Skip to content
Bursa

Historic Moment: Afiliasi Grup Djarum Bach Multi Global (BACH) IPO di BEI, Incar Dana Rp 307,5 M

Lisa Davis - wartanaya.com 4 mins read

EI: Momen Bersejarah dalam Pencatatan Saham Grup Djarum Historic Moment - Momen bersejarah terjadi saat PT Bach Multi Global Tbk (BACH) melangsungkan IPO di

Historic Moment: Afiliasi Grup Djarum Bach Multi Global (BACH) IPO di BEI, Incar Dana Rp 307,5 M

BACH IPO di BEI: Momen Bersejarah dalam Pencatatan Saham Grup Djarum

Historic Moment – Momen bersejarah terjadi saat PT Bach Multi Global Tbk (BACH) melangsungkan IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 7 Juli 2026. Ini merupakan langkah strategis yang menandai pengembangan baru dalam ekosistem bisnis Grup Djarum. Dengan target dana hingga Rp 307,5 miliar, perusahaan ini memperkuat posisi di pasar modal dan memperluas jangkauan operasionalnya. Proses ini tidak hanya menjadi bagian dari perjalanan BACH, tetapi juga mencerminkan momentum besar dalam industri keuangan dan teknologi di Indonesia.

Detil Penawaran dan Strategi IPO

IPO BACH menawarkan maksimal 615 juta saham baru, yang mewakili 15,06% dari modal tercatat perusahaan setelah emisi selesai. Saham-saham ini akan diperdagangkan dengan harga antara Rp 400 hingga Rp 500 per unit, menunjukkan optimisme pasar terhadap potensi pertumbuhan BACH. Proses penawaran ini dimulai dengan pembukaan masa penawaran umum (PAS) yang dipandu oleh PT Erdikha Elit Sekuritas sebagai penjamin emisi. Momen bersejarah ini juga mencerminkan kesiapan BACH untuk beradaptasi dengan dinamika industri yang semakin kompetitif.

“Kemitraan dengan BEI menjadi titik balik penting bagi BACH, karena memungkinkan perusahaan memperluas akses ke dana segar hingga Rp 307,5 miliar.”

Pembukaan IPO ini juga dilakukan dalam rangka memperkuat struktur bisnis BACH, yang telah berkembang dari fokus awal pada genset ke dua lini utama: penyewaan dan penjualan genset, serta layanan konstruksi infrastruktur telekomunikasi. Dengan kemampuan finansial yang ditingkatkan, perusahaan ini siap menghadapi tantangan pasar dan mempercepat inisiatif pengembangan jangka panjang.

Sejarah Perusahaan dan Ekspansi Bisnis

PT Bach Multi Global didirikan pada September 2006, dengan fokus utama pada penjualan genset untuk mendukung kebutuhan energi listrik di sektor telekomunikasi. Seiring waktu, perusahaan ini terus berevolusi, mengembangkan bisnis ke penyewaan genset dan layanan konstruksi infrastruktur telekomunikasi. Ekspansi ini terbukti efektif, seiring permintaan terhadap teknologi dan infrastruktur komunikasi yang meningkat pesat di Indonesia.

Pada 2026, BACH berupaya memperkuat keberadaannya melalui IPO, yang merupakan bagian dari rencana untuk menjadi lebih terkenal di pasar modal. Perusahaan juga menggandeng anak perusahaan PT Bach Multi Infrastruktur untuk menggarap layanan pemeliharaan infrastruktur komunikasi. Dengan ekspansi tersebut, BACH berkomitmen pada visi menjadi perusahaan yang mampu memberikan solusi inovatif di bidang energi dan komunikasi.

Struktur Kepemilikan dan Perjanjian Strategis

Sebelum IPO, kepemilikan BACH terbagi antara PT Bach Multi Sukses Investama (61,55%) dan PT Global Telekomunikasi Prima (GTP) (30%). Pada Januari 2026, kedua pemegang saham tersebut menyetujui perjanjian opsi yang memungkinkan GTP meningkatkan kepemilikan hingga 51% setelah IPO. Momen bersejarah ini mencerminkan kemitraan strategis antara dua entitas yang sama-sama terlibat dalam ekosistem bisnis Grup Djarum.

Pada 18 Juni 2026, terjadi pengalihan hak suara atas 61,55% saham BACH dari PT Bach Multi Sukses Investama ke GTP. Langkah ini memperkuat kontrol kecil GTP atas perusahaan, sekaligus memastikan kestabilan kepemilikan dalam jangka panjang. Perjanjian ini juga menjadi bagian dari strategi yang lebih luas untuk menyiapkan BACH sebagai bagian dari ekosistem bisnis yang lebih besar, terutama di sektor teknologi dan energi.

Peran Keluarga Hartono dalam Pengembangan BACH

Momen bersejarah ini tidak hanya tentang IPO, tetapi juga tentang keterlibatan keluarga Hartono sebagai pemilik akhir. Martin Basuki Hartono dan Victor Rachmat Hartono, generasi ketiga keluarga Hartono, menjadi pemilik manfaat akhir (ultimate beneficial owner) BACH. Keduanya turut mewarisi kekuatan finansial dan pengalaman bisnis dari Budi Hartono, seorang pengusaha konglomerat yang telah membentuk fondasi Grup Djarum.

Dengan posisi kepemilikan yang lebih terkonsolidasi, keluarga Hartono dapat lebih efektif mengarahkan pengembangan BACH ke arah yang lebih berkelanjutan. Sebagai pemilik manfaat akhir, mereka berperan dalam menentukan arah bisnis, termasuk kebijakan investasi dan ekspansi. Hal ini menunjukkan komitmen keluarga Hartono terhadap pengembangan ekosistem bisnis yang lebih luas, sekaligus menjadi bagian dari penguasaan pasar yang berkelanjutan.

Potensi Masa Depan dan Analisis Pasar

IPO BACH di BEI memiliki potensi besar untuk meningkatkan daya saing perusahaan di pasar modal. Dengan dana hingga Rp 307,5 miliar, BACH siap berinvestasi pada teknologi baru, ekspansi ke daerah baru, serta pengembangan sumber daya manusia. Momen bersejarah ini menjadi awal dari perjalanan menuju kesuksesan yang lebih besar, sekaligus membuka peluang bagi investor untuk terlibat langsung dalam bisnis yang berkembang pesat.

Analisis pasar menunjukkan bahwa sektor telekomunikasi dan energi listrik tetap menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dengan memperkuat posisinya di bursa, BACH berpotensi menjadi bagian dari ekosistem bisnis yang dapat memberikan nilai tambah bagi investor dan masyarakat. Momen ini juga menegaskan komitmen grup untuk terus berinovasi dan mengikuti tren industri yang semakin dinamis.

Join the discussion