Laba Bank Jago (ARTO) Melesat 49% di Semester I, Ini Penopangnya
PT Bank Jago Tbk atau yang dikenal dengan kode saham ARTO kembali menunjukkan kinerja positif di paruh pertama tahun 2026. Laba Bank Jago ARTO Melesat 49
Bank Jago (ARTO) Raih Pertumbuhan Laba 49 Persen di Semester I 2026
Wartanaya.com – PT Bank Jago Tbk atau yang dikenal dengan kode saham ARTO kembali menunjukkan kinerja positif di paruh pertama tahun 2026. Laba Bank Jago ARTO Melesat 49 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Perusahaan mencatatkan laba bersih setelah pajak sebesar Rp 189 miliar, naik signifikan dari Rp 127 miliar pada semester I 2025. Pertumbuhan ini mencerminkan kepercayaan pasar terhadap model bisnis digital banking yang dikembangkan oleh Bank Jago.
Beberapa faktor utama mendorong pencapaian tersebut. Ekspansi penyaluran kredit menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan pendapatan. Di sisi lain, peningkatan penghimpunan dana pihak ketiga juga berkontribusi besar terhadap profitabilitas. Selain itu, perluasan basis pelanggan melalui integrasi ekosistem digital menjadi strategi yang terbukti efektif.
Kondisi Permodalan dan Aset yang Solid
Sampai dengan akhir Juni 2026, total aset Bank Jago mencapai Rp 41,4 triliun. Angka ini merepresentasikan pertumbuhan tahunan sebesar 28 persen dari Rp 32,4 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan aset ini sejalan dengan ekspansi bisnis yang dilakukan perusahaan. Selain itu, perseroan mencatatkan capital adequacy ratio atau rasio kecukupan modal sebesar 28,4 persen. Nilai ini menunjukkan kondisi permodalan masih sangat kuat untuk mendukung ekspansi bisnis ke depan.
Direktur Utama Bank Jago, Arief Harris, menjelaskan bahwa pertumbuhan ini didorong oleh inovasi produk dan layanan berbasis teknologi serta kolaborasi dengan mitra ekosistem strategis. Strategi ini memungkinkan Bank Jago untuk terus menarik nasabah baru dan mempertahankan nasabah existing.
Dengan begitu kami mampu menghadirkan solusi keuangan yang relevan bagi berbagai segmen nasabah, sekaligus membangun fundamental yang solid untuk pertumbuhan di masa depan.
Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga dan Kredit
Dari sisi pendanaan, dana pihak ketiga atau DPK Bank Jago mencapai Rp 27,6 triliun hingga akhir semester I 2026. Angka ini meningkat 23 persen dibandingkan Rp 22,4 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Dana murah atau current account and savings account mendominasi dengan porsi 53 persen atau senilai Rp 14,6 triliun. Sementara itu, deposito berkontribusi sebesar 47 persen atau Rp 13,1 triliun.
Penyaluran kredit juga mencatatkan pertumbuhan sebesar 24 persen menjadi Rp 26,6 triliun dari Rp 21,4 triliun pada semester I 2025. Di tengah proses ekspansi tersebut, Bank Jago berhasil mempertahankan kualitas aset dengan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan gross sebesar 0,8 persen. Angka ini lebih rendah dibandingkan rata-rata industri perbankan nasional, menunjukkan manajemen risiko yang baik.
Ekspansi Nasabah Melalui Integrasi Ekosistem
Bank Jago juga berhasil mencatatkan pertumbuhan jumlah nasabah menjadi 20,1 juta orang, termasuk 14,7 juta nasabah funding yang menggunakan Aplikasi Jago. Jumlah ini bertambah hampir 3 juta nasabah dibandingkan posisi akhir semester I 2025 yang mencapai 17,2 juta nasabah. Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa strategi digital banking yang diterapkan berhasil menarik minat masyarakat.
Pertumbuhan jumlah nasabah turut mendorong peningkatan DPK. Salah satu penopangnya berasal dari integrasi Bank Jago dengan ekosistem investasi Bibit dan Stockbit. Kolaborasi tersebut memungkinkan nasabah membeli reksa dana, obligasi, dan saham secara langsung melalui aplikasi. Hal ini menciptakan ekosistem keuangan yang terintegrasi dan memberikan kemudahan bagi pengguna.
Hingga akhir Juni, lebih dari 3,6 juta pengguna Aplikasi Jago telah terhubung dengan Bibit dan Stockbit. Angka ini menunjukkan potensi besar dari integrasi ekosistem yang dilakukan. Dengan demikian, Laba Bank Jago ARTO Melesat 49 persen tidak hanya didorong oleh faktor internal, tetapi juga oleh sinergi dengan mitra strategis yang memperkuat posisi perusahaan di industri perbankan digital Indonesia.
