Skip to content
E Commerce

Top Up Game Jadi Mesin Uang Baru BUKA Bukalapak, Sumbang 87% Pendapatan

Elizabeth Anderson - wartanaya.com 3 mins read

Segmen gaming telah bertransformasi menjadi mesin penghasil pendapatan terbesar bagi PT Bukalapak.com Tbk (BUKA). Kontribusi dari aktivitas top up game dan

Top Up Game Jadi Mesin Uang Baru BUKA Bukalapak, Sumbang 87% Pendapatan

Bisnis Gaming Jadi Penggerak Utama Pertumbuhan Bukalapak di Semester I 2026

Wartanaya.com – Segmen gaming telah bertransformasi menjadi mesin penghasil pendapatan terbesar bagi PT Bukalapak.com Tbk (BUKA). Kontribusi dari aktivitas top up game dan produk digital lainnya tidak hanya mendominasi struktur pendapatan, tetapi juga membantu memperbaiki profitabilitas perusahaan pada periode enam bulan pertama tahun 2026.

Data keuangan yang dirilis menunjukkan bahwa total pendapatan Bukalapak mencapai Rp 3,99 triliun selama semester I 2026. Angka ini merepresentasikan kenaikan sebesar 29,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat Rp 3,09 triliun. Meskipun demikian, perusahaan masih melaporkan rugi bersih sebesar Rp 817,8 miliar.

Dominasi Segmen Gaming Mencapai 87% Pendapatan

Motor pertumbuhan utama berasal dari bisnis gaming. Dalam siaran pers resmi, Bukalapak mengonfirmasi bahwa pendapatan dari segmen ini mencapai Rp 3,5 triliun sepanjang semester I 2026, meningkat 42% dari tahun lalu. Pada kuartal II saja, kontribusi dari gaming mencapai Rp 1,39 triliun.

Dengan total pendapatan perusahaan yang mendekati Rp 4 triliun, aktivitas gaming menyumbang sekitar 87% dari keseluruhan pendapatan Bukalapak pada enam bulan pertama tahun ini. Angka ini menandai pergeseran model bisnis yang semakin bergantung pada penjualan produk digital, termasuk top up game dan voucher gaming, dibandingkan dengan bisnis marketplace yang selama ini menjadi identitas utama perusahaan.

Perusahaan juga mencatat secara konsisten pembukuan EBITDA yang disesuaikan bernilai positif sebesar Rp 7 miliar.

Transformasi Bisnis Mulai Berhasil

Direktur Bukalapak, Victor Putra Lesmana, menyatakan bahwa kinerja tersebut merupakan bukti nyata bahwa transformasi bisnis yang dijalankan perseroan mulai menghasilkan hasil nyata. Ia menambahkan bahwa EBITDA yang disesuaikan yang tetap positif sepanjang semester I 2026 mencerminkan kemajuan berkelanjutan dari transformasi yang dijalankan.

“Di tengah kondisi perekonomian yang masih penuh, kami tetap fokus pada disiplin operasional, peningkatan kualitas pendapatan, serta pengembangan bisnis yang berkelanjutan di seluruh segmen,” kata Victor dalam pernyataan tertulisnya, dikutip Rabu (29/7).

Segmen Lain Mengalami Tekanan

Berbeda dengan bisnis gaming yang tumbuh pesat, beberapa segmen usaha lain justru mengalami tekanan. Pendapatan mitra Bukalapak turun 27% secara tahunan karena perusahaan memilih lebih banyak pilihan dalam menawarkan produk untuk meningkatkan profitabilitas. Sedangkan segmen ritel juga mencatat penurunan pendapatan 14% menjadi Rp 139 miliar pada semester I 2026.

Sementara bisnis investasi melalui BMoney tumbuh 68% menjadi Rp44 miliar, namun keuntungannya masih jauh lebih kecil dibandingkan bisnis gaming.

Vicor mengatakan perkembangan positif segment gaming menjadi salah satu bukti bahwa strategi transformasi perusahaan berjalan sesuai rencana.

“Perkembangan positif yang berkelanjutan pada segmen Gaming, pencapaian Mitra segmen positif EBITDA yang disesuaikan, dan segmen pertumbuhan Investasi menunjukkan kemajuan dari strategi yang kami jalankan. Dengan dukungan neraca yang solid, kami akan terus menjaga disiplin operasional dan fokus pada pertumbuhan keberlanjutan di seluruh segmen,” katanya.

Ekspansi Internasional Jadi Pendorong Pertumbuhan

Meski begitu, Bukalapak belum puas dengan produk apa saja yang menjadi kontributor utama dalam segmen gaming. Perusahaan juga tidak mengungkap kontribusi masing-masing kategori, seperti top up game, voucher digital, serta judul gim yang paling banyak dibeli pengguna.

Namun, perseroan menyebut pertumbuhan bisnis gaming didorong oleh ekspansi bisnis internasional, sehingga segmen ini kini menjadi tulang punggung pertumbuhan Bukalapak di tengah ketatnya persaingan industri e-commerce.

Berdasarkan katalog produk digital Bukalapak yang tersedia di aplikasi dan situsnya, segmen gaming mencakup top-up mata uang virtual, voucher game, hingga voucher platform gaming.

Meski Bukalapak tidak mempublikasikan daftar resminya dalam laporan keuangan, berikut gim dan layanan yang umumnya tersedia:

Selain game, Bukalapak juga menjual voucher hiburan digital. Beberapa di antaranya seperti:

Meski masih membukukan rugi bersih, kinerja semester I 2026 menunjukkan arah transformasi Bukalapak semakin bergeser dari pemain e-commerce menjadi perusahaan produk digital. Dengan kontribusi sekitar 87% terhadap total pendapatan, bisnis gaming kini menjadi penopang utama kinerja perseroan sekaligus mengurangi ketergantungan pada bisnis marketplace yang pertumbuhannya melambat.

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Join the discussion