Skip to content
Teknologi

Special Plan: Komdigi Genjot 5G Lewat Lelang Frekuensi, Internet 100 Mbps Segera Tercapai

Elizabeth Anderson - wartanaya.com 3 mins read

Mbps Internet Nasional Special Plan yang dijalankan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) tengah menjadi fokus utama pemerintah untuk meningkatkan

Special Plan: Komdigi Genjot 5G Lewat Lelang Frekuensi, Internet 100 Mbps Segera Tercapai

Special Plan: Komdigi Dorong Percepatan 5G dan Target 100 Mbps Internet Nasional

Special Plan yang dijalankan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) tengah menjadi fokus utama pemerintah untuk meningkatkan ekosistem jaringan internet di Indonesia. Langkah ini melibatkan pelaksanaan lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz sebagai bagian dari strategi mempercepat pengembangan teknologi 5G. Dengan peningkatan ketersediaan bandwidth, pemerintah bertujuan mengatasi kesenjangan akses internet dan mencapai kecepatan rata-rata 100 Mbps dalam dua tahun ke depan.

Langkah Strategis dalam Lelang Frekuensi

Proses lelang frekuensi untuk 5G telah dimulai, dengan Direktur Jenderal Ekosistem Digital Komdigi, Edwin Hidayat Abdullah, mengatakan bahwa penawaran harga sedang berlangsung pada Selasa (7/7). Inisiatif ini diharapkan menjadi fondasi untuk menguatkan jaringan digital di seluruh negeri, termasuk wilayah terpencil. Edwin menyatakan bahwa dalam Special Plan, penetrasi 5G akan naik dari 10% menjadi 80% pada 2030, yang menunjukkan komitmen pemerintah untuk mendorong transformasi digital.

“Hari ini kita memasuki era 5G. Proses lelang ini merupakan bagian dari Special Plan untuk mempercepat kecepatan internet nasional hingga 100 Mbps,” ujar Edwin dalam Indonesia Digital Banking Summit (IDBS) 2026 di Jakarta.

Pengembangan Infrastruktur sebagai Pendorong Pertumbuhan Ekonomi

Edwin menekankan bahwa infrastruktur digital adalah kunci utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Special Plan berfokus pada penguatan keempat lapisan ekosistem digital: lapisan fisik seperti broadband, seluler, satelit, dan spektrum frekuensi; lapisan virtual seperti pusat data, komputasi awan, serta keamanan siber; platform digital; dan aplikasi, termasuk layanan fintech dan perbankan digital.

Menurutnya, kecepatan internet yang lebih tinggi akan membuka peluang bisnis baru, mempercepat transaksi digital, dan meningkatkan kualitas layanan bagi masyarakat. Dengan Special Plan, Komdigi berupaya menyelaraskan kebutuhan akses internet dengan kemampuan ekonomi masyarakat, sehingga layanan dapat diakses secara merata.

Kondisi Konektivitas dan Tantangan Indonesia

Berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), hingga saat ini sekitar 230 juta penduduk sudah terhubung ke internet. Namun, cakupan geografis jaringan hanya mencapai 20%, dengan dominasi wilayah di Pulau Jawa dan Sumatera. Edwin menilai bahwa peningkatan kualitas konektivitas tetap menjadi tantangan utama, terutama di daerah-daerah yang kurang terlayani.

Untuk mengatasi hal ini, Special Plan mencakup rencana merombak industri broadband dan memperkuat kemitraan dengan operator. Selain itu, pemerintah juga berupaya menyediakan subsidi atau insentif bagi penyedia layanan di wilayah terpencil agar dapat membangun infrastruktur dengan biaya lebih rendah.

Operator yang Terlibat dan Tahapan Lelang

Komdigi telah menyeleksi tiga operator radio untuk mengikuti lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz. Operator yang berpartisipasi adalah PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), PT Indosat Tbk, dan PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk. Mereka melewati berbagai tahapan evaluasi, seperti penyampaian dokumen, simulasi elektronik, dan verifikasi administrasi, sebelum masuk ke fase penawaran harga.

Lelang akan berlangsung secara terbuka melalui sistem e-Auction, dengan penawaran harga dimulai pada Selasa (7/7) pukul 09.00 WIB. Edwin menyebut bahwa keberhasilan Special Plan tergantung pada keterlibatan operator yang kompeten dan komitmen untuk memperluas jaringan 5G secara merata.

Pencapaian 100 Mbps dengan Harga Terjangkau

Wakil Menteri Komdigi Nezar Patria mengatakan bahwa Special Plan menargetkan kecepatan internet rata-rata nasional mencapai 100 Mbps dalam dua tahun. Ia menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk menurunkan biaya layanan internet agar lebih mudah diakses oleh masyarakat umum.

“Special Plan memastikan akses internet berkualitas segera tercapai. Kami akan mengawasi harga layanan untuk memastikan kenaikan kecepatan tidak mengorbankan aksesibilitas,” jelas Nezar dalam keterangan tertulis.

Perspektif Jangka Panjang dan Kemajuan Teknologi

Dalam jangka panjang, Special Plan diperkirakan akan meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat internasional. Edwin menyebut bahwa 5G tidak hanya akan mendorong pertumbuhan ekonomi digital, tetapi juga menjadi fondasi untuk inovasi di bidang kesehatan, pendidikan, dan manufaktur. Kecepatan internet yang lebih tinggi akan memungkinkan penggunaan teknologi seperti IoT (Internet of Things) dan AI (Artificial Intelligence) dalam skala lebih luas.

Join the discussion