Pemerintah Gandeng Cina Kembangkan Kawasan Industri Wiraraja Madura
Pemerintah Indonesia resmi menjalin kolaborasi dengan Tiongkok untuk memajukan Kawasan Industri Wiraraja di Madura. Langkah ini diresmikan melalui
Kerjasama Indonesia-Cina Diperkuat Lewat Pengembangan Kawasan Industri Wiraraja
Wartanaya.com – Pemerintah Indonesia resmi menjalin kolaborasi dengan Tiongkok untuk memajukan Kawasan Industri Wiraraja di Madura. Langkah ini diresmikan melalui penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) yang berlangsung pada hari Rabu, tanggal 5 Agustus, di Kabupaten Bangkalan.
Kegiatan ini melibatkan beberapa dokumen penting. Pertama, PT Wiraraja Madura International bersama Guangzhou Zhanjiang Industrial Transfer Cooperation Park Management Committee menandatangani MoU pengembangan kawasan industri modern. Kedua, Wiraraja Madura Industrial Estate juga ikut serta dalam penandatanganan Agreement on Joining the Guangdong ASEAN Industrial Park International Cooperation Alliance.
Visi Airlangga Hartarto untuk Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat hubungan dengan negara-negara mitra strategis. Tujuannya adalah mempercepat pembangunan kawasan industri, membuka peluang kerja, dan menciptakan pusat ekonomi baru di berbagai wilayah.
Indonesia punya program Two Countries Twin Parks (TCTP) yang terus akan kita dorong. Kawasan di Madura ini kedepannya juga merupakan kawasan heavy industry Indonesia, Petrokimia (Gresik). Jadi nanti dengan adanya Kawasan Industri Bangkalan ini akan menjadi seimbang,
Ungkapan tersebut disampaikan oleh Airlangga pada Rabu (5/8). Ia menambahkan bahwa pengembangan kawasan ini akan semakin melengkapi hubungan ekonomi bilateral antara Indonesia dan Tiongkok yang telah berkembang melalui peningkatan investasi dan perdagangan.
Ini akan melengkapi kerja sama antara Indonesia dan Cina. Karena Indonesia dan Cina juga sudah punya bilateral swap arrangement (Bilateral Currency Swap Arrangement atau BCSA) yang sampai dengan 50 miliar dolar. Harapannya bisa juga trade menggunakan currency masing-masing sehingga tidak tergantung kepada currency yang lain,
Klaster Industri dan Percepatan Perizinan
Ke depan, sejumlah klaster industri asal Tiongkok direncanakan akan dikembangkan di kawasan ini. Antara lain industri cokelat, matras, tekstil, benang, serta berbagai sektor manufaktur padat karya lainnya.
Dari aspek regulasi, Pemerintah Kabupaten Bangkalan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dan instansi pelayanan perizinan telah melakukan percepatan proses perizinan untuk mendukung pengembangan kawasan tersebut.
Akhmad Ma’ruf Maulana, sebagai Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) sekaligus President Director Wiraraja Madura Industrial Estate, menjelaskan bahwa kawasan ini dirancang menjadi pusat manufaktur terpadu. Fungsinya mencakup dukungan bagi sektor industri, logistik, dan energi ramah lingkungan.
Kehadiran mitra strategis dari Guangdong diharapkan mampu mempercepat masuknya investasi baru serta memperluas peluang transfer teknologi dan peningkatan kapasitas industri nasional.
Model Kolaborasi TCTP dan Data Perdagangan
Wali Kota Zhanjiang Republik Rakyat Tiongkok, Li Yongyi, menyatakan bahwa Indonesia merupakan salah satu mitra dagang penting bagi kotanya. Menurutnya, kerja sama antara Guangdong (Fenyong) ASEAN Industrial Park dan Wiraraja Madura Industrial Estate diharapkan menjadi model kolaborasi konkret dalam implementasi Two Countries Twin Parks (TCTP).
Kolaborasi ini akan dilakukan melalui penguatan investasi, pertukaran informasi industri, serta pengembangan kapasitas produksi kedua negara.
Haryo Limanseto, Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, menambahkan bahwa pengembangan Kawasan Industri Wiraraja Madura akan menjadi katalis pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Timur.
Menjadi langkah konkret pemerintah dalam mendorong investasi berkualitas, mempercepat pengembangan kawasan industri baru, dan membuka lebih banyak lapangan kerja,
Ia menuturkan bahwa kerja sama ekonomi dan perdagangan antara Zhanjiang dan Indonesia dalam beberapa tahun terakhir terus menunjukkan tren pertumbuhan yang positif. Hal ini tercermin dari meningkatnya nilai perdagangan dan investasi kedua belah pihak.
Pada tahun 2025, nilai perdagangan antara Zhanjiang dan Indonesia mencapai 2,461 miliar yuan atau meningkat sebesar 6,3% dibandingkan tahun sebelumnya. Hingga saat ini juga tercatat 8 perusahaan asal Zhanjiang telah merealisasikan investasi di Indonesia melalui 12 proyek dengan total nilai investasi mencapai US$ 370 juta, sementara 6 perusahaan Indonesia juga telah menanamkan modal di Zhanjiang.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Pemerintah Gandeng Cina Kembangkan Kawasan Industri?
Pemerintah Gandeng Cina Kembangkan Kawasan Industri is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Pemerintah Gandeng Cina Kembangkan Kawasan Industri matter?
Pemerintah Gandeng Cina Kembangkan Kawasan Industri matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
