Skip to content
Teknologi

Solution For: Anak Bisa Palsukan Usia, Platform Medsos Diusulkan Pakai Sidik Jari

Anthony Rodriguez - wartanaya.com 4 mins read

Solution For: Anak Bisa Palsukan Usia, Platform Medsos Diusulkan Pakai Sidik Jari Solution For masalah usia palsu yang sering dilakukan anak-anak dalam

Solution For: Anak Bisa Palsukan Usia, Platform Medsos Diusulkan Pakai Sidik Jari

Solution For: Anak Bisa Palsukan Usia, Platform Medsos Diusulkan Pakai Sidik Jari

Solution For masalah usia palsu yang sering dilakukan anak-anak dalam pembuatan akun media sosial, beberapa ahli menyarankan penggunaan teknologi sidik jari sebagai bentuk verifikasi yang lebih akurat. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas) mengharuskan platform digital menerapkan sistem verifikasi usia, tetapi celah yang ada masih memungkinkan anak memalsukan data. Solusi ini dianggap lebih efektif untuk meminimalkan risiko penggunaan medsos yang tidak sesuai dengan usia.

Kelemahan Sistem Verifikasi Usia Saat Ini

Penggunaan metode verifikasi mandiri seperti tanggal lahir atau nomor telepon masih menjadi kelemahan utama. Nezar Patria, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, mengungkapkan hasil survei menunjukkan dari lima anak, tiga di antaranya memalsukan usia untuk tetap bisa mengakses media sosial. “Ini sudah menjadi hal yang umum terjadi,” katanya dalam pernyataan tertulis, Minggu (6/7). Solution For masalah ini, sistem verifikasi perlu ditingkatkan dengan teknologi yang lebih canggih.

“Ada survei yang menunjukkan bahwa tiga dari lima anak memalsukan usia mereka agar bisa memasuki medsos. Ini sudah lumrah, tetapi perlu diatasi dengan mekanisme lebih ketat,” kata Nezar.

Verifikasi mandiri memungkinkan anak menyesuaikan data sesuai keinginan, sehingga berisiko tinggi. Nezar menjelaskan bahwa meskipun platform medsos sudah membatasi akses, pengguna masih bisa mencari celah dengan mengubah informasi pribadi. Solution For solusi ini, integrasi sidik jari atau teknologi biometrik dianggap lebih tepat untuk memastikan keakuratan.

Rekomendasi dari Ahli Teknologi Informasi

Heru Sutadi, Direktur Eksekutif ICT Institute, menekankan bahwa system verifikasi usia yang bergantung pada pernyataan mandiri tidak cukup. “Anak cukup mengubah tanggal lahir untuk membuat akun, dan data pribadi yang bocor membuatnya lebih mudah,” ujarnya kepada Katadata.co.id, Senin (6/7). Solution For masalah pemalsuan usia, perlu ada alat pendukung seperti kecerdasan buatan (AI) untuk mengidentifikasi pola aktivitas pengguna.

“AI dan algoritma dapat mendeteksi aktivitas yang mencurigakan, tetapi tidak bisa menggantikan verifikasi identitas secara langsung. Solution For sistem yang lebih kuat, integrasi biometrik dengan data pribadi seperti NIK menjadi pilihan terbaik,” kata Heru.

Heru juga menyebut bahwa teknologi biometrik tidak hanya memperkuat keamanan, tetapi juga memberikan solusi untuk memastikan usia pengguna benar. Contoh penerapan yang berhasil, seperti penggunaan sidik jari pada pendaftaran kartu SIM, bisa diadopsi ke berbagai platform medsos. Solution For ini diharapkan mampu mengurangi risiko penggunaan media sosial yang tidak sesuai dengan batasan usia.

Pendapat dari Spesialis Keamanan Teknologi

Alfons Tanujaya, spesialis keamanan teknologi dari Vaksincom, menambahkan bahwa verifikasi usia oleh anak sendiri memperbesar peluang penipuan. “Data yang bocor membuat anak mudah mengubah usia sesuai keinginan,” ujarnya. Solution For masalah ini, biometrik seperti sidik jari bisa menjadi solusi yang lebih pasti, karena teknologi ini sulit dibuat palsu.

“Verifikasi mandiri hanya mengandalkan kejujuran pengguna. Solution For sistem yang lebih canggih, seperti sidik jari, bisa mengurangi kesalahan ini,” kata Alfons.

Alfons menyarankan bahwa integrasi teknologi biometrik dengan NIK tidak hanya memperkuat keamanan, tetapi juga membantu pemerintah dalam memantau penggunaan media sosial oleh anak di bawah umur. Ia menegaskan bahwa dengan penerapan teknologi ini, platform medsos bisa memberikan perlindungan yang lebih baik kepada anak-anak.

Langkah Implementasi dan Tantangan

Pada saat ini, beberapa platform medsos mulai menerapkan sistem verifikasi lebih ketat, tetapi hasilnya belum memuaskan. Nezar Patria menyebut bahwa meskipun ada algoritma untuk mengenali akun yang diduga milik anak di bawah umur, solution for celah tersebut masih perlu diperkuat. “Solution For ini harus didukung oleh kebijakan yang jelas dan implementasi teknis yang konsisten,” ujarnya.

“Platform medsos sebaiknya memperkuat sistem verifikasi usia dengan menggabungkan data biometrik dan NIK. Solution For langkah ini akan membantu melindungi anak dari risiko negatif,” katanya.

Sementara itu, ada tantangan dalam menerapkan teknologi sidik jari. Alfons menilai bahwa solusi ini membutuhkan koordinasi antara pemerintah, platform, dan pengguna. “Solution For mengadopsi biometrik memerlukan investasi teknologi dan kesadaran masyarakat,” jelasnya. Namun, keuntungan yang diperoleh jauh lebih besar, terutama dalam menjamin keakuratan data usia.

Potensi Manfaat dan Harapan Masa Depan

Dengan penerapan solution for pemalsuan usia melalui sidik jari, harapan muncul bahwa kebijakan PP Tunas bisa lebih efektif dalam melindungi anak. Nezar Patria berharap platform medsos memanfaatkan teknologi ini untuk memastikan bahwa pengguna sesuai dengan usia yang ditentukan. “Solution For ini akan memberikan perlindungan yang lebih kuat, terutama dalam mengurangi paparan konten yang tidak sesuai dengan usia,” tuturnya.

“Jika platform medsos menerapkan sidik jari sebagai bagian dari verifikasi, kebijakan PP Tunas bisa berjalan lebih optimal. Solution For masalah usia palsu, teknologi ini bisa menjadi alat yang lebih akurat dan transparan,” ujar Nezar.

Kebijakan ini juga diharapkan mendorong kolaborasi antara pemerintah dan industri teknologi. Heru Sutadi menekankan bahwa solution for pemalsuan usia tidak hanya memerlukan perubahan teknis, tetapi juga kesadaran masyarakat. “Dengan solution for yang tepat, anak-anak bisa belajar untuk mengakses media sosial secara bertanggung jawab,” katanya. Implementasi teknologi ini akan menjadi langkah penting dalam menjaga keamanan digital anak Indonesia.

Join the discussion