Pengguna Jaringan 5G di Indonesia Diprediksi Baru Capai 56% pada 2031
Pengguna Jaringan 5G di Indonesia Diprediksi Baru Capai 56% pada 2031 Pengguna Jaringan 5G di Indonesia Diprediksi - Dalam laporan terbaru dari Ericsson
Pengguna Jaringan 5G di Indonesia Diprediksi Baru Capai 56% pada 2031
Pengguna Jaringan 5G di Indonesia Diprediksi – Dalam laporan terbaru dari Ericsson Mobility Report (EMR) Juni 2026, terungkap bahwa jumlah pengguna jaringan 5G di Indonesia masih tergolong rendah, dengan angka sekitar 14% dari total pengguna seluler. Prediksi menunjukkan bahwa prosentase ini akan terus meningkat hingga mencapai 56% pada akhir tahun 2031. Meski demikian, mayoritas pengguna, yaitu 86%, masih menggunakan teknologi LTE atau 4G. Pertumbuhan pengguna 5G di Indonesia sedang dalam proses, tetapi dibandingkan dengan negara-negara lain, laju adopsinya masih lebih lambat dari target global.
Adopsi 5G di Global dan Tantangan di Indonesia
Secara global, penggunaan jaringan 5G mengalami peningkatan yang signifikan. Pada kuartal pertama 2026, tercatat sekitar 162 juta pengguna baru yang mengakses layanan 5G, sehingga total pengguna mencapai 3,1 miliar. Diperkirakan, angka ini akan naik hingga 6,4 miliar pada akhir 2031. Namun, di Indonesia, progresnya masih perlu dipercepat. Menurut Stanislaus Bawono, Head of Network Solutions Ericsson South East Asia, pengguna jaringan 5G di Indonesia akan berkembang dari 14% menjadi 56% dalam waktu 5 tahun. Perkembangan ini diharapkan bisa mendukung transformasi digital yang lebih luas.
“Adopsi 5G di Indonesia memang masih perlu meningkat, karena kita ingin mendukung pertumbuhan ekonomi digital dan inovasi di berbagai sektor,” ungkap Stanislaus Bawono dalam laporan EMR yang dirilis di Jakarta, Selasa (23/6).
Perbandingan dengan negara-negara lain menunjukkan bahwa Indonesia memiliki jalan yang lebih lambat untuk mengejar target adopsi 5G. Misalnya, di India, proyeksi pengguna 5G pada 2031 mencapai 81%, sementara di Amerika Utara, angka tersebut sudah mencapai 92% pada 2025. Dengan demikian, kemajuan pengguna jaringan 5G di Indonesia masih memerlukan dukungan lebih besar dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, operator, dan konsumen.
Kemajuan Infrastruktur dan Operator 5G di Indonesia
Kemajuan teknologi 5G di dunia juga didukung oleh peningkatan jumlah operator yang menyediakan layanan tersebut. Saat ini, sekitar 390 operator global sudah meluncurkan jaringan 5G secara komersial, dengan lebih dari 90 operator menggunakan jaringan 5G Standalone (5G SA). Dalam konteks lokal, jumlah operator yang menyediakan layanan 5G di Indonesia masih terbatas, tetapi Pemerintah Indonesia sedang berupaya mempercepat ekspansinya melalui lelang spektrum yang dijadwalkan berlangsung.
Laporan EMR menunjukkan bahwa jaringan 5G pada 2025 sudah mampu menangani 48% dari total trafik data seluler, angka ini diperkirakan akan naik hingga 85% pada 2031. Hal ini menunjukkan bahwa teknologi 5G mulai menjadi pilar utama dalam pendistribusian data digital. Namun, pengguna jaringan 5G di Indonesia masih perlu diimbangi dengan strategi pemasaran dan edukasi masyarakat untuk meningkatkan daya tariknya.
“Kami melihat bahwa perluasan infrastruktur 5G di Indonesia akan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, operator, dan industri,” tambah Stanislaus Bawono dalam wawancara terpisah.
Proses lelang spektrum yang diadakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) diharapkan dapat mendorong pembangunan jaringan 5G yang lebih cepat. Lelang untuk pita frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz ini menurut Stanislaus akan menjadi dasar untuk pengembangan layanan 5G yang stabil. Selain itu, pemerintah juga sedang mempertimbangkan pembangunan infrastruktur penunjang, seperti kantor pusat data dan layanan cloud, untuk mendukung adopsi
