Skip to content
Energi

Bahlil Pastikan Indonesia Lanjutkan Impor Minyak Rusia

Anthony Rodriguez - wartanaya.com 2 mins read

Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk terus melakukan pembelian minyak mentah dari Rusia. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi menjaga ketahanan

Bahlil Pastikan Indonesia Lanjutkan Impor Minyak Rusia

Indonesia Pertahankan Impor Minyak dari Rusia

Wartanaya.com – Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk terus melakukan pembelian minyak mentah dari Rusia. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi menjaga ketahanan energi nasional. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa program impor tersebut akan berjalan berkelanjutan.

Mekanisme Pembelian G2G

Proses pengadaan minyak ini menggunakan skema kerja sama antarpemerintah atau yang dikenal dengan sebutan government to government (G2G). Lembaga Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) berperan sebagai entitas yang menangani pembelian. Sebagai badan layanan umum (BLU) di bawah naungan Kementerian ESDM, Lemigas bertanggung jawab atas transaksi ini.

“Tahap pertama sudah terealisasi, yang melakukan impor itu adalah pemerintah Indonesia, G2G,” kata Bahlil seusai mengikuti rapat terbatas dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka Jakarta pada Selasa (28/7).

Menjamin Ketersediaan Energi

Sebagai Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil menjelaskan bahwa kelanjutan impor minyak dari Rusia bertujuan untuk menjaga kecukupan cadangan energi nasional. Langkah strategis ini juga memastikan pasokan energi dalam negeri tetap stabil sehingga kebutuhan masyarakat dan sektor industri dapat terpenuhi dengan baik.

“Ini akan terus menerus, tujuannya adalah untuk menjaga cadangan kita, jangan sampai terjadi kekurangan dan sekaligus memastikan bahwa energi dalam negeri kita bisa tersedia,” ujar Bahlil.

Data Pengiriman Minyak

Bloomberg melaporkan pada awal Juli bahwa sebanyak 770 ribu barel minyak mentah asal Rusia telah tiba di Indonesia. Pengiriman menggunakan kapal tanker Sierra pada tanggal 29 Juni lalu. Minyak tersebut berasal dari Kozimo, Rusia, dan dikirim ke Pelabuhan Balikpapan di Kalimantan Timur.

Berdasarkan data kepabeanan yang dihimpun oleh Big Trade Data, nilai impor minyak mentah tersebut mencapai US$ 75 juta. Transaksi ke Balikpapan ini merupakan pembelian pertama setelah kedua negara mencapai kesepakatan impor pada bulan April. Langkah ini menunjukkan bagaimana Moskow memanfaatkan konflik Iran untuk memperluas basis pelanggannya.

Join the discussion