Skip to content
Bursa

Menilik Prospek Saham SINI – PTRO dari Aksi Duet di Tambang Batu Bara Kalimantan

Lisa Davis - wartanaya.com 3 mins read

Menilik Prospek Saham SINI, kemitraan strategis antara PT Singaraja Putra Tbk dan PT Petrosea Tbk kembali menarik perhatian pasar modal. Kedua emiten ini

Menilik Prospek Saham SINI – PTRO dari Aksi Duet di Tambang Batu Bara Kalimantan

Prospek Saham SINI: Kolaborasi Strategis dengan PTRO di Kalimantan

Wartanaya.com – Menilik Prospek Saham SINI, kemitraan strategis antara PT Singaraja Putra Tbk dan PT Petrosea Tbk kembali menarik perhatian pasar modal. Kedua emiten ini resmi menandatangani perjanjian kerja sama untuk mengembangkan operasi tambang batu bara di Kalimantan Tengah. Langkah ini diprediksi menjadi katalis pertumbuhan bagi kedua perusahaan yang dikendalikan oleh konglomerat Tanah Air.

Kontrak jasa pertambangan ditandatangani melalui dua anak perusahaan SINI, yaitu PT Pesona Bara Cakrawala dan PT Cakrawala Bara Persada. Dalam kerangka ini, PTRO bertanggung jawab penuh atas pelaksanaan proyek yang mencakup pengupasan lapisan penutup hingga proses penambangan batu bara di Kecamatan Kapuas Tengah, Kabupaten Kapuas.

Perjanjian tersebut berlaku sepanjang umur tambang dengan proyeksi nilai tambah finansial mencapai Rp 57,05 triliun selama periode kontrak berlangsung. Angka ini mencerminkan kepercayaan pasar terhadap potensi pertumbuhan sektor pertambangan di Indonesia.

Proyeksi Pendapatan dari Dua Tambang

Untuk tambang yang dikelola PBC, volume pengupasan lapisan penutup ditargetkan mencapai 189 juta bank cubic meter dengan produksi batu bara sebesar 42 juta ton. Berdasarkan estimasi, potensi pendapatan dari batu bara berkalori GAR 4.200 dapat mencapai US$ 2,6 miliar atau setara Rp 45,57 triliun.

Sementara itu, operasional tambang CBP diproyeksikan menghasilkan volume pengupasan sekitar 40 juta BCM dan produksi batu bara 8 juta ton. Pendapatan yang diharapkan dari proyek ini mencapai US$ 656 juta atau Rp 11,48 triliun untuk batu bara berkalori GAR 5.000.

Kerja sama ini bertujuan untuk mendukung pencapaian target produksi batubara yang optimal serta penerapan tata kelola pertambangan yang baik, sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi Perusahaan dan seluruh entitas anak.

Ungkapan tersebut disampaikan oleh manajemen SINI dalam keterbukaan informasi yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia pada Jumat, 24 Juli. Langkah ini menunjukkan transparansi perusahaan dalam mengkomunikasikan perkembangan strategis kepada investor.

Penguatan Kepemilikan dan Portofolio Aset

Di luar kontrak jasa pertambangan, PTRO juga memperkuat posisinya sebagai pemegang saham SINI. Pada 23 Juli 2026, PTRO menyelesaikan pelaksanaan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu dengan menyetorkan modal sebesar Rp 1,19 triliun. Transaksi ini meningkatkan kepemilikan PTRO di SINI menjadi 19,88 persen.

Bersamaan dengan hal tersebut, PTRO mengalihkan 99,99 persen kepemilikan PT Kemilau Mulia Sakti kepada SINI. KMS merupakan pemegang saham PT Cristian Eka Pratama, perusahaan tambang batu bara yang memegang Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur.

Kehadiran CEP melengkapi portofolio aset tambang SINI yang sebelumnya sudah mencakup PT Persada Kapuas Prima, PT Pasir Bara Prima, PT Pesona Bara Cakrawala, dan PT Cakrawala Bara Persada. Menariknya, keempat perusahaan ini juga tercatat sebagai klien jasa pertambangan Petrosea.

Analisis Pasar dan Prospek Jangka Panjang

Mirae Asset Sekuritas melalui Senior Technical Analyst Nafan Aji Gusta Utama menilai kolaborasi ini mempercepat transformasi SINI menjadi perusahaan tambang batu bara terintegrasi. Nafan menambahkan bahwa tambahan potensi pendapatan hingga Rp 57 triliun akan memperkuat prospek jangka panjang SINI, sementara Petrosea mendapatkan kontrak pertambangan jangka panjang yang meningkatkan kepastian pendapatan.

Nafan juga menyoroti bahwa kolaborasi ini memperkuat sinergi antara dua grup usaha besar. Prajogo Pangestu melalui PTRO memiliki pengalaman membangun rantai nilai pertambangan dan infrastruktur, sedangkan Happy Hapsoro memperoleh akses terhadap aset tambang yang lebih besar melalui SINI.

Add PTRO dengan target harga 5.625. SINI rekomendasinya adalah not rated.

Pandangan serupa diungkapkan oleh Branch Manager Panin Sekuritas Pondok Indah, Elandry Pratama. Menurutnya, kontrak senilai sekitar Rp 57 triliun menjadi katalis positif karena meningkatkan visibilitas pendapatan kedua perusahaan dalam jangka panjang.

Bagi PTRO, kerja sama ini memperbesar order book sebagai kontraktor tambang. Di sisi lain, SINI memperoleh peluang mempercepat ekspansi dan meningkatkan skala operasional, didukung oleh sinergi dua grup besar yang telah memiliki rekam jejak kuat di industri pertambangan.

Meski prospeknya dinilai positif, Elandry mengingatkan investor tetap perlu mencermati pelaksanaan proyek, kebutuhan modal tambahan, serta dinamika harga komoditas batu bara global yang dapat memengaruhi kinerja kedua emiten ke depannya.

Join the discussion