BUMI Ungkap Progres Akuisisi Perusahaan Tambang Loyal Metals Australia
PT Bumi Resources Tbk, perusahaan konglomerasi yang berada di bawah naungan Grup Bakrie–Salim, melaporkan peningkatan signifikan pada kinerja keuangan periode
Performa Keuangan BUMI Menguat, Akuisisi Loyal Metals Terus Berjalan
Wartanaya.com – PT Bumi Resources Tbk, perusahaan konglomerasi yang berada di bawah naungan Grup Bakrie–Salim, melaporkan peningkatan signifikan pada kinerja keuangan periode paruh pertama tahun 2025. Pendapatan perusahaan tercatat melonjak sebesar 27,9 persen secara tahunan, menyentuh level US$ 866,8 juta atau setara Rp 1,55 triliun. Angka ini meningkat dari US$ 677,9 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Kenaikan pendapatan tersebut diiringi dengan naiknya beban pokok operasional menjadi US$ 720,8 juta, dibandingkan US$ 570,9 juta sebelumnya. Laba usaha pun mengalami pertumbuhan pesat sebesar 50,3 persen, mencapai US$ 83,1 juta dari US$ 55,3 juta. Margin operasional juga membaik menjadi 9,6 persen, naik dari 8,2 persen pada tahun lalu.
Secara lebih spesifik, laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk melesat tajam hingga 188,4 persen, mencapai US$ 58,9 juta dari US$ 20,4 juta pada paruh pertama 2025. Pertumbuhan ini didorong oleh kombinasi faktor peningkatan volume produksi dan penjualan, perbaikan harga jual, serta efisiensi operasional yang lebih baik.
Detail Akuisisi Loyal Metals Ltd
Selain penguatan fundamental keuangan, BUMI juga terus menggenjot progres akuisisi terhadap Loyal Metals Ltd, perusahaan pertambangan asal Australia yang bergerak di sektor mineral emas dan tembaga. Direktur BUMI, RA Sri Dharmayanti, mengonfirmasi bahwa perseroan telah menandatangani Scheme Implementation Deed (SID) sebagai perjanjian awal untuk memulai proses pengambilalihan tersebut.
“Belum terdapat transaksi yang mengikat final terkait perpindahan kepemilikan saham Loyal Metals kepada perusahaan,” tulis Sri dalam keterbukaan informasi BEI, Selasa (4/8).
Hingga saat ini, seluruh proses masih berada pada tahap pemenuhan berbagai persyaratan. Sri menegaskan bahwa belum terjadi pengalihan dana maupun saham. Penyelesaian akuisisi sepenuhnya bergantung pada terpenuhinya sejumlah conditions precedent, termasuk persetujuan dari pemegang saham Loyal Metals dan pemenuhan seluruh proses serta ketentuan hukum yang berlaku di Australia.
Selama seluruh persyaratan pendahuluan belum dipenuhi, transaksi akuisisi belum efektif secara hukum dan belum menimbulkan akibat hukum apa pun. Aksi korporasi ini ditargetkan rampung pada pertengahan Agustus 2026. Melalui skema yang tunduk pada persetujuan pengadilan Australia berdasarkan Undang-Undang Korporasi 2001, BUMI akan mengambil alih 100 persen saham Loyal yang beredar.
Valuasi dan Imbal Hasil bagi Pemegang Saham
Dalam transaksi tersebut, pemegang saham Loyal Metals akan menerima pembayaran tunai sebesar A$ 0,45 per saham. Nilai penawaran ini menempatkan valuasi ekuitas Loyal di kisaran A$ 79,11 juta. Penawaran BUMI tercatat 40,6 persen lebih tinggi dibanding harga penutupan saham Loyal pada 24 April 2026 sebesar A$ 0,32 per saham.
Penawaran ini juga menunjukkan premium yang menarik terhadap rata-rata harga pasar. Harga tersebut berada 47,4 persen di atas volume weighted average price (VWAP) lima hari dan 49,6 persen lebih tinggi dibanding VWAP 10 hari perdagangan terakhir. Manajemen Loyal Metals menilai transaksi ini memberikan kepastian pembayaran tunai penuh kepada pemegang saham dengan nilai premium yang menarik.
Skema tersebut juga dinilai dapat mengurangi risiko pengembangan proyek-proyek tambang Loyal yang berada di Australia dan Kanada. Di sisi lain, BUMI menargetkan biaya produksi tetap terjaga di kisaran US$ 42–44 per ton serta melanjutkan strategi diversifikasi, termasuk integrasi aset yang baru diakuisisi di Australia.
Produksi Batu Bara dan Proyeksi Operasional
Secara operasional, produksi batu bara BUMI meningkat 7,1 persen secara tahunan menjadi 38,5 juta ton. Volume penjualan justru naik lebih tinggi, yakni 11,7 persen menjadi 38,8 juta ton. Penjualan yang melampaui produksi mencerminkan permintaan yang tetap kuat sehingga persediaan batu bara turun menjadi 1,7 juta ton dari 2,7 juta ton setahun sebelumnya.
Harga jual rata-rata (FOB) juga membaik menjadi US$ 62,9 per ton dari US$ 61,3 per ton. Hal itu tercermin dari membaiknya strip ratio menjadi 7,5 kali dari 8,1 kali, yang menunjukkan perusahaan mampu menghasilkan lebih banyak batu bara tanpa peningkatan signifikan pada volume pengupasan tanah penutup (overburden).
Hingga akhir semester pertama 2026, realisasi penjualan batu bara BUMI telah mencapai sekitar separuh target tahunan sebesar 82–84 juta ton. Sementara itu, harga jual rata-rata sebesar US$ 62,9 per ton juga berada di kisaran atas proyeksi perusahaan untuk sepanjang tahun, yakni US$ 60–62 per ton.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is BUMI Ungkap Progres Akuisisi Perusahaan Tambang?
BUMI Ungkap Progres Akuisisi Perusahaan Tambang is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does BUMI Ungkap Progres Akuisisi Perusahaan Tambang matter?
BUMI Ungkap Progres Akuisisi Perusahaan Tambang matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
