Skip to content
Teknologi

Bisnis Gaming Jadi Motor Utama Bukalapak, Ekspansi Global Lewat Joytify

Richard Wilson - wartanaya.com 3 mins read

Bisnis Gaming Jadi Motor Utama dalam strategi pertumbuhan PT Bukalapak Tbk (BUKA). Keputusan strategis untuk menggeser fokus dari marketplace konvensional

Bisnis Gaming Jadi Motor Utama Bukalapak, Ekspansi Global Lewat Joytify

Transformasi Gaming: Bukalapak Meluncur ke Pasar Global dengan Joytify

Wartanaya.com – Bisnis Gaming Jadi Motor Utama dalam strategi pertumbuhan PT Bukalapak Tbk (BUKA). Keputusan strategis untuk menggeser fokus dari marketplace konvensional menuju sektor gaming telah memberikan hasil yang menggembirakan bagi perusahaan. Saat ini, divisi gaming telah menjadi penggerak utama dengan porsi kontribusi pendapatan yang menyentuh angka hampir 90 persen dari total revenue.

Victor Lesmana, Direktur Bukalapak, menjelaskan bahwa langkah transformasi dan restrukturisasi besar-besaran telah dimulai sejak tahun 2024. Sebagai bagian dari strategi tersebut, pada awal 2025 perusahaan resmi menghentikan operasional marketplace untuk produk fisik. Langkah ini diambil setelah evaluasi mendalam terhadap kinerja setiap lini bisnis.

Marketplace fisik kontribusinya di bawah 3% sehingga diputuskan untuk ditutup. Kontribusinya terhadap pendapatan di bawah 3% tetapi kerugiannya paling besar bagi Bukalapak, ujar Victor di Jakarta, Rabu (22/7).

Setelah penutupan tersebut, Bukalapak memusatkan perhatian pada empat pilar bisnis utama. Keempatnya meliputi Mitra Bukalapak, unit gaming melalui Multi Realm Games (MRG), layanan investasi Bmoney, serta sektor retail. Di antara keempat lini tersebut, gaming mendominasi dengan kontribusi hampir 90 persen dari total pendapatan perusahaan. Hal ini membuktikan bahwa Bisnis Gaming Jadi Motor Utama dalam roadmap perusahaan.

Data hingga kuartal pertama 2026 menunjukkan kinerja gemilang segmen gaming. Pendapatan tercatat mencapai Rp 2,09 triliun, merepresentasikan pertumbuhan tahunan sebesar 90,3 persen. Angka ini melampaui laju pertumbuhan pendapatan total perusahaan yang hanya sebesar 63 persen. Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa fokus pada gaming bukan sekadar tren, melainkan strategi jangka panjang yang solid.

Victor menambahkan bahwa cakupan pasar tidak lagi terbatas pada Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan telah berhasil menembus pasar Asia Tenggara maupun Eropa. Ekspansi global ini menjadi bukti bahwa Bisnis Gaming Jadi Motor Utama dalam rencana pertumbuhan internasional Bukalapak.

Tiga Pilar Utama Multi Realm Games

Multi Realm Games (MRG) berfungsi sebagai holding yang menaungi berbagai entitas gaming. Platform pertama adalah Lapakgaming, sebuah solusi digital multi-payment yang menawarkan voucher game serta layanan top up untuk judul-judul populer seperti Mobile Legend, Valorant, dan Roblox. Dengan fokus utama di Asia Tenggara, Lapakgaming kini juga hadir di Malaysia dan Filipina. Platform ini melayani 3,9 juta unique paying gamers dengan volume transaksi tahunan mencapai 12,7 juta.

Platform kedua, Joytify, berperan sebagai kendaraan ekspansi MRG ke wilayah Eropa, Timur Tengah, Amerika Latin, dan Amerika Utara. Sebagai platform digital multipayment di industri game, Joytify menyediakan gift card dan layanan top up untuk game-game populer di luar Asia Tenggara. Hingga saat ini, Joytify telah menjangkau 8,2 juta unique paying gamers dengan 38,7 juta transaksi yang diproses setiap tahunnya. Keberhasilan Joytify menjadi indikator kuat bahwa Bisnis Gaming Jadi Motor Utama dalam ekspansi global.

Sedangkan platform ketiga, Itemku, merupakan marketplace khusus untuk transaksi in-game items, game currencies, game accounts, game skins, game key, serta gift cards. Dengan 1,8 juta pengguna aktif, Itemku mencatat volume transaksi sebesar 21 juta per tahun. Ketiga platform ini saling melengkapi ekosistem gaming yang komprehensif.

Ketiga platform tersebut mendukung lebih dari 50 jenis metode pembayaran. Mulai dari kartu kredit Visa dan Mastercard, e-money seperti DANA, Gopay, dan GrabPay, hingga transfer bank dan PayPal. Keragaman metode pembayaran ini menjadi keunggulan kompetitif yang mendukung pertumbuhan bisnis.

Resiliensi Bisnis Gaming

Prasetya Setiawan, CEO of Gaming MRG, menekankan bahwa bisnis gaming memiliki ketahanan terhadap fluktuasi kondisi ekonomi maupun geopolitik. Ia menyebutkan bahwa sektor ini terus mencatat pertumbuhan dua digit, baik selama pandemi Covid-19 maupun di tengah konflik Timur Tengah saat ini. Ketahanan ini menjadikan gaming sebagai fondasi yang kokoh untuk masa depan perusahaan.

Victor juga menyoroti konsistensi pertumbuhan bisnis gaming yang mencapai 30 hingga 40 persen secara kuartalan. Menurutnya, keberhasilan ini tidak terlepas dari kualitas tim yang dibangun oleh Bukalapak. Tim yang passionate dan memahami industri menjadi kunci dalam mempertahankan momentum pertumbuhan.

Kami membangun tim yang passionate dengan gaming. Bahkan, salah satu pertanyaan pada saat interview (rekrutmen karyawan) adalah gim apa yang dimainkan, karena kami membutuhkan orang yang benar-benar memahami industri ini, ujarnya.

Dengan fondasi yang kuat dan strategi yang jelas, Bisnis Gaming Jadi Motor Utama dalam perjalanan Bukalapak menuju pasar global. Ekspansi melalui Joytify dan platform lainnya menunjukkan komitmen jangka panjang untuk menjadi pemimpin di industri gaming digital Asia Tenggara dan beyond.

Join the discussion