Skip to content
Bursa

IHSG Potensi Melemah Lagi Usai Merah 6 Hari Beruntun, INCO hingga BBCA Dijagokan

Elizabeth Anderson - wartanaya.com 3 mins read

```html

IHSG Potensi Melemah Lagi Usai Merah 6 Hari Beruntun, INCO hingga BBCA Dijagokan

Wartanaya.com – “`html

Indeks IHSG Diprediksi Lanjutkan Koreksi Setelah Enam Hari Turun Berturut-turut

Indeks Harga Saham Gabungan diperkirakan masih akan melanjutkan tren penurunan dalam sesi perdagangan hari ini, Kamis (30/7). Data menunjukkan bahwa IHSG telah mengalami penurunan selama enam hari berturut-turut.

Penutupan IHSG pada Rabu (29/7) tercatat di level 6.091,39 dengan penurunan sebesar 0,64%. Selain itu, Phintraco Sekuritas mencatat bahwa saham-saham sektor properti mengalami koreksi hingga 2,75 persen, sementara saham sektor teknologi justru mencatatkan kenaikan tertinggi sebesar 0,18 persen.

Analisis Teknis dan Level Penting

Menurut Herditya Wicaksana dari MNC Sekuritas, pergerakan indeks saat ini masih dipengaruhi oleh tekanan jual dan berada dalam rentang Moving Average (MA) 20 serta MA 60. Secara teknikal, fase koreksi masih berlangsung sehingga investor disarankan untuk memperhatikan area 5.970–6.029 sebagai level pelemahan berikutnya.

“Adapun kami perkirakan, area penguatan terdekatnya berada di 6.147–6.219,” tulis Herditya dalam risetnya, Kamis (30/7).

MNC Sekuritas menetapkan area support IHSG pada kisaran 6.007–5.839, sedangkan level resistance diperkirakan berada di rentang 6.266–6.377. Support merupakan area harga yang diyakini sebagai titik terendah pada periode tertentu. Ketika harga menyentuh level ini, daya beli cenderung meningkat sehingga harga biasanya akan kembali naik. Sebaliknya, resistance adalah tingkat harga yang dianggap sebagai titik tertinggi. Setelah menyentuh level tersebut, aksi jual biasanya cukup besar sehingga laju kenaikan harga akan tertahan.

Rekomendasi Saham dan Faktor Eksternal

MNC Sekuritas merekomendasikan strategi buy on weakness untuk beberapa saham. PT Vale Indonesia Tbk (INCO) disarankan untuk akumulasi beli di rentang Rp 4.370–Rp 4.560 dengan target harga Rp 5.075–Rp 5.425, sementara stoploss ditempatkan di bawah Rp 4.240. Untuk PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), rekomendasi buy on weakness diberikan pada area Rp 2.280–Rp 2.460 dengan target harga Rp 2.820–Rp 3.130 dan stoploss di bawah Rp 2.180.

Phintraco Sekuritas juga memberikan analisis teknikal yang menunjukkan histogram positif MACD sedang menyempit dan berpotensi mengalami death cross. Namun, IHSG masih bertahan di atas MA20 dan MA50. Di tengah berbagai sentimen eksternal dan internal serta faktor teknikal, Phintraco menyebut IHSG akan menguji level psikologis di 6.000 pada perdagangan Kamis (30/7).

Phintraco Sekuritas juga menyoroti pengumuman Bursa Efek Indonesia (BEI) mengenai hasil evaluasi mayor Indeks IDXBUMN20 yang akan berlaku mulai 5 Agustus 2026 hingga 2 Februari 2027. Dalam evaluasi kali ini, tidak ada perubahan konstituen sehingga seluruh 20 saham tetap menghuni indeks tersebut. BEI melakukan penyesuaian jumlah saham yang digunakan dalam perhitungan indeks dan bobot masing-masing emiten.

“BBRI, BMRI, BBNI dan TLKM mengalami penurunan bobot setelah penerapan batas maksimal sebesar 15%. Di sisi lain, sejumlah emiten BUMN mencatat kenaikan bobot dalam indeks, di antaranya ANTM, PGAS, MTEL, BRIS dan PTBA,” tulis Phintraco.

Rupiah ditutup di level Rp18,045/US$, setelah sebelumnya sempat melemah hingga level Rp18,100/US$. Sementara itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Self-Regulatory Organization (SRO) terus memperkuat reformasi pasar modal Indonesia menjelang Tinjauan Indeks MSCI pada November 2026. Upaya tersebut dilakukan melalui komunikasi intensif dengan penyedia indeks global serta penguatan implementasi berbagai agenda reformasi pasar modal.

Di sisi lain, OJK menargetkan Peraturan OJK (POJK) tentang Demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI) dapat diterbitkan pada pekan kedua September 2026. Saat ini, regulator masih menyusun aturan turunan UU Nomor 4 Tahun 2026 dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

Phintraco Sekuritas merekomendasikan saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), dan PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL).

“`

Join the discussion