Skip to content
Industri

SiCepat Masuk Bisnis Logistik, Target Sumbang Hingga 10% Pendapatan

Richard Jackson - wartanaya.com 3 mins read

Sebagai langkah strategis dalam pengembangan bisnis, SiCepat Masuk Bisnis Logistik Target Sumbang hingga 10% pendapatan perusahaan. Melalui peluncuran layanan

SiCepat Masuk Bisnis Logistik, Target Sumbang Hingga 10% Pendapatan

SiCepat Masuk Bisnis Logistik Target Sumbang Hingga 10% Pendapatan

Wartanaya.com – Sebagai langkah strategis dalam pengembangan bisnis, SiCepat Masuk Bisnis Logistik Target Sumbang hingga 10% pendapatan perusahaan. Melalui peluncuran layanan SiCepat Logistik, perusahaan kurir ini resmi memasuki segmen pengantaran first-mile dan middle-mile. Dalam tahun pertama operasional, segmen bisnis baru ini diproyeksikan memberikan kontribusi sebesar lima hingga sepuluh persen dari total pendapatan SiCepat. Langkah ini menunjukkan komitmen kuat perusahaan dalam memperluas cakupan layanan beyond last-mile delivery.

Imam Sedayu, Direktur Commercial and External Affairs SiCepat, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari strategi diversifikasi pasar. “Pada tahun pertama, kami menargetkan kontribusi dari segmen ini mencapai sepuluh persen, atau lebih tepatnya lima hingga sepuluh persen,” jelas Imam saat menghadiri acara peluncuran SiCepat Logistik di Jakarta Timur, Selasa (28/7). Dengan demikian, SiCepat Masuk Bisnis Logistik Target Sumbang hingga 10% pendapatan menjadi salah satu milestone penting dalam roadmap perusahaan.

Peluang Pasar Logistik yang Belum Tergarap

Meskipun tidak mengungkapkan rincian pemasukan secara detail, Imam menilai potensi pasar logistik di Indonesia masih sangat besar dan belum sepenuhnya tergarap. Bisnis courier, express, and parcel (CEP) yang selama ini menjadi fokus utama SiCepat baru mencakup sekitar sepuluh persen dari total pasar logistik nasional. Proyeksi nilai pasar tersebut mencapai hampir US$ 178 miliar atau setara dengan Rp3.000 triliun pada tahun 2030. Angka ini menunjukkan bahwa SiCepat Masuk Bisnis Logistik Target Sumbang hingga 10% pendapatan memiliki ruang pertumbuhan yang signifikan.

Sementara itu, sekitar sembilan puluh persen aktivitas logistik lainnya berada di luar sektor CEP. Tahun pertama pengembangan SiCepat Logistik akan difokuskan untuk membangun fondasi bisnis sekaligus kepercayaan pelanggan. “Dengan mendapatkan kepercayaan di tahun pertama, kami bisa menggandakan lagi di tahun berikutnya, dan itu bukan hal mustahil,” tambahnya. Hal ini memperkuat posisi SiCepat Masuk Bisnis Logistik Target Sumbang hingga 10% pendapatan dalam jangka panjang.

Ekspansi ke Segmen B2B dan Industri

Ekspansi ke bisnis logistik dilakukan untuk mendiversifikasi basis pasar SiCepat. Selama ini, perusahaan lebih banyak melayani online seller dan marketplace. Melalui SiCepat Logistik, perusahaan membidik segmen yang lebih luas, mulai dari pabrik, manufaktur, brand, distributor, hingga retailer. SiCepat juga membuka peluang untuk menggarap sektor lain seperti pertambangan dan energi. Dengan demikian, SiCepat Masuk Bisnis Logistik Target Sumbang hingga 10% pendapatan tidak hanya berfokus pada konsumen retail.

SiCepat resmi memperluas bisnis dari layanan CEP ke sektor logistik dengan membidik segmen business-to-business (B2B), retail, perusahaan, hingga manufaktur melalui SiCepat Logistik. Perluasan ini sejalan dengan visi SiCepat Masuk Bisnis Logistik Target Sumbang hingga 10% pendapatan dalam tiga tahun ke depan. Diversifikasi ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada satu segmen pasar saja.

Infrastruktur dan Jangkauan Operasional yang Solid

Menurut Imam, SiCepat memiliki modal dasar berupa jaringan dan infrastruktur yang telah dibangun dari bisnis express. Saat ini, SiCepat memiliki 470 hub dan 61 sortation station serta mencakup lebih dari 35 provinsi dengan dukungan sekitar 1.700 armada, termasuk truk dan van. Infrastruktur ini menjadi fondasi kuat bagi SiCepat Masuk Bisnis Logistik Target Sumbang hingga 10% pendapatan. Dengan jaringan yang sudah ada, perusahaan dapat mengoptimalkan operasional logistik secara efisien.

Selain itu, SiCepat telah memiliki 61 operational warehouse, 45.000 drop point untuk segmen retail, serta lebih dari 490 processing location. Jangkauan operasional perusahaan juga telah mencapai 99% area. Dari sisi volume, SiCepat saat ini menangani sekitar 250.000 ton per tahun dan sekitar 1 juta paket per hari. Perusahaan juga telah memiliki sekitar 6 juta seller dan partner yang bergabung. Semua data ini mendukung klaim SiCepat Masuk Bisnis Logistik Target Sumbang hingga 10% pendapatan.

Imam mengatakan jaringan itu menjadi salah satu alasan SiCepat melihat peluang untuk memperluas bisnis dari layanan express dan last-mile delivery ke layanan logistik yang lebih terintegrasi. “Logistik memang harus dikembangkan, tidak hanya express dan tidak hanya last-mile delivery,” katanya. Dengan demikian, SiCepat Masuk Bisnis Logistik Target Sumbang hingga 10% pendapatan bukan sekadar ambisi, melainkan langkah strategis berbasis infrastruktur yang sudah mapan.

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Join the discussion