Pabrik-Pabrik Asal Cina Bakal Pindah ke Madura: Cokelat hingga Matras
Beberapa perusahaan manufaktur asal Tiongkok sedang dalam proses memindahkan fasilitas produksinya ke wilayah Madura, Jawa Timur. Para pelaku industri ini
Investor Tiongkok Merelokasi Pabrik ke Madura: Dari Cokelat hingga Matras
Wartanaya.com – Beberapa perusahaan manufaktur asal Tiongkok sedang dalam proses memindahkan fasilitas produksinya ke wilayah Madura, Jawa Timur. Para pelaku industri ini berasal dari klaster manufaktur di Guangdong yang kini menghadapi keterbatasan operasional di negara asal mereka karena regulasi baru.
Akhmad Ma’ruf Maulana, yang menjabat sebagai Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI), menjelaskan bahwa perpindahan ini merupakan wujud nyata dari kolaborasi antara Guangdong ASEAN Industrial Park International Cooperation Alliance bersama Wiraraja Madura Industrial Park. Upaya ini mendapat perhatian tinggi dari para pejabat senior, termasuk Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Wali Kota Guangzhou, serta Bupati Bangkalan.
“Yang pasti kawasan industri di Cina ini klusternya itu sebagian yang sudah tidak bisa di Cina akan pindah ke Madura. Jadi suatu kluster yang pemerintahnya memang sudah tidak diizinkan lagi berdiri pabrik di situ, pindah satu kluster ke Madura,” ujar Ma’ruf saat ditemui wartawan di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Rabu (5/8).
Saat ini, Ma’ruf masih melakukan pendataan menyeluruh terhadap perusahaan-perusahaan yang akan melakukan relokasi. Oleh karena itu, ia belum dapat memberikan gambaran pasti mengenai total jumlah perusahaan maupun besaran nilai investasi yang akan masuk. Namun, ia telah memastikan bahwa beberapa sektor industri telah menunjukkan ketertarikan kuat untuk berinvestasi di Madura.
“Nah, ini berapa investasi yang pindah, kita lagi mendata perusahaan-perusahaan apa. Yang pasti ada pabrik poliester, cokelat, terus pabrik matras kasur,” tambahnya.
Menurut penjelasan Ma’ruf, industri yang akan masuk ke Madura merupakan sektor padat karya. Faktor utama yang mendorong relokasi ini adalah pergeseran strategi produksi di Tiongkok yang kini lebih mengandalkan otomatisasi dan artificial intelligence (AI). Akibatnya, banyak industri padat karya memilih untuk berekspansi ke luar negeri.
“Kalau tenaga kerja sudah pasti padat karya, investasi padat karya. Karena investasi yang klaster itu pindah ke Jawa Timur, ke Madura, memang investasi yang padat karya. Sama-sama kami ketahui di Cina sudah memakai teknologi AI,” jelasnya.
Pembangunan Wiraraja Madura Industrial Park saat ini telah memasuki tahap persiapan matang. Ma’ruf menyebutkan bahwa perusahaan pengelola telah resmi berdiri, proses pembebasan lahan telah selesai, dan berbagai perizinan dasar telah diperoleh.
“Kami akan mengejar perizinan-perizinan turunannya. Kalau bisa selesai perizinannya tahun ini kami kebut tahun ini karena investasinya sudah ada,” tegasnya.
Pemerintah Indonesia telah menjalin kemitraan dengan Tiongkok untuk pengembangan Kawasan Industri Wiraraja Madura. Langkah ini diresmikan melalui penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) mengenai pengembangan kawasan industri modern di Kabupaten Bangkalan, Madura, pada Rabu (5/8).
Prosesi penandatanganan kerja sama ini melibatkan dua dokumen penting. Pertama, MoU antara PT Wiraraja Madura International dengan Guangzhou Zhanjiang Industrial Transfer Cooperation Park Management Committee. Kedua, penandatanganan Agreement on Joining the Guangdong ASEAN Industrial Park International Cooperation Alliance bersama Wiraraja Madura Industrial Estate.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, yang hadir sebagai saksi penandatanganan, menyatakan bahwa Pemerintah berkomitmen untuk terus memperkuat hubungan dengan negara-negara mitra strategis. Tujuannya adalah mempercepat pengembangan kawasan industri, membuka peluang lapangan kerja, serta menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai daerah.
“Indonesia punya program Two Countries Twin Parks (TCTP) yang terus akan kita dorong. Kawasan di Madura ini kedepannya juga merupakan kawasan heavy industry Indonesia, Petrokimia (Gresik). Jadi nanti dengan adanya Kawasan Industri Bangkalan ini akan menjadi seimbang,” kata Airlangga dalam keterangannya, Rabu (5/8).
Airlangga menambahkan bahwa pengembangan Kawasan Industri Wiraraja Madura akan semakin melengkapi hubungan ekonomi Indonesia dan Tiongkok yang selama ini terus berkembang. Hubungan ini tidak hanya melalui peningkatan investasi, tetapi juga perdagangan bilateral.
“Ini akan melengkapi kerja sama antara Indonesia dan Cina. Karena Indonesia dan Cina juga sudah punya bilateral swap arrangement (Bilateral Currency Swap Arrangement atau BCSA) yang sampai dengan US$50 miliar dolar. Harapannya bisa juga trade menggunakan currency masing-masing sehingga tidak tergantung kepada currency yang lain,” pungkasnya.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Pabrik Pabrik Asal Cina Bakal Pindah?
Pabrik Pabrik Asal Cina Bakal Pindah is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Pabrik Pabrik Asal Cina Bakal Pindah matter?
Pabrik Pabrik Asal Cina Bakal Pindah matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
