Skip to content
Energi

Fasilitas Pengolahan Gas North Hub Development Project Mulai Dibangun

Patricia Miller - wartanaya.com 3 mins read

Pembangunan Fasilitas Pengolahan Gas North Hub Development telah resmi dimulai pada hari Kamis, 23 Juli 2025. Upacara pemotongan baja perdana sebagai simbol

Fasilitas Pengolahan Gas North Hub Development Project Mulai Dibangun

Konstruksi Fasilitas Pengolahan Gas North Hub Development Project Resmi Dimulai

Wartanaya.com – Pembangunan Fasilitas Pengolahan Gas North Hub Development telah resmi dimulai pada hari Kamis, 23 Juli 2025. Upacara pemotongan baja perdana sebagai simbol dimulainya fase konstruksi dilaksanakan di Pulau Karimun, yang terletak di wilayah Kepulauan Riau. Acara ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan industri energi nasional yang menandai tonggak penting dalam pengembangan infrastruktur migas Indonesia.

Djoko Siswanto, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), menyampaikan bahwa fasilitas ini merupakan komponen kunci dari proyek North Hub Development Project yang berlokasi di Selat Makassar. Operasi dan pengembangan proyek strategis ini dijalankan oleh Searah, sebuah perusahaan patungan strategis antara Eni dari Italia dan Petronas dari Malaysia.

Ini adalah pembangunan FPSO pertama, dan pada tahun depan kami akan mengadakan acara serupa lagi untuk pembangunan FPSO yang kedua. Ukurannya kira-kira sama, ujarnya dalam acara peresmian pada Kamis (23/7).

Spesifikasi Teknis dan Kapasitas Produksi

Fasilitas Pengolahan Gas North Hub Development dilengkapi dengan tiga unit pemrosesan utama yang masing-masing memiliki kapasitas operasional berbeda. Untuk pengolahan gas alam, fasilitas ini mampu menangani hingga 1 bscfd atau setara dengan 1.000 mmscfs. Sementara itu, unit pengolahan kondensat dirancang untuk memproses 80 ribu barel per hari, dan fasilitas penyimpanan memiliki kapasitas total sebesar 1,4 juta barel.

Dari segi dimensi fisik, FPSO Bahtera Haluan Lestari memiliki panjang sekitar 300 meter dengan lebar 45 meter. Struktur ini dirancang khusus untuk beroperasi di perairan ultra dalam atau ultra deep water pada kedalaman sekitar 2.000 meter. Hal ini menjadikan fasilitas produksi pertama di perairan ultra dalam yang akan dibangun di Indonesia, sesuai penjelasan Djoko Siswanto.

Proyeksi Investasi dan Timeline Produksi

Total nilai investasi yang dialokasikan untuk proyek North Hub Development mencapai sekitar US$ 15 miliar. Dari jumlah tersebut, sebesar US$ 3 miliar diperuntukkan khusus untuk pembangunan FPSO, sedangkan sisanya dialokasikan untuk belanja modal lainnya. Menurut Djoko, proyek ini menjadi salah satu investasi hulu migas terbesar yang sedang dikembangkan di Indonesia saat ini.

Proyek North Hub merupakan proyek strategis nasional yang ditargetkan mulai berproduksi secara komersial pada kuartal IV tahun 2028. Proyek ini mengintegrasikan pengembangan dua lapangan minyak dan gas, yaitu lapangan Gang North dan lapangan Gehem yang berada di Cekungan Kutai lepas pantai Kalimantan Timur.

Djoko mengatakan bahwa pengembangan proyek North Hub Development secara keseluruhan menunjukkan kemajuan yang sangat pesat. Dalam waktu yang relatif singkat, proyek ini telah mencapai berbagai tonggak penting atau milestone dari mulai ditemukannya cadangan gas pada tahun 2023.

Kemudian tahun berikutnya POD selesai 2024 kemudian 2025 itu FEED-nya selesai dan juga FID-nya selesai di awal atau bulan Maret 2026, ucapnya.

Kemajuan proyek ini tidak hanya berdampak pada sektor energi, tetapi juga memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian nasional. Dengan kapasitas produksi yang besar dan teknologi modern yang digunakan, Fasilitas Pengolahan Gas North Hub Development diharapkan dapat memenuhi kebutuhan energi Indonesia dalam jangka panjang serta mendukung program ketahanan energi nasional.

Join the discussion