Skip to content
Bursa

New Policy: Target Ambisius BEI: 1.100 Emiten dan Market Cap Rp 30 Ribu Triliun pada 2030

Lisa Davis - wartanaya.com 3 mins read

get 1.100 Emiten dan Market Cap Rp30 Triliun pada 2030 New Policy - Langkah strategis baru ini menunjukkan komitmen Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk mendorong

New Policy: Target Ambisius BEI: 1.100 Emiten dan Market Cap Rp 30 Ribu Triliun pada 2030

New Policy: BEI Target 1.100 Emiten dan Market Cap Rp30 Triliun pada 2030

New Policy – Langkah strategis baru ini menunjukkan komitmen Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk mendorong pertumbuhan pasar modal secara signifikan. Dalam konferensi pers virtual pada Senin (29/6), BEI menyatakan target ambisius: jumlah emiten di bursa akan mencapai 1.100 perusahaan, serta kapitalisasi pasar (market cap) mencapai Rp30 triliun pada 2030. Target ini bertujuan meningkatkan daya saing BEI di kancah global dan memberdayakan lebih banyak pihak terlibat dalam sistem keuangan nasional.

Strategi Pemenuhan Target 2030

Untuk mencapai angka 1.100 emiten, BEI fokus pada penguatan ekosistem bursa melalui inisiatif seperti peningkatan kemudahan registrasi, dukungan regulasi yang lebih inklusif, dan penguatan infrastruktur digital. Selain itu, otoritas bursa juga menetapkan target peningkatan rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) menjadi Rp31 triliun. Strategi ini diharapkan dapat menarik lebih banyak investor, baik lokal maupun internasional, untuk mengakses pasar modal Indonesia.

Pertumbuhan pasar modal 2030 tidak hanya terkait jumlah emiten, tetapi juga rasio kapitalisasi pasar terhadap GDP. BEI menargetkan rasio tersebut melebihi 83%, yang menjadi indikator keberhasilan kinerja bursa dalam menunjang pertumbuhan ekonomi nasional. Dalam pernyataannya, Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menegaskan, “Di Tahun 2030, kami yakin tantangan tidak mudah. Namun ini adalah tujuan yang ingin kita wujudkan untuk mengembangkan pasar modal Indonesia, agar BEI menjadi salah satu dari sepuluh bursa terbesar di dunia,” ujar Jeffrey.

Pilar Utama Percepatan Pertumbuhan

Empat pilar utama akan menjadi dasar dari kebijakan baru ini. Pertama, BEI akan mempercepat pertumbuhan bisnis berbasis transaksi melalui inovasi produk dan layanan keuangan. Kedua, perluasan sumber pendapatan dari sektor nontransaksi menjadi prioritas, dengan peningkatan jasa informasi, investasi, serta kontribusi anak perusahaan.

Ketiga, kuantitas dan kualitas perusahaan yang terdaftar akan ditingkatkan melalui peningkatan transparansi dan akuntabilitas emiten. Keempat, akses pasar modal akan dimaksimalkan dengan strategi inklusif, sehingga perusahaan-perusahaan kecil dan menengah (UKM) dapat berkembang secara lebih cepat. Jeffrey Hendrik menekankan bahwa implementasi kebijakan ini memerlukan koordinasi erat dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan berbagai pihak terkait untuk memastikan konsistensi dan keberlanjutan.

Kinerja Finansial yang Menggembirakan

Pada kuartal pertama tahun 2026, BEI mencatat kinerja keuangan yang positif. Pendapatan konsolidasi naik 29,8% menjadi Rp3,66 triliun, dengan kontribusi utama dari peningkatan RNTH sebesar 41% dan jasa kliring yang tumbuh 41,3%. Pertumbuhan ini menunjukkan efektivitas kebijakan baru dalam meningkatkan aktivitas pasar modal.

Diversifikasi sumber pendapatan juga terus dilakukan, dengan peningkatan 14,6% pada pendapatan nontransaksi. Namun, beban operasional naik 17,1% menjadi Rp2,37 triliun, terutama karena kenaikan kontribusi tahunan kepada OJK. Dari hasil tersebut, laba bersih BEI melonjak 59,4% menjadi Rp1,07 triliun, mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah bursa nasional. Total aset naik 32% menjadi Rp14,78 triliun, sedangkan ekuitas bertambah 14% menjadi Rp9,45 triliun.

Keberhasilan kinerja finansial ini menjadi fondasi kuat bagi pencapaian target 2030. Dengan pendapatan yang stabil dan pertumbuhan yang signifikan, BEI berada dalam posisi yang lebih baik untuk mendukung program kebijakan baru. Peningkatan tersebut juga memperkuat kepercayaan investor, baik lokal maupun asing, terhadap kestabilan dan keberlanjutan pasar modal Indonesia.

Kesimpulan dan Harapan Masa Depan

Beberapa pihak memprediksi bahwa target BEI akan tercapai melalui penerapan kebijakan yang tepat. Dengan peran aktif dari seluruh pemangku kepentingan, pasar modal Indonesia diperkirakan akan menjadi lebih dinamis. Jeffrey Hendrik berharap bahwa kebijakan ini tidak hanya meningkatkan jumlah emiten, tetapi juga menciptakan ekosistem yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Join the discussion