Skip to content
Bursa

Latest Program: Chandra Asri Siapkan Pabrik Kimia Tahap II, Investasi Capai Rp 18 Triliun

Patricia Miller - wartanaya.com 3 mins read

Latest Program: Chandra Asri Siapkan Pabrik Kimia Tahap II, Investasi Capai Rp 18 Triliun Latest Program - Dalam rangka meningkatkan kapasitas produksi bahan

Latest Program: Chandra Asri Siapkan Pabrik Kimia Tahap II, Investasi Capai Rp 18 Triliun

Latest Program: Chandra Asri Siapkan Pabrik Kimia Tahap II, Investasi Capai Rp 18 Triliun

Latest Program – Dalam rangka meningkatkan kapasitas produksi bahan kimia dasar, konglomerat Prajogo Pangestu melalui PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) tengah mengerjakan proyek pabrik kimia tahap II yang menjadi bagian dari Latest Program strategis perusahaan. Proyek ini diperkirakan membutuhkan investasi sebesar 1 miliar dolar AS, setara dengan 18 triliun rupiah, dan bertujuan untuk melengkapi fasilitas produksi awal yang telah mencapai progres 72% hingga Juli 2026.

Ekosistem Produksi yang Terintegrasi

Proyek CA-EDC Tahap II dijalankan oleh PT Chandra Asri Alkali (CAA), anak perusahaan TPIA, sebagai bagian dari Latest Program untuk memperkuat ekosistem produksi dan distribusi. Erwin, dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), menjelaskan bahwa fase kedua ini dirancang untuk meningkatkan keandalan pasokan bahan kimia dasar bagi industri nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok regional. “Kami ingin memastikan bahwa Latest Program ini memberikan dampak yang luas, baik secara ekonomi maupun teknologi,” katanya.

Strategi Penguatan Kapasitas Produksi dan Kontribusi Ekonomi

Proyek pabrik kimia tahap II ini merupakan bagian dari strategi TPIA untuk memperluas kapasitas produksi bahan kimia yang vital, seperti soda kaustik cair dan EDC. Proyek sebelumnya, CA-EDC Tahap I, telah menghabiskan investasi lebih dari 800 juta dolar AS dan direncanakan beroperasi pada tahun fiskal 2027. Selain itu, Latest Program ini juga mencakup pengembangan infrastruktur pendukung seperti pusat distribusi, penyimpanan, dan sistem logistik yang terintegrasi, yang akan meningkatkan efisiensi operasional.

Dalam pemasangan pipe rack, metode modular diterapkan untuk memudahkan pengelolaan bahan baku dan produk. Teknologi ini tidak hanya mempercepat proses konstruksi, tetapi juga mengurangi risiko kesalahan dalam distribusi. Erwin menegaskan bahwa Latest Program ini bertujuan untuk menciptakan rantai pasok yang lebih stabil, sehingga mampu mendukung pertumbuhan industri manufaktur nasional dan mengurangi ketergantungan pada impor bahan baku.

Pengembangan Teknologi dan Dampak Lingkungan

Proses produksi CA-EDC Tahap II akan menggunakan teknologi terkini untuk mengoptimalkan efisiensi energi dan mengurangi emisi karbon. Dengan pendekatan yang berkelanjutan ini, TPIA berkomitmen untuk memastikan bahwa Latest Program tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga ramah lingkungan. Erwin menyebutkan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk menyesuaikan diri dengan standar internasional, terutama dalam bidang keberlanjutan industri.

Dalam jangka panjang, Latest Program ini diperkirakan akan meningkatkan kapasitas produksi soda kaustik cair hingga 827.000 ton per tahun dan EDC hingga 500.000 ton per tahun. Produksi tersebut berpotensi mengurangi ketergantungan pada bahan baku impor sekaligus memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian Indonesia. TPIA juga berharap proyek ini akan menjadi contoh sukses dalam pengembangan infrastruktur manufaktur di Asia Tenggara.

Kemitraan dan Dukungan Pemerintah

Proyek ini tidak hanya didukung oleh TPIA, tetapi juga bekerja sama dengan pihak terkait seperti pemerintah daerah dan lembaga regulasi. Erwin menambahkan bahwa Latest Program ini telah melalui evaluasi menyeluruh, termasuk analisis dampak ekonomi dan sosial. Pemerintah pusat dan daerah juga memberikan dukungan berupa pengurangan biaya administrasi serta akses ke sumber daya lokal yang lebih efisien.

Dengan investasi hingga 18 triliun rupiah, TPIA menargetkan bahwa CA-EDC Tahap II akan rampung dalam 2-3 tahun ke depan. Proyek ini diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga menciptakan peluang kerja bagi ribuan tenaga kerja lokal. Selain itu, ekspansi ini juga memperkuat posisi Chandra Asri sebagai pelaku utama dalam industri bahan kimia di Indonesia. Latest Program ini menjadi langkah penting dalam menghadapi tantangan global dan memastikan daya saing industri nasional tetap unggul.

Join the discussion