Special Plan: Prabowo Ungkap PT DSI Kelola Devisa Rp 188 Triliun Hanya dalam 1,5 Bulan
Prabowo Ungkap DSI Kelola Devisa Rp 188 Triliun dalam 1,5 Bulan Special Plan - Dalam rangka mewujudkan Special Plan , Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan
Prabowo Ungkap DSI Kelola Devisa Rp 188 Triliun dalam 1,5 Bulan
Special Plan – Dalam rangka mewujudkan Special Plan, Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) baru, Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI), berhasil mengelola devisa negara hingga Rp 188,32 triliun hanya dalam 1,5 bulan sejak terbentuk. Angka ini setara dengan US$ 10,5 miliar, berdasarkan kurs Rp 17.935 per dolar Amerika Serikat, menunjukkan efektivitas strategi pemerintah dalam mengoptimalkan pendapatan negara melalui kebijakan Special Plan.
Strategi PT DSI dalam Mengelola Devisa
Special Plan menjadi fokus utama pemerintah dalam mengatasi kebocoran devisa yang selama ini terjadi karena praktik ekspor ilegal. DSI dibentuk dengan tujuan mengendalikan alur ekspor komoditas strategis, termasuk minyak sawit mentah (CPO), mineral, dan produk pertanian lainnya. Prabowo menjelaskan bahwa keberadaan DSI bertujuan memutus kebiasaan manipulasi harga, seperti under-invoicing dan transfer pricing, yang mengakibatkan hilangnya kekayaan negara ke luar negeri.
Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan bahwa DSI telah berhasil mengurangi kerugian negara yang selama tiga dekade terjadi akibat perbedaan harga jual dalam dan luar negeri. “Dengan adanya DSI, kita bisa mengatasi perbedaan harga yang sebelumnya menyebabkan hilangnya 50% kekayaan negara,” kata Presiden. Ia menjelaskan bahwa praktik under-invoicing memungkinkan eksportir menjual produk ke luar negeri dengan harga lebih rendah dari nilai sebenarnya, sehingga mengurangi pendapatan negara.
Manfaat dan Dampak DSI untuk Ekonomi Indonesia
Kebijakan Special Plan ini diterapkan sebagai langkah strategis untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam sistem perdagangan ekspor. Prabowo mengungkapkan bahwa DSI telah membantu mengoordinasikan antara produsen, pengusaha, dan pemerintah untuk memastikan nilai tukar produk tidak terbuang. “Grafiknya menunjukkan bahwa koordinasi ekspor sekarang lebih baik dari sebelumnya,” tambahnya.
Prabowo juga menyoroti peran DSI dalam memastikan pemanfaatan devisa nasional optimal. Ia menegaskan bahwa pemerintah akan memperketat pengawasan terhadap eksportir nakal yang masih mencoba memanipulasi harga. “Jika ada yang terus bermain dengan sistem, semua izin ekspor akan dicabut. Special Plan harus menjadi pondasi utama dalam mengelola pendapatan negara,” tegas Presiden dalam wawancara eksklusif.
Dengan pendapatan yang mencapai Rp 188 triliun, DSI menunjukkan potensi besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi. Angka ini juga menegaskan bahwa kebijakan Special Plan bukan hanya sekadar rencana, tetapi telah berhasil diimplementasikan secara nyata. Prabowo menambahkan bahwa DSI akan terus berperan aktif dalam mengelola devisa dan mendorong ekspor yang berkelanjutan.
Kebijakan Special Plan ini disambut positif oleh sejumlah pejabat ekonomi. Seorang ekspertis kewirausahaan menilai bahwa DSI menjadi contoh nyata inovasi pemerintah dalam mengatur alur pendapatan negara. “Dengan adanya DSI, kita bisa memastikan bahwa setiap unit ekspor berkontribusi maksimal untuk perekonomian,” kata ekspertis tersebut. Di sisi lain, beberapa pengusaha menyebutkan bahwa kebijakan ini perlu dipertahankan agar ekspor tetap sehat dan berkelanjutan.
