Skip to content
Industri

MRT Jakarta Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas, Hubungkan 4 Kawasan

Patricia Thomas - wartanaya.com 4 mins read

MRT Jakarta sedang membangun infrastruktur pejalan kaki yang inovatif di kawasan Dukuh Atas. Proyek Pedestrian Deck ini dirancang dengan konsep cincin donat

MRT Jakarta Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas, Hubungkan 4 Kawasan

MRT Jakarta Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas untuk Konektivitas Empat Kawasan

Wartanaya.com – MRT Jakarta sedang membangun infrastruktur pejalan kaki yang inovatif di kawasan Dukuh Atas. Proyek Pedestrian Deck ini dirancang dengan konsep cincin donat yang akan menghubungkan empat kuadran penting di kawasan tersebut. Dengan adanya fasilitas baru ini, pejalan kaki diharapkan dapat berpindah antar moda transportasi dengan lebih cepat dan nyaman. Estimasi penghematan waktu yang dicapai mencapai lima menit untuk setiap perpindahan.

Menurut Agus Trihan, Advisor Program Management Office Division MRT Jakarta, studi mendalam menunjukkan bahwa pembangunan deck pejalan kaki ini akan mempercepat mobilitas pengguna transportasi umum secara signifikan. Rute-rute yang sebelumnya memaksa pejalan kaki melakukan perjalanan memutar jauh kini menjadi lebih efisien dan langsung.

Perpindahan antarmoda memang penghematannya sekitar dua sampai tiga menit. Tetapi yang paling signifikan itu dari sisi Landmark ke Shangri-La. Saat ini orang harus turun, memutar, lalu naik lagi. Dengan pedestrian deck ini bisa menghemat sekitar empat sampai lima menit.

Ketidaknyamanan selama ini terjadi karena pejalan kaki harus turun ke jalan raya atau menyebrangi banyak persimpangan untuk berpindah moda. Melalui pedestrian deck, mereka cukup berjalan langsung menuju tujuan tanpa harus kembali ke permukaan jalan. Hal ini tentu memberikan pengalaman yang lebih menyenangkan bagi para pengguna transportasi umum.

Mengurai Kepadatan di Terowongan Kendal

Selain efisiensi waktu, infrastruktur ini juga diharapkan mengurangi kemacetan pejalan kaki yang selama ini terkonsentrasi di Terowongan Kendal. Lokasi tersebut merupakan pusat perpindahan antara stasiun KRL Sudirman dan MRT Dukuh Atas BNI. Kepadatan yang tinggi di area ini sering kali menyebabkan ketidaknyamanan bagi para pejalan kaki.

Saat ini akses utama perpindahan antarkuadran masih terpusat di Terowongan Kendal. Dengan adanya pedestrian deck, masyarakat akan memiliki alternatif jalur perpindahan sehingga kepadatan di Terowongan Kendal dapat berkurang secara signifikan.

Menurut Agus, proyek ini lahir untuk mengatasi fragmentasi kawasan Dukuh Atas yang terpecah menjadi empat kuadran. Setiap kuadran memiliki fasilitas transportasi berbeda yang selama ini kurang terhubung dengan baik:

  • Q1 (Utara): Stasiun KRL BNI City dan MRT Dukuh Atas BNI
  • Q2: Stasiun Sudirman dan LRT Dukuh Atas
  • Q3: Kompleks Wisma 46 BNI
  • Q4: Halte TransJakarta Galunggung dan Kompleks Landmark

Perpindahan antarkuadran selama ini dinilai kurang nyaman karena pejalan kaki harus turun ke jalan dan memutar cukup jauh. Fokus utama proyek adalah menyatukan keempat kawasan yang terpisah ini menjadi satu kesatuan yang terintegrasi.

Konektivitas Multi-Moda yang Lebih Baik

Kawasan ini telah memiliki berbagai moda transportasi seperti MRT, KRL Commuter Line, LRT Jabodebek, dan Transjakarta. Konektivitas antarmoda menjadi prioritas utama dalam pengembangan ini agar semua moda dapat saling terhubung dengan optimal.

Pembangunan Pedestrian Deck Dukuh Atas BNI merupakan kelanjutan dari penataan kawasan Dukuh Atas sebelumnya. Proyek-proyek sebelumnya meliputi kawasan Kendal yang lebih ramah pejalan kaki, revitalisasi Jalan Gelora, serta pembangunan Jembatan Penyeberangan Multiguna (JPM) Dukuh Atas yang telah meningkatkan aksesibilitas kawasan.

Pedestrian deck ini dirancang bukan sekadar jembatan penyeberangan biasa, melainkan sebagai simpul konektivitas yang menghubungkan berbagai fasilitas transportasi. Ke depannya, Green Loop diproyeksikan dapat terhubung dengan Stasiun Sudirman, KRL Commuter Line, LRT Jabodebek, Transjakarta, hingga rencana pengembangan LRT Jakarta yang akan memperkuat ekosistem transportasi di kawasan ini.

MRT Jakarta juga telah berdiskusi dengan LRT Jakarta agar stasiun yang direncanakan di kawasan tersebut dapat langsung terkoneksi dengan pedestrian deck melalui level concourse. Hal ini akan memastikan bahwa semua moda transportasi dapat saling terhubung dengan mulus.

Pedestrian deck ini kami harapkan menjadi katalis yang mendorong seluruh operator transportasi publik untuk ikut menghubungkan fasilitasnya sehingga kawasan ini menjadi lebih seamless dan nyaman bagi pengguna.

Detail Desain dan Fasilitas yang Lengkap

Dari sisi desain, alur pejalan kaki berbentuk cincin donat ini memiliki diameter sekitar 100 meter dengan ketinggian sekitar delapan meter dari permukaan Jalan Jenderal Sudirman. Desain ini tidak hanya fungsional tetapi juga estetis, memberikan pemandangan yang menarik bagi para pejalan kaki.

Fasilitas yang disiapkan meliputi tiga eskalator, tiga elevator, serta akses ramah disabilitas melalui ramp. Jalur utama pejalan kaki memiliki lebar sekitar 4—5 meter, sementara pada sejumlah titik diperlebar hingga sekitar 7 meter untuk mengakomodasi arus pejalan kaki yang padat.

Di area yang lebih luas tersebut, MRT Jakarta juga berencana menghadirkan ruang untuk menikmati Patung Jenderal Sudirman sekaligus galeri sejarah yang memuat informasi mengenai tokoh maupun kawasan tersebut. Hal ini akan memberikan nilai tambah bagi para pengunjung yang ingin mengenal lebih dalam sejarah kawasan Dukuh Atas.

Agus menyampaikan pernyataan tersebut di Jakarta Selatan pada hari Kamis, tanggal 30 Juli.

Join the discussion