Skip to content
Teknologi

New Policy: Traveloka dan STB Andalkan AI serta Data untuk Dongkrak Wisatawan ke Singapura

Patricia Miller - wartanaya.com 2 mins read

New Policy: Traveloka dan STB Manfaatkan AI serta Data untuk Meningkatkan Wisatawan ke Singapura New Policy - Di bawah New Policy yang baru diterapkan

New Policy: Traveloka dan STB Andalkan AI serta Data untuk Dongkrak Wisatawan ke Singapura

New Policy: Traveloka dan STB Manfaatkan AI serta Data untuk Meningkatkan Wisatawan ke Singapura

New Policy – Di bawah New Policy yang baru diterapkan, Traveloka dan Singapore Tourism Board (STB) menggandeng kekuatan teknologi kecerdasan buatan (AI) serta analisis data untuk meningkatkan daya tarik Singapura sebagai destinasi wisata. Kerja sama ini bertujuan mengoptimalkan strategi pemasaran agar lebih tepat sasaran, menggali potensi pasar Asia Tenggara, dan memperkuat koneksi dengan wisatawan dari Australia.

Kemitraan Berkelanjutan untuk Pemasaran Digital

Perjanjian kerja sama yang ditandatangani pada hari Kamis (16/7) menandai perluasan kolaborasi keempat antara Traveloka dan STB, yang sebelumnya telah berlangsung sejak tahun 2019. Kemitraan ini kini mencakup Indonesia, Malaysia, Thailand, Vietnam, serta Australia sebagai pasar baru yang menjanjikan. Dengan New Policy ini, kedua pihak menegaskan komitmen untuk mengembangkan pendekatan yang lebih terstruktur dan berbasis data dalam promosi wisata.

Menurut Melissa Ow, CEO STB, pasar Asia Tenggara tetap menjadi kunci utama bagi pertumbuhan sektor pariwisata Singapura. “New Policy ini memberi ruang untuk mengubah cara kita mempromosikan destinasi dengan menggabungkan AI dan insight konsumen, sehingga bisa menjangkau audiens yang lebih relevan,” jelasnya. Traveloka, sebagai platform digital terdepan di Asia Tenggara, dianggap sebagai mitra yang mampu menghasilkan strategi yang lebih spesifik dan berdampak luas.

Manfaat Teknologi AI dalam Pemasaran Wisata

Salah satu elemen utama New Policy adalah penggunaan AI untuk menghasilkan rekomendasi yang disesuaikan dengan preferensi wisatawan. Dengan algoritma canggih, Traveloka bisa mengidentifikasi pola perilaku pelanggan, seperti minat terhadap destinasi, aktivitas rekreasi, dan preferensi akomodasi. Data ini kemudian disampaikan kepada STB untuk menyusun kampanye yang lebih efektif dan personal.

Albert, co-founder Traveloka, menegaskan bahwa New Policy ini memungkinkan STB untuk menyampaikan cerita Singapura secara lebih menarik. “Melalui AI, kita bisa membuat konten yang lebih kontekstual dan menjangkau pelanggan yang tepat saat mereka membutuhkan pilihan destinasi,” tambahnya. Dengan data yang dianalisis secara real-time, kedua pihak berharap bisa meningkatkan kualitas kunjungan wisatawan, baik dari Asia Tenggara maupun Australia, sekaligus meningkatkan penjualan tiket dan layanan perjalanan.

Strategi Pemasaran yang Berbasis Data

New Policy juga menyoroti pentingnya penggunaan data perjalanan untuk mengidentifikasi tren dan kebutuhan wisatawan. STB dan Traveloka akan memanfaatkan informasi tentang jumlah kunjungan, durasi liburan, dan preferensi aktivitas wisatawan untuk menyusun strategi yang lebih adaptif. Indonesia, sebagai pasar terbesar kedua bagi Singapura, menjadi fokus utama karena jumlah wisatawan dari sana diperkirakan mencapai 2,4 juta pada tahun 2025.

Dengan pendekatan berbasis data, New Policy ini diharapkan bisa memperluas pasar ke wilayah lain, seperti kawasan Asia Tenggara dan Australia. Kedua pihak juga berencana mengembangkan inisiatif pemasaran digital yang lebih inovatif, seperti kampanye berbasis AI, platform destinasi interaktif, serta kolaborasi dengan mitra lokal untuk menciptakan pengalaman wisata yang unik dan berkesan.

Join the discussion