Skip to content
Bursa

Latest Program: Siasat Amman Mineral (AMMN) Kebut Bisnis Katoda Tembaga, Bagaimana Prospeknya?

Matthew Smith - wartanaya.com 2 mins read

Siasat Amman Mineral (AMMN) Kebut Bisnis Katoda Tembaga, Bagaimana Prospeknya? Ekspansi Produksi Katoda Tembaga dan Target 2026 Latest Program - PT Amman

Latest Program: Siasat Amman Mineral (AMMN) Kebut Bisnis Katoda Tembaga, Bagaimana Prospeknya?

Siasat Amman Mineral (AMMN) Kebut Bisnis Katoda Tembaga, Bagaimana Prospeknya?

Ekspansi Produksi Katoda Tembaga dan Target 2026

Latest Program – PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), bagian dari Grup Salim dan Keluarga Panigoro, sedang mempercepat pengembangan bisnis hilirisasi tembaga melalui anak perusahaan PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT). Perusahaan ini mengelola tambang Batu Hijau di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.

“Per Juni 2026, kami mampu memproses seluruh hasil produksi tambang. Kami yakin seluruh konsentrat tembaga yang diproduksi tambang tahun ini dapat terserap sepenuhnya,” kata Rachmat Makassau, CEO Amman Mineral, dalam pernyataannya yang dikutip pada Jumat (17/7).

Dalam rencana 2026, AMMN berharap volume produksi katoda tembaga meningkat hingga 162.662 ton, melampaui 79.848 ton pada tahun sebelumnya setelah rampung memperluas kapasitas smelter. Selain itu, perusahaan juga menargetkan pengumpulan 16.119 kilogram emas dan 45.439 kilogram perak selama tahun ini. Produksi asam sulfat ditetapkan sebesar 572.036 ton.

Kegiatan Eksplorasi dan Cadangan Mineral

AMNT terus mendorong eksplorasi untuk memperkuat cadangan tambang. Pada kuartal kedua 2026, eksplorasi dilakukan di IUPK Blok I Batu Hijau, Blok II Elang, dan Blok III Rinti. Blok IV Lampui tidak melaksanakan aktivitas eksplorasi selama periode tersebut.

Total pengeluaran untuk eksplorasi mencapai US$ 2,84 juta. Di Blok I Batu Hijau, tim melakukan pengeboran inti di prospek Katala Cu-Au menggunakan satu rig. Tujuan utama adalah mengecek kontinuitas mineralisasi porfiri tembaga dan emas yang telah ditemukan sebelumnya.

Hingga triwulan kedua, AMNT telah menyelesaikan satu lubang bor dengan kedalaman 275,7 meter. Perusahaan rencananya melanjutkan pengeboran di Katala hingga mencapai total 2.400 meter. Selain itu, program eksplorasi di West Nangka akan dimulai dengan dua lubang bor dan kedalaman 1.200 meter.

Pengembangan Tambang dan Prospek Jangka Panjang

Perusahaan sedang dalam fase penambangan ke-7 setelah menyelesaikan fase 6. Aktivitas eksplorasi tetap dilakukan di area konsesi untuk memperbarui model sumber daya. Laporan JORC 2023 menunjukkan cadangan tembaga mencapai 16,6 miliar pon, sementara emas sebanyak 22,5 juta ons.

Batu Hijau, tambang utama AMNT, menghasilkan konsentrat tembaga berkualitas tinggi yang juga mengandung emas dan perak. Tambang terbuka ini menjadi salah satu sumber utama mineral strategis di Indonesia. Wilayah Elang, dianggap sebagai salah satu cadangan tembaga dan emas terbesar dunia, juga sedang dikembangkan.

Kadang tambang fase 8 diharapkan memperpanjang usia operasional hingga 2030. Cadangan tambahan sekitar 460 juta metrik ton tersebut akan mendukung produksi bijih hingga akhir dekade ini.

Join the discussion