Skip to content
Makro

Ekonom Danamon Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II di Atas 5%

Richard Wilson - wartanaya.com 3 mins read

Ekonom Danamon Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia pada kuartal kedua tahun 2026 akan melampaui angka lima persen. Hosiana E. Situmorang, ekonom senior

Ekonom Danamon Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II di Atas 5%

Ekonom Danamon Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II 2026 Capai di Atas Lima Persen Didukung Stimulus Fiskal

Wartanaya.com – Ekonom Danamon Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia pada kuartal kedua tahun 2026 akan melampaui angka lima persen. Hosiana E. Situmorang, ekonom senior dari Bank Danamon, menyampaikan proyeksi optimis tersebut dalam diskusi dengan wartawan di Parapat, Sumatra Utara, pada Jumat (31/7). Ia menjelaskan bahwa momentum positif ekonomi nasional didukung oleh berbagai faktor pendorong, termasuk belanja pemerintah yang konsisten dan investasi yang meningkat.

“Kami proyeksi pertumbuhan ekonomi di kuartal II 2026 bisa berada di kisaran 5,18%,” ujar Hosiana dalam pertemuan dengan redaktur media massa.

Proyeksi ini menunjukkan tren perlambutan dibandingkan dengan capaian kuartal pertama 2026. Pada periode Januari hingga Maret 2026, ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,61% secara tahunan. Meskipun terjadi penurunan, angka tersebut masih berada di level yang sehat dan menunjukkan ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.

Faktor Pendukung dan Penantang Pertumbuhan Ekonomi

Menurut Hosiana, pemerintah konsisten mengalokasikan dana untuk proyek-proyek strategis nasional. Program infrastruktur dan bantuan sosial menjadi pendorong utama permintaan domestik. Sementara itu, konsumsi rumah tangga diprediksi tetap kuat, meski tidak sekuat level pada kuartal II tahun sebelumnya. Di sisi lain, ekspor diperkirakan mengalami perlambatan yang akan memberikan dampak terhadap kinerja ekonomi pada periode April-Juni 2026.

Investasi juga menjadi pendorong penting. Realisasi investasi pada kuartal II 2026 tercatat mencapai Rp 511,8 triliun, naik 7,1% dibandingkan tahun sebelumnya. Data dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi menunjukkan bahwa Penanaman Modal Asing atau foreign direct investment (FDI) berkontribusi signifikan dengan pertumbuhan 27,5% secara tahunan. Hal ini menambah optimisme terhadap kinerja ekonomi di kuartal kedua tahun ini.

Peringatan Bank Dunia tentang Pertumbuhan Jangka Panjang

Laporan terbaru Bank Dunia yang dirilis pada Juni 2026 memberikan catatan penting. Lembaga internasional tersebut memperingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia berpotensi sulit bertahan di atas lima persen dalam jangka panjang tanpa reformasi struktural. Reformasi ini diperlukan untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing nasional. Saat ini, Bank Dunia memperkirakan potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di level 4,2%.

Untuk proyeksi jangka menengah, Bank Dunia memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,0% pada 2026. Angka tersebut kemudian diproyeksikan meningkat menjadi 5,2% pada periode 2027-2028. Namun, pencapaian target tersebut tidak akan terjadi secara otomatis karena sangat bergantung pada keberhasilan reformasi struktural.

“Pertumbuhan ekonomi terkini didukung oleh stimulus dari sisi permintaan, seperti insentif fiskal dan belanja pemerintah yang terarah,” ujar Bank Dunia.

Meskipun kebijakan berbasis stimulus mampu menopang pertumbuhan dalam jangka pendek, Bank Dunia menilai adanya keterbatasan. Tanpa langkah-langkah yang meningkatkan kapasitas produksi dan produktivitas ekonomi, skema insentif hanya akan memberikan dampak sementara. Tingkat pertumbuhan ekonomi akan sulit dipertahankan secara berkelanjutan tanpa reformasi yang mendorong produktivitas.

“Tanpa reformasi yang mendorong produktivitas, skema insentif tersebut hanya akan meningkatkan pertumbuhan untuk sementara waktu, tetapi tingkat pertumbuhan ekonomi tersebut akan sulit untuk dipertahankan secara berkelanjutan,” ujar Bank Dunia.

Kesimpulannya, meskipun Ekonom Danamon Prediksi Pertumbuhan Ekonomi kuartal II 2026 berada di atas lima persen, tantangan struktural masih perlu diatasi. Kolaborasi antara kebijakan fiskal, reformasi struktural, dan peningkatan daya saing akan menjadi kunci untuk memastikan pertumbuhan ekonomi Indonesia berkelanjutan di masa depan.

Join the discussion