Skip to content
Industri

Latest Program: Industri Kaca Tertekan Lonjakan Harga Gas, Terancam Pangkas Produksi

Matthew Smith - wartanaya.com 3 mins read

cu Ancaman Pengurangan Produksi Industri Kaca Latest Program - Kenaikan harga gas bumi industri yang terjadi belakangan ini memberikan dampak signifikan

Latest Program: Industri Kaca Tertekan Lonjakan Harga Gas, Terancam Pangkas Produksi

Latest Program: Harga Gas Pemicu Ancaman Pengurangan Produksi Industri Kaca

Latest Program – Kenaikan harga gas bumi industri yang terjadi belakangan ini memberikan dampak signifikan terhadap sektor industri kaca lembaran nasional. Dalam rangkaian Latest Program yang diusung oleh Asosiasi Kaca Lembaran dan Pengaman (AKLP), situasi ini menjadi sorotan karena menimbulkan risiko penurunan produksi dan kekhawatiran mengenai daya saing di pasar ekspor. Dengan biaya produksi yang meningkat, industri kaca harus beradaptasi untuk menjaga kinerja bisnisnya.

Peran Gas dalam Proses Produksi

Gas bumi berperan penting dalam proses produksi industri kaca, khususnya dalam penggunaan sebagai bahan bakar untuk pemanasan dan pengaturan suhu dalam pabrik. Kenaikan harga gas ini tidak hanya meningkatkan biaya operasional perusahaan, tetapi juga memengaruhi keputusan produksi. Menurut Yustinus Gunawan, Ketua Umum AKLP, kenaikan biaya gas bumi telah meningkat drastis, memaksa industri kaca mengambil langkah responsif. “Porsi biaya gas bumi terhadap biaya produksi kaca lembaran pada akhir 2025 sekitar 26,5%. Pada Mei 2026, angkanya naik menjadi 31,5%,” katanya dalam wawancara dengan Katadata.co.id, Jumat (26/6).

Ketersediaan Pasokan Gas

Masalah kenaikan harga gas tidak hanya terkait dengan biaya, tetapi juga pasokan yang terbatas. Menjelang Juni 2026, pasokan gas khusus untuk industri, atau Gas Industri Tertentu (AGIT), hanya mampu memenuhi 27,5% dari kebutuhan total. Untuk mengatasi kekurangan pasokan, perusahaan harus membeli gas dari pasar bebas dengan harga lebih tinggi, sekitar US$20 per MMBTU, dibandingkan Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) yang hanya US$7 per MMBTU. Kondisi ini menimbulkan tekanan pada industri kaca yang mengandalkan pasokan gas secara stabil.

Analisis Pasar dan Proyeksi Ekspor

Kenaikan biaya produksi akibat kenaikan harga gas telah mendorong industri kaca untuk meninjau ulang strategi ekspor. Rata-rata biaya produksi mencapai US$15 per MMBTU, atau lebih dari dua kali lipat dibandingkan HGBT. Yustinus menyoroti bahwa kenaikan ini berdampak langsung pada daya saing industri, terutama di pasar ekspor. “Kalau biaya produksi naik, daya saing menurun,” ujar Yustinus. Dalam Latest Program, AKLP menekankan pentingnya keterlibatan pemerintah dalam menjamin pasokan gas yang memadai untuk menjaga kapasitas produksi dan menopang kebutuhan ekspor.

Persiapan untuk Mengurangi Produksi

Industri kaca lembaran saat ini sedang menyiapkan langkah untuk menurunkan tingkat utilisasi. Meski ada penurunan, perusahaan masih harus memenuhi komitmen permintaan ekspor yang telah ditetapkan. Kapasitas industri kaca lembaran mencapai sekitar 2,7 juta ton per tahun. Dari total itu, potensi ekspor mencapai sekitar dua pertiga kapasitas produksi. Jika utilisasi terus menurun, dampaknya bisa berlanjut ke sektor tenaga kerja. “Turunnya utilisasi berarti turunnya penyerapan tenaga kerja apabila ekspor merosot karena AGIT turun menjadi 27,5% dan harga gas bumi industri meningkat,” jelas Yustinus.

Pemangkasan Permintaan ke Pemerintah

Untuk mengatasi krisis pasokan dan biaya gas yang tinggi, AKLP meminta pemerintah memberikan kepastian pasokan gas industri sesuai kebijakan yang sudah ditetapkan. Mereka menargetkan realisasi pasokan AGIT sebesar 80% dari Kepmen ESDM Nomor 76.K/2025 yang berlaku sejak Juni 2026. Dalam Latest Program, AKLP menyebutkan bahwa pemerintah perlu aktif mengawasi implementasi kebijakan ini agar industri kaca dapat beroperasi optimal.

Dalam upaya mengurangi ketergantungan pada gas bumi, industri kaca mulai mengeksplorasi alternatif energi seperti listrik atau bahan bakar lain. Namun, peralihan ini membutuhkan investasi besar dan waktu lama. Dengan Latest Program yang diusung, AKLP mengharapkan adanya dukungan dari pemerintah untuk mempercepat transisi ini serta menjamin ketersediaan pasokan gas dalam jangka pendek.

Kenaikan harga gas menjadi salah satu tantangan terbesar bagi industri kaca di masa kini. Dengan Latest Program, perusahaan dan asosiasi berharap dapat mencari solusi yang lebih efisien, baik melalui penyesuaian operasional, pengurangan biaya, maupun kolaborasi dengan pihak terkait. Langkah-langkah ini diperlukan untuk menjaga stabilitas industri dan memastikan pertumbuhan ekspor tetap berjalan meski di tengah tekanan harga energi.

Join the discussion