Skip to content
Bursa

Key Strategy: Prospek Saham TLKM Usai Dikabarkan Jual 70% NeutraDC, Bagaimana KInerjanya?

Anthony Taylor - wartanaya.com 3 mins read

Key Strategy: Prospek Saham TLKM Setelah Jual 70% NeutraDC, Bagaimana Kinerjanya?

Key Strategy: Prospek Saham TLKM Usai Dikabarkan Jual 70% NeutraDC, Bagaimana KInerjanya?

Key Strategy: Prospek Saham TLKM Setelah Jual 70% NeutraDC, Bagaimana Kinerjanya?

Key Strategy menjadi fokus utama PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dalam mengoptimalkan strategi bisnis. Perusahaan telekomunikasi besar ini dilaporkan sedang mengembangkan rencana penjualan 70% saham NeutraDC, anak perusahaan yang bergerak di bidang pusat data. Aksi korporasi ini menunjukkan valuasi sekitar US$1 miliar hingga US$1,5 miliar, atau sekitar Rp18 triliun hingga Rp27 triliun, yang diharapkan dapat memperkuat posisi TLKM dalam industri teknologi informasi.

Analisis dari BRI Danareksa Sekuritas

Dalam laporan riset mereka, analis BRI Danareksa Sekuritas, Kafi Ananta dan Erinda Krisnawan, menilai bahwa Key Strategy TLKM untuk membangun kemitraan strategis dengan operator pusat data global akan meningkatkan operasional NeutraDC. Fokus utama adalah menjawab kebutuhan perusahaan hyperscaler yang semakin meningkat. Mereka menyatakan bahwa manajemen TLKM telah mempersempit pilihan mitra strategis hingga tahap akhir.

“Dengan asumsi NeutraDC dinilai pada rasio EV/EBITDA gabungan TLKM sebesar 5,4x,”

Kafi dan Erinda memproyeksikan bahwa transaksi ini mungkin meningkatkan target harga saham TLKM sekitar 4%, hingga mencapai Rp3.900 per saham. Mereka juga menekankan bahwa nilai transaksi US$1 miliar–US$1,5 miliar bisa memberikan nilai tambah bagi TLKM, yang mendukung Key Strategy perusahaan dalam memperkuat konsentrasi bisnis di sektor digital.

Pengembangan NeutraDC

NeutraDC saat ini menyumbang sekitar 1,1% dari pendapatan TLKM berdasarkan kinerja kuartal I 2026 dan tahun buku 2025. Kontribusi ini diperkirakan akan naik ke rentang 3%–5% dalam jangka menengah. BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham TLKM, karena Key Strategy perusahaan untuk mengeksplorasi bisnis pusat data berpotensi menjadi dorongan positif bagi kinerjanya.

Dalam kunjungan ke fasilitas JKT-1 di Cikarang, BRI Danareksa menyoroti bahwa Kampus 1 dirancang dengan kapasitas beban teknologi informasi 21,5 MW. Saat ini, sebanyak 3,5 MW sudah beroperasi, sedangkan 18 MW lainnya telah dihuni penyewa, tetapi masih dalam penyesuaian sesuai kebutuhan masing-masing. Proyeksi biaya belanja modal mencapai US$10 juta–US$12 juta per MW, yang menjadi bagian dari Key Strategy TLKM untuk memperluas kapasitas IT secara bertahap.

NeutraDC juga sedang menyiapkan lahan untuk Kampus 2 yang akan menerapkan teknologi rak pendingin cair. Pengembangan ini diharapkan meningkatkan total kapasitas beban IT di Cikarang menjadi 120 MW. Dengan Key Strategy yang menitikberatkan pada ekspansi infrastruktur digital, perusahaan ini dianggap mampu meningkatkan daya saing di pasar internasional.

Strategi Jangka Panjang dan Proyeksi Bisnis

Key Strategy TLKM tidak hanya fokus pada penjualan saham NeutraDC, tetapi juga pada penguatan posisi sebagai penyedia layanan digital terpadu. Perusahaan berencana mengembangkan bisnis GPU-as-a-Service (GPUaaS) dan layanan manajemen, yang mendukung visi digitalisasi nasional. Selain itu, divestasi ini diperkirakan selesai tahun ini, dengan kemungkinan melibatkan investasi modal untuk mendukung pertumbuhan NeutraDC.

Di sisi lain, strategi jangka panjang TLKM menargetkan total kapasitas beban IT NeutraDC mencapai 300 MW pada 2030. Tujuan ini sejalan dengan Key Strategy perusahaan untuk menjawab permintaan industri hyperscale yang meningkat. Dengan 100% saham NeutraDC, TLKM memiliki kendali penuh atas tiga lini bisnis utama: pusat data di Indonesia, Batam, dan Singapura.

Batam menjadi salah satu fokus Key Strategy TLKM, karena NeutraDC di sana memiliki fasilitas hyperscale berkapasitas 18 MW yang targetnya siap beroperasi 2026. Area tersebut telah dikuasai oleh penyewa utama, Gorilla Technology, yang menunjukkan keterlibatan pihak ketiga dalam memperkuat infrastruktur. Sementara itu, NeutraDC di Singapura beroperasi penuh dengan kapasitas 17,4 MW, yang menjadi bagian dari strategi global perusahaan.

Menurut sumber, Key Strategy TLKM dalam menjual 70% saham NeutraDC bertujuan untuk mengalokasikan dana ke sektor lain yang memiliki potensi pertumbuhan lebih tinggi. Dengan demikian, perusahaan tidak hanya memperkuat ekosistem digital, tetapi juga meningkatkan konsentrasi ke profitabilitas jangka panjang. Hal ini sejalan dengan proyeksi bahwa divestasi bisa menjadi langkah strategis yang memberikan dampak positif pada nilai saham.

Sumber: TLKM dan BRI Danareksa Sekuritas

Join the discussion