Skip to content
Bursa

Special Plan: Membanding Prospek IPO JELI, PRDL, EMMI, JECX dan BACH, Siapa Paling Menarik?

Anthony Rodriguez - wartanaya.com 3 mins read

gan Prospek IPO JELI, PRDL, EMMI, JECX, dan BACH Kembalinya Aksi IPO di BEI Special Plan - Aksi penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO)

Special Plan: Membanding Prospek IPO JELI, PRDL, EMMI, JECX dan BACH, Siapa Paling Menarik?

Special Plan: Perbandingan Prospek IPO JELI, PRDL, EMMI, JECX, dan BACH

Kembalinya Aksi IPO di BEI

Special Plan – Aksi penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) kembali memanas di Bursa Efek Indonesia (BEI). Lima perusahaan baru akan memasuki pasar modal pada 7–9 Juli 2026, menjadi momen penting dalam sejarah penerbitan saham. Para investor kini berlomba-lomba mencari peluang investasi terbaik dari emiten-emiten yang akan debut dalam Special Plan ini.

Prospek Emiten di Sektor Konsumer dan Kesehatan

Di Special Plan 2026, emiten yang masuk ke bursa terdiri dari perusahaan konsumer dan kesehatan. Diantaranya, PT Niramas Utama Tbk (JELI) sebagai produsen camilan merek Inaco, serta tiga perusahaan bidang kesehatan, yaitu PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL), PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI), dan PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX). PT Bach Multi Global Tbk (BACH) menjadi salah satu emiten dengan jumlah saham yang paling besar dalam kemitraan ini.

JELI: Emiten Konsumer dengan Potensi Pertumbuhan

JELI, yang menjadi perusahaan kedua dalam Special Plan setelah PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA), memulai perjalanannya di bursa dengan menawarkan 350 juta saham pada harga antara Rp 900–Rp 1.120 per lembar. Jika transaksi mencapai target, dana yang terkumpul dapat mencapai Rp 392 miliar. Analis menilai penawaran ini mencerminkan ekspektasi pertumbuhan yang tinggi, terutama dalam sektor konsumer yang dinilai stabil.

“Pricing JELI sudah cukup growth priced-in karena ekspektasi pertumbuhan sudah cukup tinggi sejak awal,” ujar Elandry Pratama, Analis Panin Sekuritas, Senin (22/6).

BACH: Valuasi yang Menarik untuk Investor

PT Bach Multi Global Tbk (BACH) menghadirkan valuasi menarik dalam Special Plan. Perusahaan ini menawarkan 615 juta saham, atau 15,06% dari modal setelah IPO, dengan rentang harga antara Rp 400–Rp 500 per lembar. Valuasi P/E berkisar 10,5–13,1 kali, sementara P/BV sekitar 2,1–2,4 kali. Analis menyebutkan potensi pendapatan yang memadai dan strategi bisnis yang jelas bisa menjadi daya tarik bagi investor.

PRDL dan EMMI: Peluang di Sektor Kesehatan

Di sektor kesehatan, PRDL menawarkan saham di rentang Rp 100–Rp 120 per lembar, dengan total dana IPO sekitar Rp 62,7 miliar. Analis mengatakan perusahaan ini masih berada di tahap awal pertumbuhan, sehingga memiliki ruang untuk meningkatkan valuasi. Sementara EMMI menawarkan harga antara Rp 446–Rp 515 per lembar, dengan target dana IPO mencapai Rp 233–269 miliar. Valuasi perseroan ini moderat, dengan pertumbuhan laba yang stabil dan strategi keuangan yang matang.

Pertimbangan Investor dalam Special Plan

Menurut BRI Danareksa Sekuritas, JELI memiliki keunggulan dalam Special Plan karena telah memimpin pasar selama lebih dari 35 tahun. Perusahaan ini melaporkan lonjakan laba bersih 235% pada 2025, yang didorong oleh peningkatan margin usaha. Dengan 69,4% dana IPO dialokasikan untuk investasi produktif, JELI menawarkan peluang jangka panjang yang menjanjikan.

Dari sisi risiko, JELI perlu memperhatikan penurunan pendapatan selama dua tahun terakhir dan penurunan arus kas operasional 83%. Namun, dalam Special Plan, konsistensi dan keberlanjutan bisnis JELI tetap menjadi faktor utama yang dinilai positif oleh para investor.

Kesimpulan Analis untuk Special Plan

Dalam analisisnya, Elandry Pratama menilai PRDL lebih menarik dibandingkan JELI atau EMMI, karena memiliki ruang pertumbuhan valuasi yang lebih luas. BACH, meski harga IPO relatif rendah, tetap menjadi pilihan strategis untuk investasi jangka menengah. Dalam Special Plan, investor perlu mempertimbangkan keseimbangan antara likuiditas, potensi pertumbuhan, dan risiko yang terkait dengan setiap emiten.

Join the discussion