KLH Fokus Pantau Tiga Kawasan Gambut Rawan Karhutla: Kubu Raya Teratas
KLH Terapkan Strategi Pemantauan Khusus di Tiga Wilayah Gambut Berisiko Tinggi KLH Fokus Pantau Tiga Kawasan Gambut - Dalam upaya mencegah kebakaran hutan dan
KLH Terapkan Strategi Pemantauan Khusus di Tiga Wilayah Gambut Berisiko Tinggi
KLH Fokus Pantau Tiga Kawasan Gambut – Dalam upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau, Kementerian Lingkungan Hidup menetapkan tiga kawasan gambut sebagai area utama pengawasan. Wilayah yang menjadi prioritas adalah Kabupaten Pelalawan di Riau, Kabupaten Kubu Raya di Kalimantan Barat, serta area gambut Sumatera Selatan.
KLH Intensif Terapkan Kewaspadaan
Dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (10/7), Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat menyatakan bahwa upaya pencegahan di tiga wilayah tersebut akan ditingkatkan secara lebih ketat. “Upaya kami lebih intensif di daerah tersebut,” ujar Jumhur.
“Kalau kebakaran gara-gara abai, itu hukumannya ngeri sekali, bisa bangkrut lah, bisa tutup perusahaan itu,” tambahnya.
Menteri menekankan bahwa perusahaan yang mengelola konsesi diminta memastikan tidak ada titik panas (hotspot) atau kebakaran di areal operasionalnya. Selain itu, pemerintah daerah, masyarakat, dan lembaga terkait akan terlibat dalam pengawasan bersama.
Status Siaga di Enam Provinsi
Deputi Bidang Tata Lingkungan dan Sumber Daya Alam Berkelanjutan KLH, Sigit Reliantoro, mengungkapkan bahwa enam provinsi prioritas masih dalam kondisi siaga. “Beberapa titik pada bulan lalu memang ada yang sudah terbakar, namun cepat ditangani oleh Manggala Agni Kehutanan,” jelas Sigit.
Dari enam provinsi tersebut, Kabupaten Kubu Raya tercatat sebagai wilayah dengan tingkat kekhawatiran tertinggi. Sementara Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jambi berada dalam status siaga berbeda.
Data Kondisi Gambut Berdasarkan Wilayah
Menurut data KLH, Kubu Raya memiliki 11 titik pemantauan tinggi muka air tanah (TMAT) yang berpotensi berisiko tinggi dan dua TMAT yang sangat rentan. Wilayah ini juga mencatat 1.823 titik panas sejak Januari hingga Juni 2026. Di Riau terdapat 84 TMAT rawan, Sumatera Selatan 28 TMAT, sementara Kalimantan Tengah memiliki tiga titik TMAT dalam kondisi normal.
Untuk memperkuat kesiapsiagaan, KLH meminta pemerintah daerah meningkatkan sistem pemantauan dan respons cepat terhadap tanda-tanda kebakaran di kawasan gambut.
