Jejak Anak Usaha Pertamina Tugu Insurance (TUGU) di Proyek Raksasa Blok Masela
PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk atau yang dikenal sebagai TUGU telah resmi memasuki proyek gas alam raksasa bernama Blok Masela. Sebagai emiten
Tugu Insurance Memimpin Konsorsium Asuransi Proyek Blok Masela
Wartanaya.com – PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk atau yang dikenal sebagai TUGU telah resmi memasuki proyek gas alam raksasa bernama Blok Masela. Sebagai emiten asuransi yang berada di bawah naungan PT Pertamina, perusahaan ini ditunjuk untuk memimpin bisnis asuransi dalam proyek hulu migas dengan total investasi mencapai US$ 20,9 miliar atau setara Rp 355 triliun.
Fadlil Iswahyudi, Direktur Teknik Tugu Insurance, menjelaskan bahwa perusahaannya menjadi pemimpin konsorsium asuransi yang dibentuk oleh SKK Migas. Konsorsium ini melibatkan berbagai perusahaan asuransi lainnya. Menurutnya, kehadiran Tugu Insurance merupakan bagian dari mandat untuk mengasuransikan proyek strategis nasional yang salah satunya dikelola oleh PT Pertamina Hulu Energi (PHE).
“Tugas Tugu sebagai leader adalah mengoordinasikan seluruh anggota konsorsium, supaya semuanya bisa berjalan dengan baik,” ujar Fadlil dalam acara Literasi Asuransi Energi Tugu Insurance di Jakarta pada Kamis (6/8).
Kompleksitas dan Skala Proyek Offshore Terbesar Dunia
Meskipun mendapat kepercayaan besar, Fadlil mengakui bahwa proyek ini memiliki tingkat kompleksitas yang tinggi karena skalanya yang sangat masif. Ia menambahkan bahwa Blok Masela berpotensi menjadi salah satu proyek offshore terbesar di dunia. Besarnya skala proyek tersebut membuat nilai aset yang perlu dilindungi juga sangat signifikan, sehingga membutuhkan dukungan kapasitas asuransi global.
Menurut Fadlil, nilai investasi proyek Blok Masela berkisar antara US$ 20 miliar hingga US$ 30 miliar atau sekitar Rp 340 triliun–Rp 510 triliun. Dengan nilai investasi sebesar itu, kapasitas pasar asuransi offshore global yang hanya mencapai US$ 5 miliar–US$ 6 miliar atau Rp 85 triliun–Rp 102 triliun dinilai belum cukup untuk menanggung seluruh risiko proyek.
Oleh karena itu, perlindungan asuransi dilakukan melalui konsorsium yang menggabungkan kapasitas dari sejumlah perusahaan asuransi dan reasuransi dari berbagai negara. TUGU juga bertanggung jawab memastikan terms and conditions yang sesuai kebutuhan klien dengan premi yang kompetitif dan berkelanjutan.
“Jadi kapasitas dari berbagai perusahaan di seluruh dunia akan dikumpulkan untuk meng-cover proyek Masela,” kata Fadlil.
Produksi dan Dampak Ekonomi Proyek
Blok Masela mengembangkan Lapangan Gas Abadi yang diperkirakan mampu memproduksi sekitar 9,5 juta ton LNG per tahun. Selain itu, proyek ini juga menghasilkan 150 juta kaki kubik gas untuk kebutuhan domestik setiap hari serta kondensat hingga sekitar 35 ribu barel per hari.
Proyek jumbo ini mengolah gas alam dari bawah laut hingga menjadi Liquefied Natural Gas (LNG) yang siap dipasarkan. Prosesnya dimulai dari sumur gas di dasar Laut Arafura yang terhubung ke fasilitas produksi terapung atau Floating Production, Storage and Offloading (FPSO) melalui jaringan pipa bawah laut.
Blok Masela diproyeksikan memberikan penerimaan langsung kepada negara sekitar US$37,8 miliar atau setara Rp 680,8 triliun. Selain itu, proyek ini juga diproyeksikan akan menyumbang kontribusi pajak tidak langsung sekitar US$6,43 miliar atau Rp 115,8 triliun selama masa konstruksi hingga operasi.
Proyek ini juga diperkirakan memberikan dampak ekonomi yang luas. Kontribusi terhadap perekonomian nasional diproyeksikan mencapai US$137,8 miliar atau setara Rp 2.482 triliun, disertai peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Maluku sekitar US$95 miliar atau Rp 1.711 triliun dan PDRB Kabupaten Kepulauan Tanimbar sebesar US$92 miliar atau Rp 1.657 triliun.
Tren Pertumbuhan Asuransi Energi Indonesia
Prospek bisnis asuransi energi di Indonesia juga menunjukkan tren pertumbuhan yang kuat. Berdasarkan data Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), premi asuransi energi offshore mencapai Rp 1,18 triliun hingga kuartal ketiga 2025, tumbuh 18% secara tahunan atau year on year (yoy). Sementara itu, premi asuransi energi onshore tercatat sebesar Rp 225 miliar atau meningkat 18,4% yoy.
Laju pertumbuhan tersebut jauh melampaui pertumbuhan industri asuransi umum secara keseluruhan yang hanya sebesar 4,8% pada periode yang sama. Pertumbuhan itu didorong meningkatnya nilai proyek di sektor energi, berlanjutnya investasi pada proyek hulu migas dan infrastruktur energi, hingga membaiknya disiplin underwriting di industri.
Di sisi lain, percepatan transisi energi juga membuka peluang bisnis baru bagi perusahaan asuransi. Seiring munculnya berbagai proyek energi baru dan terbarukan yang membutuhkan perlindungan terhadap risiko operasional dan investasi.
Berdasarkan data SKK Migas dan Kementerian ESDM, lifting minyak nasional pada 2025 mencapai 605,3 ribu barel per hari (bph) atau 100,05% dari target APBN. Torehan ini menjadi yang pertama kali dalam sekitar sembilan tahun tren produksi minyak kembali meningkat.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Jejak Anak Usaha Pertamina Tugu Insurance?
Jejak Anak Usaha Pertamina Tugu Insurance is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Jejak Anak Usaha Pertamina Tugu Insurance matter?
Jejak Anak Usaha Pertamina Tugu Insurance matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
