Skip to content
Bursa

Latest Program: Bakal Dicaplok Grup Djarum, BACH Bidik Kenaikan Laba 158% pada 2030

Richard Wilson - wartanaya.com 3 mins read

Latest Program: BACH Targetkan Kenaikan Laba 158% pada 2030 Latest Program - Perusahaan infrastruktur BACH optimis mewujudkan target pertumbuhan laba bersih

Latest Program: Bakal Dicaplok Grup Djarum, BACH Bidik Kenaikan Laba 158% pada 2030

Latest Program: BACH Targetkan Kenaikan Laba 158% pada 2030

Latest Program – Perusahaan infrastruktur BACH optimis mewujudkan target pertumbuhan laba bersih hingga 158% pada tahun 2030. Proyeksi ini mencerminkan perbaikan signifikan dari angka Rp155 miliar pada 2025, dengan pendapatan mencapai Rp1,73 triliun sepanjang tahun tersebut. Strategi terbaru BACH berfokus pada ekspansi bisnis dan kolaborasi dengan Grup Djarum, yang dinilai menjadi faktor utama dalam mendukung keberhasilan program terbaru mereka.

Optimisme dan Visi Jangka Panjang

Direktur Utama BACH, Budi Kurniawan, menegaskan bahwa Latest Program merupakan strategi integral untuk memperkuat posisi perusahaan di pasar. “Kami yakin target ini dapat dicapai berkat momentum pertumbuhan ekonomi nasional, peningkatan permintaan infrastruktur telekomunikasi, dan pembangunan jaringan listrik yang berkelanjutan,” jelas Budi dalam konferensi pers usai IPO di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (8/7). Proyeksi 158% kenaikan laba ini juga didukung oleh diversifikasi segmen bisnis yang lebih luas.

“Latest Program tidak hanya tentang pertumbuhan finansial, tetapi juga tentang kesiapan memenuhi kebutuhan masyarakat dan industri secara bersamaan,” tambah Budi.

Kinerja Tahun 2025

Tahun 2025 menjadi momentum penting bagi BACH, dengan pendapatan meningkat 40% secara tahunan menjadi Rp1,73 triliun. Laba bersih juga tumbuh hampir 100% menjadi Rp155 miliar, menandai kemajuan signifikan dibandingkan tahun 2024 yang hanya mencapai Rp79 miliar. Margin keuntungan tercatat naik dari 6,3% ke 9%, yang menunjukkan efisiensi operasional yang lebih baik.

Ekspansi dan Kontribusi Bisnis Utama

Kenaikan pendapatan utamanya berasal dari peningkatan penjualan genset sebesar 93% tahunan, serta peningkatan penyewaan genset lebih dari 1.200%. Segmen konstruksi dan pemeliharaan jaringan telekomunikasi tetap menjadi penopang utama, dengan kontrak berkelanjutan yang memastikan arus pendapatan stabil. Selain itu, Latest Program juga mencakup pengembangan layanan lain seperti layanan energi terbarukan dan solusi digital.

Transaksi IPO dan Kenaikan Harga

Saat debut di BEI, BACH mencatatkan peningkatan harga saham sebesar 25% ke Rp1.125 per saham. Angka ini mencapai batas harga tertinggi perdagangan harian atau Auto Rejection atas (ARA) pada pukul 09.00 WIB. ARA adalah mekanisme yang mengizinkan kenaikan harga saham hingga 25% dalam satu hari, sehingga membantu mendorong minat investor dalam Latest Program.

Manfaat Dana IPO untuk Ekspansi

Dana IPO akan dialokasikan secara strategis untuk memperkuat ekspansi usaha. Sekitar 70% dana diperuntukkan sebagai modal kerja, khususnya untuk membeli genset demi memenuhi permintaan jual dan sewa yang meningkat. Sisanya, 30%, digunakan untuk pembayaran utang perusahaan, sehingga memperbaiki struktur keuangan. Proyeksi Latest Program menuntut peningkatan kapasitas produksi dan distribusi genset hingga 2030.

Kolaborasi dengan Grup Djarum

Kemitraan dengan Grup Djarum diharapkan memberikan dampak positif pada operasional BACH. PT Global Telekomunikasi Prima (GTP), yang menjadi bagian dari keluarga Hartono, akan menjadi pemegang saham mayoritas setelah IPO. Komisaris Utama BACH, Anita Anwar, menyebut sinergi antara kedua perusahaan menjadi prioritas utama dalam mencapai tujuan Latest Program.

“Dengan adanya pengendali dari GTP, BACH bisa mengoptimalkan sumber daya dan teknologi yang lebih luas,” tambah Anita.

Proses Pengambilalihan dan Persiapan Masa Depan

Persetujuan pengambilalihan telah disiapkan sejak sebelum IPO. Perjanjian antara PT Bach Multi Sukses Investama (BMSI) dan GTP menandatangani opsi pada 7 Januari 2026, yang memberi GTP hak untuk meningkatkan kepemilikan hingga 51% setelah IPO. Langkah ini diharapkan mempercepat pencapaian target Latest Program, dengan GTP mendukung pengembangan jaringan telekomunikasi dan listrik lebih intensif.

Sebagai bagian dari Latest Program, BACH juga berencana memperluas jaringan distribusi genset ke wilayah baru, termasuk daerah-daerah terpencil yang membutuhkan solusi energi darurat. Perusahaan menargetkan peningkatan jumlah pelanggan korporasi seiring kebutuhan infrastruktur yang terus meningkat. Dengan pengendali baru, BACH yakin bisa mencapai proyeksi laba yang ambisius pada 2030.

Join the discussion