Reaksi Bos BEI setelah Danantara Sebut Bakal Bawa BUMN Jumbo IPO
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) tengah mempersiapkan serangkaian penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO)
BEI Merespons Rencana Danantara Menggelontorkan IPO BUMN Berkapitalisasi Besar
Wartanaya.com – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) tengah mempersiapkan serangkaian penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) untuk sejumlah perusahaan milik negara yang memiliki aset bernilai tinggi. Pernyataan ini langsung mendapat tanggapan dari Bursa Efek Indonesia (BEI).
Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menyatakan bahwa pencatatan saham perusahaan-perusahaan BUMN dengan fundamental kuat akan memperluas pilihan investasi bagi para pelaku pasar modal. Ia menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif tersebut.
“Kami tentu menyambut baik (rencana Danantara),” ujar Jeffrey Hendrik saat ditemui Katadata pada Kamis (6/8).
Sementara itu, Katadata juga telah menghubungi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mendapatkan klarifikasi mengenai perkembangan dan status pengajuan rencana IPO tersebut. Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, belum memberikan respons resmi.
Strategi Penciptaan Nilai Pasar Modal
Dony Oskaria, yang menjabat sebagai Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala BP BUMN, menjelaskan bahwa rencana IPO sejumlah perusahaan pelat merah merupakan bagian integral dari strategi untuk menciptakan nilai dan memperdalam ekosistem pasar modal Indonesia. Menurutnya, semakin banyak perusahaan besar yang tercatat di bursa, maka kapitalisasi pasar serta variasi investasi bagi investor akan semakin meningkat.
Dony menyebutkan Pegadaian sebagai salah satu entitas potensial untuk melakukan listing di bursa. Selain itu, ia juga menyoroti beberapa BUMN lain yang dinilai layak untuk IPO, seperti PT Pupuk Indonesia (Persero), PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau yang dikenal sebagai Pelindo, serta PT Angkasa Pura Indonesia.
“Banyak sekali perusahaan yang memang itu secara market cap bagus untuk kita IPO-kan nanti,” kata Dony setelah pertemuan dengan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, pada Rabu (5/8).
Progres dan Target IPO
Dony menambahkan bahwa agenda IPO merupakan salah satu tahap penting dalam roadmap transformasi Danantara yang akan berlangsung selama lima tahun ke depan. Pada tahun pertama, fokus utama Danantara adalah melakukan konsolidasi dan restrukturisasi terhadap lebih dari 1.000 perusahaan yang berada di bawah pengelolaannya.
Hingga 31 Juli 2026, tercatat sebanyak tujuh perusahaan telah mencatatkan sahamnya di BEI dengan total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp 2,16 triliun. Saat ini, masih ada empat perusahaan yang berada dalam antrean IPO, terdiri dari dua perusahaan sektor kesehatan, satu perusahaan konsumer nonsiklikal, dan satu perusahaan industri.
Dalam sektor efek bersifat utang dan sukuk (EBUS), BEI telah mencatatkan 115 emisi dari 62 penerbit dengan total nilai penghimpunan dana mencapai Rp 104,11 triliun. Selain itu, terdapat 15 emisi dari 11 calon penerbit yang masih berada dalam pipeline.
Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Reaksi Bos BEI setelah Danantara Sebut?
Reaksi Bos BEI setelah Danantara Sebut is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Reaksi Bos BEI setelah Danantara Sebut matter?
Reaksi Bos BEI setelah Danantara Sebut matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
