New Policy: Spam Judol Banjiri Komentar Medsos, Ahli IT Soroti Bisnis Bot yang Terorganisasi
di Medsos Dapat Sorotan Ahli IT New Policy - Dalam beberapa bulan terakhir, spam judi online (judol) menjadi ancaman utama di media sosial, dengan komentar
New Policy Melawan Spam Judi di Medsos Dapat Sorotan Ahli IT
New Policy – Dalam beberapa bulan terakhir, spam judi online (judol) menjadi ancaman utama di media sosial, dengan komentar promosi mengalir deras di berbagai platform. Fenomena ini menarik perhatian para ahli teknologi yang menyoroti keterlibatan bisnis bot yang terorganisasi dalam memperluas jaringan pemasaran. New Policy yang diterapkan pemerintah, di antaranya terkait pembatasan akses ke situs judi digital, justru memicu perubahan strategi pelaku spam untuk menghindari pengawasan.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melaporkan peningkatan spam judol hingga 128% di Instagram pada bulan Juni 2026, dibandingkan periode sebelumnya. Angka ini menunjukkan intensitas serangan yang meningkat, terutama setelah New Policy mengharuskan platform media sosial lebih ketat dalam memantau konten berpotensi menipu pengguna. Selain itu, TikTok, YouTube, dan Facebook juga mengalami lonjakan spam yang mencerminkan adaptasi pelaku bisnis bot.
Strategi Pelaku Judi Berubah Guna Menghindari New Policy
Ketua Lembaga Riset Keamanan Siber CISSReC, Pratama Persadha, menunjukkan bahwa New Policy memaksa pelaku judi mengubah cara promosi. “New Policy telah mengurangi ruang operasional situs judi utama, sehingga pelaku beralih ke media sosial untuk menyebarkan pesan berulang melalui komentar otomatis,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Katadata, Rabu (2/7).
“Kini, spam judol tidak hanya mengandalkan volume tetapi juga kecepatan. Bot yang terorganisasi digunakan untuk menyebar pesan dengan cepat, bahkan di unggahan viral yang menarik perhatian pengguna. Ini memperlihatkan adaptasi pelaku judi terhadap New Policy yang diharapkan bisa membatasi akses langsung ke platform resmi,” tambah Pratama.
Menurut Pratama, pelaku spam juga mulai mengadopsi domain sementara untuk menghindari penutupan akun. Strategi ini menjadi tantangan baru bagi pemerintah dan platform media sosial dalam menindak lanjuti New Policy. Jumlah pesan berulang yang masuk ke komentar menjadikan keberhasilan spam tergantung pada efektivitas algoritma deteksi spam dan koordinasi antar platform.
Bisnis Bot Terorganisasi: Teknologi yang Diperkuat oleh New Policy
Spesialis keamanan teknologi dari Vaksincom, Alfons Tanujaya, menjelaskan bahwa bisnis bot yang terorganisasi menjadi lebih canggih setelah New Policy diterapkan. “Pelaku judi kini memanfaatkan otomatisasi tingkat tinggi untuk mengirim ribuan komentar promosi dengan menggunakan API medsos dan IP dinamis,” katanya.
“Kemampuan bot ini diuji dengan teknologi anti-device fingerprinting untuk menghindari identifikasi oleh sistem pengawasan. Selain itu, mereka juga memantau akun berpengikut banyak secara real-time untuk menyebar promosi dengan optimal. New Policy justru memberi kesempatan bagi pelaku bisnis bot untuk mengembangkan model operasional baru,” tegas Alfons.
Alfons menyoroti bahwa bisnis bot tidak hanya berfokus pada kecepatan penyebaran tapi juga efisiensi dalam menciptakan akun palsu. “Mereka menghasilkan komisi dari setiap pengguna baru yang dibawa ke platform judi. New Policy memaksa pelaku lebih kreatif, termasuk memanfaatkan akun korban yang berhasil dibajak melalui phishing untuk memperkuat reputasi promosi,” jelasnya.
Dengan New Policy sebagai strategi utama, pemerintah berupaya membatasi kemudahan akses langsung ke situs judi, namun keberhasilan pengendalian spam bergantung pada kemampuan platform media sosial dalam mendeteksi komentar berulang dan memblokir jaringan bot. Hal ini menjadi tantangan yang terus berkembang dalam era digital.
