Skip to content
Bursa

Investor Asing Mulai Catatkan Net Buy Sepekan – Saham BBCA, BRPT dan INCO Diburu

Lisa Davis - wartanaya.com 3 mins read

Investor Asing Mulai Net Buy Saham BBCA, BRPT, dan INCO Investor Asing Mulai Catatkan Net Buy Sepekan - Investor asing kembali menunjukkan aktivitas beli di

Investor Asing Mulai Catatkan Net Buy Sepekan – Saham BBCA, BRPT dan INCO Diburu

Investor Asing Mulai Net Buy Saham BBCA, BRPT, dan INCO

Investor Asing Mulai Catatkan Net Buy Sepekan – Investor asing kembali menunjukkan aktivitas beli di pasar saham Indonesia, dengan catatan net foreign buy mencapai Rp 92,55 miliar dalam satu minggu terakhir. Ini menjadi indikasi perubahan arah investasi dari tren jual berkelanjutan yang sebelumnya terjadi beberapa pekan terakhir. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga mengalami kenaikan 3,13% secara mingguan, mencerminkan optimisme pasar terhadap sejumlah saham unggulan.

“Selama 6–10 Juli 2026, mayoritas transaksi saham di Bursa Efek Indonesia menunjukkan peningkatan, dengan IHSG naik 0,83% ke level 5.924,” ujar Kautsar Primadi Nurahmad, Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia, dikutip Senin (13/7).

Perubahan ini tidak hanya mencerminkan kepercayaan investor asing terhadap sektor tertentu, tetapi juga mengisyaratkan koreksi dari siklus jual yang terjadi sebelumnya. Pergerakan harga saham yang positif diikuti oleh kenaikan kapitalisasi pasar BEI sebesar 0,51% menjadi Rp 10,34 triliun, menunjukkan adanya aliran dana yang signifikan ke sektor-sektor unggulan.

Transaksi Investor Asing dan Perkembangan Pasar

Analisis data menunjukkan bahwa transaksi bersih investor asing mencapai Rp 1,29 triliun di seluruh pasar, dengan kontribusi utama dari transaksi di pasar reguler yang mencapai Rp 1,38 triliun. Penurunan kebijakan moneter yang konsisten dan kemunculan peluang investasi di sektor keuangan serta industri dasar menjadi faktor yang mendorong aktivitas beli ini. Selain itu, kenaikan volume transaksi harian sebesar 16,83% menjadi 20,49 miliar lembar saham, mencerminkan keaktifan pelaku pasar dalam minggu ini.

Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) naik 0,51% menjadi Rp 10,34 triliun, sementara rata-rata frekuensi transaksi harian meningkat 29,69% ke 1,87 juta kali. Meski nilai transaksi harian turun 8,88% menjadi Rp 10,27 triliun, peningkatan jumlah saham yang diperdagangkan menunjukkan adanya kebutuhan likuiditas yang lebih tinggi. Kenaikan ini juga diiringi oleh peningkatan volume transaksi harian sebesar 16,83% dari 17,54 miliar lembar saham sebelumnya.

Saham yang Menarik Perhatian Investor Asing

Beberapa saham menjadi favorit investor asing dalam satu minggu terakhir, terutama dari sektor keuangan dan industri dasar. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) tercatat sebagai pemenang utama dengan total aliran dana beli sebesar Rp 1 triliun. Pertumbuhan kinerja perusahaan ini, ditambah kepercayaan pasar terhadap kesehatan keuangan, menjadi alasan utama mengapa BBCA menjadi pilihan investor asing.

Selain BBCA, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) juga mendapat minat beli sebesar Rp 55,7 miliar, sementara PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) masing-masing menerima Rp 68,3 miliar dan Rp 48,6 miliar. Perusahaan-perusahaan ini menawarkan kombinasi dari stabilitas pendapatan dan pertumbuhan ekspor yang menguntungkan. Penjualan dari investor asing juga mulai melambat, terutama pada saham yang memiliki proyeksi pertumbuhan jangka pendek yang menarik.

“Kebijakan pemerintah dalam menstabilkan inflasi dan program pengembangan industri lokal meningkatkan minat investor asing terhadap perusahaan yang memiliki prospek pertumbuhan kuat,” tambah Kautsar Primadi Nurahmad.

Selain itu, dampak dari kebijakan moneter yang lebih longgar juga menjadi faktor yang mendorong investor asing untuk mencari aset yang lebih aman. Saham-saham seperti BBCA dan BRPT, yang memiliki fondasi keuangan kuat, menjadi preferensi utama dalam kondisi pasar yang tidak stabil.

Saham yang Mengalami Net Sell oleh Investor Asing

Dalam periode yang sama, beberapa saham tetap mengalami tekanan jual dari investor asing. PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) menjadi saham dengan aliran dana jual terbesar, sebesar Rp 754,1 miliar, sementara PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) masing-masing menerima Rp 475,5 miliar dan Rp 120,2 miliar. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) juga mencatat aliran dana jual sebesar Rp 112,3 miliar.

Penjualan ini terjadi karena beberapa alasan, seperti ketidakpastian ekonomi global atau perubahan preferensi investor. Namun, meski ada tekanan jual, sejumlah saham seperti BRPT dan INCO tetap menarik minat karena kinerja keuangan yang stabil. Perusahaan-perusahaan ini juga memperlihatkan kemampuan dalam menghadapi tekanan harga komoditas global, sehingga mampu mempertahankan nilai saham di tengah fluktuasi pasar.

Dengan situasi ini, investor asing mulai mengevaluasi kembali portofolio mereka. Penjelasan aliran dana net buy pada saham BBCA, BRPT, dan INCO menunjukkan bahwa perekonomian Indonesia masih menawarkan peluang investasi yang menarik, terutama di sektor yang memiliki basis ekspor kuat. Perubahan ini diharapkan bisa menjadi momentum untuk kenaikan pasar dalam jangka menengah.

Join the discussion