Skip to content
Korporasi

Facing Challenges: Resep Integritas BCA dari Jahja Setiaatmadja: Walk the Talk dan Ngewongke Orang

Michael Moore - wartanaya.com 3 mins read

Resep Integritas BCA: Walk the Talk dan Ngewongke Orang dalam Menghadapi Tantangan Facing Challenges - Dalam menghadapi tantangan yang terus berkembang

Facing Challenges: Resep Integritas BCA dari Jahja Setiaatmadja: Walk the Talk dan Ngewongke Orang

Resep Integritas BCA: Walk the Talk dan Ngewongke Orang dalam Menghadapi Tantangan

Facing Challenges – Dalam menghadapi tantangan yang terus berkembang, seperti disrupsi teknologi dan ketidakpastian ekonomi, institusi perbankan perlu memiliki fondasi kekuatan yang kuat. Integritas, menurut Jahja Setiaatmadja, Presiden Komisaris BCA, bukan hanya nilai formal yang dipasang di dinding kantor, tetapi juga prinsip hidup yang dijalankan oleh setiap pemimpin. Dengan menggabungkan kepemimpinan beretika dan kejujuran, BCA berhasil membangun lingkungan kerja yang menantang tetapi tetap menjaga kualitas moral. Pendekatan ini menjadi kunci dalam menghadapi tantangan di industri keuangan yang dinamis.

Pilar Kepemimpinan yang Membumi

Jahja Setiaatmadja menekankan bahwa integritas dalam menghadapi tantangan tidak bisa hanya diucapkan, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Sebagai contoh, ia menjelaskan bahwa manajemen BCA terus berusaha mengajak staf, termasuk office boy dan petugas satpam, untuk berinteraksi secara personal. Keberhasilan ini tidak hanya memperkuat kepercayaan internal, tetapi juga membangun hubungan yang harmonis dengan nasabah. “Interaksi sehari-hari seperti menyapa atau selfie bareng menciptakan ikatan emosional yang kuat,” kata Jahja dalam forum Risk and Governance Summit 2026 yang diadakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Selasa (14/7).

Menurutnya, tantangan terbesar dalam menghadapi era digitalisasi adalah mempertahankan kejujuran dalam keputusan bisnis. BCA menegaskan bahwa setiap direktur harus menjadi contoh dalam menjalankan prinsip walk the talk, yakni keselarasan antara ucapan dan tindakan. “Kita ngewongke orang dengan baik, baik di kantor pusat maupun di cabang-cabang,” tambahnya. Ini menunjukkan bahwa BCA tidak hanya fokus pada kebijakan, tetapi juga pada perilaku pemimpin yang konsisten dalam menghadapi tantangan.

Kebiasaan Kecil yang Mengubah Budaya Perusahaan

Salah satu cara BCA menghadapi tantangan adalah melalui kebiasaan kecil yang terlihat dalam interaksi sehari-hari. Jahja menyebutkan bahwa membalas sapaan dengan senyuman tulus atau melibatkan staf dalam diskusi kecil adalah langkah nyata untuk mengikis sekat birokrasi kaku. “Karyawan yang merasa dihargai secara personal cenderung lebih loyal dan komitmen dalam menjaga nilai-nilai integritas,” jelasnya. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa menghadapi tantangan tidak hanya tentang kebijakan, tetapi juga tentang keterlibatan manusia dalam setiap proses.

Di sisi lain, BCA tetap menggandeng sistem ketegasan sebagai benteng dalam menghadapi godaan. Kegagalan integritas bisa terjadi di setiap level operasional, mulai dari pemutusan kredit hingga manipulasi data. Jahja menjelaskan bahwa sejak awal karier di bidang keuangan, ia selalu mempercayakan peninjauan ke tim analitis untuk menghindari bias subjektif. “Kita harus tegas, kalau ada yang ketahuan melanggar integritas, ya harus bye-bye,” tegasnya. Pendekatan ini memastikan bahwa BCA tetap menjadi perusahaan yang dihargai dalam menghadapi tantangan.

“Tantangan dalam bisnis perbankan seperti godaan korupsi, suap, dan manipulasi tidak bisa dihindari. Namun, dengan menggabungkan kepemimpinan yang membumi dan sistem ketegasan, BCA mampu menjaga kepercayaan nasabah bahkan dalam situasi sulit,” papar Jahja.

Kepercayaan (trust) adalah komoditas paling berharga dalam menghadapi tantangan, karena bisa terbentuk dalam waktu lama tetapi hancur dalam hitungan detik. BCA mengatasi tantangan ini dengan memastikan bahwa setiap keputusan berdasarkan prinsip etis dan transparansi. Dengan menjalankan resep integritas yang diusung Jahja, perusahaan ini terus berinovasi sambil menjaga nilai-nilai dasar yang mengikat seluruh tim. “Integritas itu seperti warisan, kita harus menjaga dengan baik meski di tengah tantangan yang terus mengubah,” tambahnya.

Join the discussion