Skip to content
Bursa

BEI Bakal Luncurkan ETF Emas 10 Agustus, 7 MI Siap Terbitkan Produk

Michael Moore - wartanaya.com 2 mins read

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) telah resmi mengumumkan rencana peluncuran ETF emas pada tanggal 10 Agustus 2026 mendatang. Keputusan strategis ini diambil

BEI Bakal Luncurkan ETF Emas 10 Agustus, 7 MI Siap Terbitkan Produk

ETF Emas Siap Meluncur di HUT ke-49 Pasar Modal Indonesia

Wartanaya.com – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) telah resmi mengumumkan rencana peluncuran ETF emas pada tanggal 10 Agustus 2026 mendatang. Keputusan strategis ini diambil dengan mempertimbangkan momentum perayaan Hari Ulang Tahun ke-49 Pasar Modal Indonesia. Peluncuran instrumen investasi baru ini diharapkan dapat memberikan alternatif diversifikasi portofolio bagi para investor di Indonesia.

Kesiapan Manajer Investasi

Antusiasme dari kalangan manajer investasi (MI) terhadap produk ETF emas cukup tinggi. Hingga saat ini, tercatat sebanyak tujuh manajer investasi telah mengajukan permohonan perjanjian pendahuluan pencatatan. Langkah ini merupakan tahap awal sebelum produk resmi dapat diperdagangkan di pasar modal. Para MI yang terlibat diyakini memiliki kapasitas dan pengalaman yang memadai untuk mengelola produk berbasis emas tersebut.

Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menegaskan bahwa seluruh regulasi terkait ETF emas telah resmi diterbitkan. Selain itu, produk ini juga telah mendapatkan persetujuan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), sehingga memenuhi standar kepatuhan yang diperlukan. Hal ini menjadi poin penting bagi investor yang menginginkan instrumen investasi sesuai prinsip syariah.

Untuk penerbitannya, saat ini ada tujuh manajer investasi yang telah menyampaikan permohonan perjanjian pendahuluan pencatatan ETF emas kepada Bursa Efek Indonesia, kata Jeffrey Hendrik.

Momentum Peluncuran yang Tepat

Direktur Pengembangan BEI, Iding Pardi, menjelaskan bahwa penentuan tanggal 10 Agustus bukan tanpa alasan. Peluncuran ETF emas sengaja dijadwalkan pada momentum perayaan HUT pasar modal untuk memaksimalkan perhatian publik. Menurutnya, sejumlah anggota bursa juga telah mempersiapkan strategi pemasaran untuk memperkenalkan instrumen investasi baru ini kepada masyarakat luas.

Nanti, insyaallah diluncurkan di hari ulang tahun pasar modal, 10 Agustus 2026. Mudah-mudahan ya, doain, ujar Iding kepada wartawan di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (23/7).

Dukungan OJK melalui Insentif

Di sisi lain, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga memberikan dukungan melalui usulan pemberian insentif. Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyampaikan usulan ini kepada Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam pertemuan yang berlangsung pada pekan lalu. Insentif tersebut ditujukan untuk mendorong pertumbuhan produk-produk baru di sektor jasa keuangan, termasuk ETF emas.

Kita minta beberapa insentif untuk produk-produk baru di pasar sektor jasa keuangan, seperti ETF emas, ujar Friderica Widyasari Dewi.

Keunggulan ETF Emas bagi Investor

ETF emas merupakan reksa dana yang diperdagangkan di bursa dengan emas sebagai aset acuannya. Melalui instrumen ini, investor dapat memperoleh eksposur terhadap pergerakan harga emas tanpa harus membeli, menyimpan, atau mengelola emas fisik secara langsung. Keuntungan lainnya termasuk likuiditas yang tinggi, biaya pengelolaan yang relatif rendah, serta kemudahan dalam transaksi jual beli.

Peluncuran ETF emas ini diharapkan dapat menarik minat investor ritel maupun institusional. Dengan adanya produk ini, masyarakat Indonesia memiliki lebih banyak pilihan untuk berinvestasi pada aset berharga seperti emas melalui mekanisme pasar modal yang transparan dan terstruktur.

Join the discussion