Skip to content
Energi

Topics Covered: Freeport Targetkan Tambang Kucing Liar Mulai Produksi pada 2029

Lisa Davis - wartanaya.com 2 mins read

duksi pada 2029 Topics Covered : PT Freeport Indonesia (PTFI) tengah menyiapkan tambang Kucing Liar sebagai bagian dari perluasan operasional tambang emas dan

Topics Covered: Freeport Targetkan Tambang Kucing Liar Mulai Produksi pada 2029

Freeport Targetkan Tambang Kucing Liar Mulai Produksi pada 2029

Topics Covered: PT Freeport Indonesia (PTFI) tengah menyiapkan tambang Kucing Liar sebagai bagian dari perluasan operasional tambang emas dan tembaga di kawasan Grasberg, Papua Tengah. Proyek ini diproyeksikan akan dimulai pada 2029, menandai langkah strategis perusahaan dalam meningkatkan kapasitas produksi serta mengoptimalkan sumber daya bumi di wilayah tersebut.

Progres Pengembangan Tambang Kucing Liar

Sejak tahun 2022, PTFI telah melakukan pengembangan tambang Kucing Liar yang berlokasi di dekat area tambang utama Grasberg. Dalam laporan induk perusahaan, Freeport McMoran (FCX), proyek ini masuk dalam agenda utama untuk memperluas penambangan emas dan tembaga. Selama 2025, perusahaan menyelesaikan berbagai penelitian untuk mengevaluasi potensi ekspansi area tambang, yang berujung pada peningkatan kapasitas produksi hingga 130.000 metrik ton bijih per hari.

Topics Covered dalam laporan tersebut juga menyebutkan bahwa cadangan tambang Kucing Liar diprediksi meningkat sekitar 20%. Dengan estimasi awal cadangan sebesar 8 miliar pon tembaga dan 8 juta ons emas, operasi tambang diperkirakan berlangsung hingga 2041. FCX memproyeksikan tambang ini akan menjadi salah satu sumber utama pendapatan perusahaan, terutama jika dapat beroperasi penuh sebagaimana direncanakan.

Investasi dan Rencana Perluasan

Dalam rangka mendukung proyek ini, PTFI telah mengalokasikan dana sekitar US$ 1,3 miliar hingga 31 Maret 2026. Proyeksi menunjukkan bahwa investasi tambahan hingga 2033 mencapai US$ 4 miliar, atau rata-rata US$ 500 juta per tahun. Angka ini mencerminkan komitmen perusahaan untuk mewujudkan tambang Kucing Liar sebagai bagian dari Topics Covered dalam jangka panjang.

Tambang Kucing Liar diperkirakan akan meningkatkan volume produksi emas dan tembaga setelah selesai dikembangkan. FCX mengestimasi, jika beroperasi penuh, tambang ini akan menghasilkan sekitar 750 juta pon tembaga dan 735 ribu ons emas per tahun. Angka ini menunjukkan potensi kontribusi signifikan bagi ekonomi nasional dan penerimaan negara.

Dampak Insiden Longsor pada Operasi Tambang

Di sisi lain, produksi tambang PTFI pada kuartal I 2026 mengalami penurunan karena insiden longsor di Grasberg Block Cave (GBC) pada September 2025. Kecelakaan tersebut merusak infrastruktur yang mendukung operasi blok tambang lain, menyebabkan penurunan produksi emas 67,61% menjadi 92 ribu ons dan tembaga 67,91% menjadi 95 ribu pon.

Topics Covered dalam laporan perusahaan menyebutkan bahwa kejadian longsor tersebut memperlihatkan tantangan yang dihadapi dalam menjaga kestabilan operasi tambang. Meski demikian, FCX yakin kejadian tersebut hanya sementara dan akan segera diperbaiki untuk memastikan produksi dapat pulih hingga level sebelumnya.

“Penurunan produksi mencerminkan tingkat operasi yang lebih rendah setelah terjadinya aliran lumpur di GBC pada September 2025,” kata FCX dalam laporan perusahaan, dikutip Jumat (24/4).

Tambang Kucing Liar diharapkan menjadi solusi untuk menjaga konsistensi produksi. Proyek ini juga dilihat sebagai langkah penting dalam menjaga keberlanjutan bisnis Freeport di Indonesia, terutama dalam konteks Topics Covered yang mengintegrasikan aspek ekonomi, lingkungan, dan sosial.

Join the discussion