelaskan bahwa capital outflow berpotensi mereda apabila pasar mendapatkan kepastian bahwa fase hawkish global benar-benar telah usai.
Menurutnya, ketika bank sentral utama khususnya Federal Reserve (The Fed) di Amerika Serikat mulai beralih ke kebijakan yang lebih akomodatif, selisih imbal hasil antara negara maju dan berkembang akan kembali menarik. Situasi ini bisa mendorong modal asing mengalir masuk ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.
“Namun demikian, saya melihat faktor domestik juga sama pentingnya,” ujar Nafan kepada Katadata.co.id, Selasa (28/7).
Nafan menambahkan bahwa investor asing tidak hanya memperhatikan arah suku bunga global. Mereka juga menyoroti stabilitas nilai tukar rupiah, prospek pertumbuhan ekonomi, konsistensi kebijakan pemerintah, likuiditas pasar, serta perkembangan reformasi di pasar modal Indonesia.
Oleh karena itu, berakhirnya fase hawkish memang menjadi katalis positif, namun belum tentu secara otomatis menghentikan capital outflow jika faktor-faktor domestik belum sepenuhnya mendukung.
Volatilitas Masih Berlanjut dalam Jangka Pendek
Ia memperkirakan volatilitas arus dana asing masih akan berlanjut dalam jangka pendek. Meski begitu, jika ketidakpastian global mulai mereda dan fundamental ekonomi Indonesia tetap terjaga, peluang terjadinya net foreign inflow akan semakin besar pada paruh kedua tahun ini.
Pada pekan ini, pelaku pasar tengah menantikan keputusan moneter The Fed. Imbasnya investor bersikap lebih berhati-hati dalam menentukan keputusan investasi. Bloombergs Economics memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga, tetapi menyampaikan nada yang lebih Hawkish.
“Kami memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga dengan nada hawkish. Gubernur Kevin Warsh kemungkinan menegaskan inflasi masih tertalu tinggi dan tetap membuka peluang kenaikan suku bunga pada September, meski data inflasi Juni yang lebih lemah diperkirakan cukup mencegah kenaikan bulan ini,” kata dia.
Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id
