Skip to content
Bursa

IHSG Tumbuh 0,48% di Sesi I, Ada Transaksi Crossing Jumbo Saham MBSS Rp 4,2 T

Richard Wilson - wartanaya.com 3 mins read

IHSG Tumbuh 0 48 di Sesi I perdagangan hari Jumat, 31 Juli 2025, menunjukkan sentimen positif dari para investor. Indeks Harga Saham Gabungan mencatatkan

IHSG Tumbuh 0,48% di Sesi I, Ada Transaksi Crossing Jumbo Saham MBSS Rp 4,2 T

IHSG Tumbuh 0 48 di Sesi I, Transaksi Crossing MBSS Capai Rp 4,2 Triliun

Wartanaya.com – IHSG Tumbuh 0 48 di Sesi I perdagangan hari Jumat, 31 Juli 2025, menunjukkan sentimen positif dari para investor. Indeks Harga Saham Gabungan mencatatkan kenaikan sebesar 0,48 persen atau setara dengan 29,92 poin pada level 6.216. Pergerakan naik ini didorong oleh aktivitas crossing saham yang masif, khususnya pada saham PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS) yang menarik perhatian pelaku pasar.

Transaksi crossing pada saham MBSS mencatatkan nilai fantastis sebesar Rp 4,2 triliun. Dengan harga rata-rata Rp 2.914 per lembar saham, kegiatan perdagangan ini dilaksanakan melalui dua kali transaksi terpisah dengan total volume mencapai 14,4 juta lot. Sejalan dengan aktivitas crossing tersebut, harga saham MBSS mengalami kenaikan sebesar 3,23 persen menjadi Rp 2.880 per lembar.

Aktivitas Crossing Lainnya di Bursa

Selain MBSS, aktivitas crossing juga terjadi pada dua emiten lainnya yang menarik perhatian investor. PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) mencatatkan transaksi crossing senilai Rp 65,8 miliar, sedangkan PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) mencapai Rp 39,5 miliar. Total transaksi crossing dari ketiga emiten ini menunjukkan minat tinggi dari investor institusi terhadap saham-saham blue chip.

Berdasarkan data resmi dari Bursa Efek Indonesia, total volume perdagangan sepanjang sesi pertama mencapai 18,67 miliar saham dengan frekuensi transaksi sebanyak 1,13 juta kali. Kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp 10.896 triliun dengan total nilai transaksi siang ini mencapai Rp 11,11 triliun. Dari jumlah emiten yang diperdagangkan, sebanyak 437 saham ditutup dalam posisi naik, 192 saham mengalami penurunan, dan 159 saham tidak menunjukkan perubahan signifikan.

Performa Sektor Industri dan Emiten Pelat Merah

Emiten pelat merah di sektor industri dasar menunjukkan performa yang menggembirakan di tengah sentimen positif pasar. PT Timah Tbk (TINS) melesat naik 5,62 persen ke level Rp 3.760, sementara PT Vale Indonesia Tbk (INCO) meloncat 7,65 persen menjadi Rp 5.275. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) juga ikut berkontribusi dengan kenaikan 0,35 persen ke Rp 2.870.

Sembilan dari sebelas sektor yang ada di bursa berhasil parkir di zona hijau. Tidak hanya sektor industri dasar, saham-saham di sektor industri juga menunjukkan pergerakan positif. PT Astra International Tbk (ASII) naik 4,04 persen ke Rp 5.150, PT Personel Alih Daya Tbk (PADA) melonjak 6,38 persen ke Rp 150, dan PT Multi Hanna Kreasindo Tbk (MHKI) naik 1,49 persen ke Rp 136.

Berdasarkan data nilai transaksi, saham TINS tercatat paling banyak ditransaksikan dengan nilai Rp 381,53 miliar. Di posisi kedua ada PT Darma Henwa Tbk (DEWA) senilai Rp 367,39 miliar, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp 343,33 miliar. Hal ini menunjukkan bahwa investor masih percaya pada fundamental emiten-einiten besar Indonesia.

Indeks Asia dan Saham Terpilih

Sementara itu, indeks-indeks di kawasan Asia mayoritas ditutup hijau pada siang hari ini, memberikan dukungan positif bagi IHSG. Indeks bursa Nikkei Jepang naik 4,09 persen ke level 64.395, Shanghai Composite tumbuh 0,76 persen ke level 3.833, sedangkan Hang Seng turun tipis 0,01 persen ke level 25.856.

Beberapa saham terpilih juga mencatatkan pergerakan signifikan:

PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) naik 12,26% ke Rp 348.

PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) naik 9,52% ke Rp 690.

PT Bach Multi Global Tbk (BACH) naik 9,15% ke Rp 835.

PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) turun 7,66% ke Rp 5.125.

PT Astra Graphia Tbk (ASGR) turun 4,05% ke Rp 1.775.

PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun 3,67% ke Rp 18.375.

Dengan IHSG Tumbuh 0 48 di Sesi I ini, para investor dapat melihat bahwa pasar saham Indonesia masih menunjukkan ketahanan di tengah ketidakpastian global. Aktivitas crossing yang masif pada saham-saham tertentu juga menjadi indikator kepercayaan investor terhadap valuasi emiten-einiten Indonesia.

Join the discussion