Main Agenda: AI Makin Canggih, Wamenkomdigi Ingatkan Humas Perkuat Nilai Humanis
Wamenkomdigi Ingatkan Humas Perkuat Nilai Humanis Main Agenda - Di tengah kemajuan pesat kecerdasan buatan (AI), Main Agenda menyoroti pentingnya menjaga
AI Makin Canggih, Wamenkomdigi Ingatkan Humas Perkuat Nilai Humanis
Main Agenda – Di tengah kemajuan pesat kecerdasan buatan (AI), Main Agenda menyoroti pentingnya menjaga nilai-nilai humanis dalam praktik komunikasi. Meskipun AI memberikan kemudahan dalam efisiensi dan akurasi, Nezar Patria, Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika, mengingatkan bahwa manusia tetap menjadi pilar utama dalam menjaga kepercayaan dan empati di dunia digital. Dalam konteks ini, Main Agenda menjadi fokus utama untuk memastikan hubungan masyarakat (humas) tidak hanya teknis, tetapi juga penuh makna.
Transformasi Era AI: Kombinasi Teknologi dan Kepekaan Manusia
Main Agenda mencakup isu penting tentang bagaimana AI mengubah paradigma komunikasi. Teknologi ini kini digunakan untuk analisis sentimen, pembuatan konten, dan pengelolaan narasi secara real time. Namun, Nezar Patria menekankan bahwa mesin belum bisa menggantikan kepekaan manusia dalam membangun hubungan emosional dengan masyarakat. “Main Agenda harus menggabungkan keunggulan AI dengan kepekaan humas,” ujarnya dalam acara peluncuran Perhumas Indonesia 2026 di Jakarta Pusat.
“AI memberikan kemudahan, tetapi keberhasilan komunikasi bergantung pada manusia yang mampu memberikan makna dan kejujuran,” tambah Nezar. Ia menyoroti bahwa narasi yang tulus dan berkesan justru menjadi daya tarik utama dalam era digital yang serba cepat.
Main Agenda juga mengingatkan bahwa penggunaan AI harus dipandu oleh etika dan strategi yang matang. Meski bisa menghasilkan konten secara massal, AI masih kurang dalam menerjemahkan keunikan budaya dan ekspresi lokal yang menjadi fondasi komunikasi efektif. Dengan demikian, Main Agenda mengusung pendekatan yang berimbang antara inovasi teknologi dan nilai-nilai manusia.
Perhumas Indonesia 2026: Membangun Kepercayaan di Era Digital
Konferensi Perhumas Indonesia 2026 mengusung tema “Humas sebagai Daya Bangsa: Menenun Kepercayaan, Menggerakkan Indonesia”. Main Agenda pada acara ini menjadi ruang untuk diskusi mendalam tentang peran humas dalam menghadapi tantangan informasi yang cepat berubah. Nezar Patria menekankan bahwa kepercayaan publik adalah aset yang perlu dipertahankan, terlebih dalam era di mana AI bisa membuat kebingungan.
“Main Agenda ini adalah upaya untuk menyelaraskan kemajuan teknologi dengan komunikasi yang berakar pada kejujuran dan keterbukaan,” kata Boy Kelana Soebroto, Ketua Umum Perhumas Indonesia. Ia menambahkan bahwa kepercayaan terbentuk dari cerita yang konsisten dan dipercaya.
Dalam sesi diskusi, para peserta menyoroti bahwa keberhasilan komunikasi modern tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kemampuan humas untuk menjangkau hati masyarakat. Main Agenda menjadi alat untuk menyampaikan pesan yang relevan, transparan, dan berimbang. Konferensi ini diharapkan mendorong perubahan dalam praktik komunikasi nasional, dengan fokus pada kolaborasi antara manusia dan AI.
Perhumas Indonesia 2026 juga menawarkan tiga filosofi utama: weave (menenun), bond (mengikat), dan movement (menggerakkan). Main Agenda ini dirancang untuk memperkuat kepercayaan publik, menghubungkan narasi dengan kebutuhan masyarakat, serta menciptakan gerakan positif di tengah dinamika digital. Dengan konsep ini, komunikasi humas tidak hanya menjadi penyampai informasi, tetapi juga penjaga nilai-nilai sosial yang utama.
Main Agenda dalam konferensi ini menekankan bahwa AI bisa menjadi alat bantu, bukan pengganti. Para ahli menyoroti bahwa meskipun teknologi bisa mengotomatisasi proses, kepekaan manusia dalam mengerti emosi, konteks budaya, dan kebutuhan masyarakat tetap tidak tergantikan. Dengan Main Agenda yang konsisten, hubungan masyarakat diharapkan bisa tetap menjadi pilar penting dalam membangun masyarakat yang informatif dan manusiawi.
